Secuil Sejarah dari Mangkunegaran: Pelindung Kelamin - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Secuil Sejarah dari Mangkunegaran: Pelindung Kelamin


Ketika ada tugas negara ke kota Solo yang sekarang bernama Surakarta, aku pasti sempatkan berpelesir. Kalau tidak kuliner, tempat wisata, atau ke tempat bersejarah sambil jepret-jepret. Setidaknya ada bukti gambar kalau aku memang pernah ke sana.

Beberapa tempat yang kukunjungi antara lain Omah Lawas. Sebuah tempat kuliner yang memanjakan selera dengan makanan dan minuman khas tradisional. Juga ke kampung batik tempat para keluarga keraton Surakarta mendesain sandang. Tak lupa ke tempat tinggal Jokowi, sang presiden sekarang. Sedikit dimarahi karena kawasan tertutup. Tak apalah yang penting pernah sampai ke rumah Jokowi, sang presiden.

Tiga ceret, juga tempat kuliner yang terkenal di Surakarta. Menunya tidak jauh beda dengan di Omah Lawas. Ke Tengkleng juga. Ke Museum Radya Pustaka. Memotret beberapa peninggalan masa lalu.

Dan yang paling berkesan ketika ke keraton Mangkunegaran. Bersama guide-nya masuk ke dalam istana keraton. Ke ruang keluarga hingga ke ruang yang tidak boleh mengambil gambar. Naluriku tidak bisa ditahan untuk mengambil gambar. Terpaksa kamera on recording tanpa ada yang tahu. Maaf hanya koleksi pribadi bukan untuk umum sesuai amanah sang guide.

Esai,Artikel,article,omah lawas,solo,surakarta,jokowi,tengkleng,museum radya pustaka,kuliner,culinary,mangkunegaran,koleksi,kamera,recording,film,spartan,foto,logam,guide,

Ada yang menarik ketika sekian banyak sang guide bercerita tentang sejarah yang panjang lebar tentang Mangkunegaran. Seperti sebuah kaset berputar lancar. Dari sekian data yang terdengar, yang menarik adalah ketika aku ditunjukkan sebuah benda berbentuk segi tiga terbuat dari emas murni. Katanya, sih emas.

Ternyata segitiga itu yang terbuat dari emas itu adalah pelindung kelamin permaisuri dan puteri keraton. Waow, amazing. Baru tahu, aku. Benar-benar baru tahu. Setahuku hanya ada di film-film Spartan. Ternyata ada juga di keraton Surakarta.

“Nah, ini, dia. Ini, terbuat dari emas. Ini dipergunakan oleh permaisuri dan puteri keraton untuk menutupi kelaminnya ketika sang raja atau sang suami bepergian.” Jelas sang guide. Kuamat-amati benda itu. Aku tidak mau bertanya mengapa harus memakai benda itu. Karena jawabannya sudah pasti, untuk melindungi kelamin dan martabat.

Aku bertanya juga akhirnya, kalau yang rajanya pakai apa? Sang guide mengajak bergeser tempat kemudian menunjukkan benda lain. Lagi-lagi mataku terbelalak. Persis di film Spartan. Semua pelindung terbuat dari logam. Bentuk benda itu cocok dan pas dengan bentuk kelamin laki-laki. Benda itu dipasang ketika sang suami atau raja sedang bepergian. Dan, ada gemboknya, lho. Wah, hebat.

Nah, pasti ada  banyak pertanyaan, mengapa. Biar saja tak perlu ditanyakan. Namanya benda pelindung berarti untuk melindungi sesuatu. Masa kini, pernah ada yang seperti itu? Siapa yang akan pakai? Terbuat dari apa? Di mana? Seperti tidak ada. Bahkan keturunan keluarga Mangkunegaran juga belum tentu sekarang memakai benda-benda itu. Terasa aneh padahal dengan benda itu, kelamin bisa terlindungi dari fitnah dan kerusakan.

Yang penasaran silakan berkunjung ke keraton Mangkunegaran Surakarta. Banyak hal menarik tapi tidak semenarik hatiku dan sangat menggelitik pikiranku benda pelindung kelamin keluarga keraton Mangkunegaran. Dan satu hal lagi, di halaman Mangkunegaran terdapat bunga yang sangat harum. Berwarna dan berbentuk seperti Melati, tapi lupa namanya. Dalam keadaaan kering pun, tak habis harumnya. Terakhir ada satu frame foto yang menurutku janggal. Foto seorang perempuan muda sangat terpisah sendirian di ruang cengkrama Mangkunegaran. Cantik. Siapakah dia? Entahlah, tak sempat bertanya. Yang pasti sekarang mungkin sudah jadi tanah. Tapi, mengapa menyendiri?

Posting Komentar untuk "Secuil Sejarah dari Mangkunegaran: Pelindung Kelamin "