Panci Akik Gentayangan - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panci Akik Gentayangan



Panci Akik (PA) atau palu arit?  Panci Akik (PA) sisa sejarah masa lalu yang telah melukai bangsa Indonesia telah muncul terang-terangan. Seperti bangkit dari kuburnya dan gentayangan di mana-mana. Tanda-tanda kebangkitannya telah tampak dengan berlangsungnya kongres PA sejak tahun 2000. Tanda-tanda lain juga bermunculannya bendera PA di mana-mana dengan terang-terangan tidak takut lagi kepada tentara dan ulama.

PA telah masuk dalam pori-pori istana negara. Telah memasuki mesin politik dan jantung sistem bernegara. PA telah berhasil menghembuskan baunya hingga mampu mengubah Undang-Undang Pemilu. UU Pemilu yang dulu merupakan jimat negara yang mampu melenyapkan penampakannya kini telah dihapus dari undang-undang. Seolah-olah dengan terhapusnya butir dari undang-undang tersebut menjadi awal bangkitnya PA.

PA telah merasuk dan mewujud menjadi karakter personal. Mewujud menjadi manusia tulen bahkan menjadi manusia Indonesia yang sepertinya bermartabat. PA telah menjalankan sistem berbangsa dan bernegara. PA bahkan telah mampu menghapus muatannya dari kurikulum pendidikan menjadikannya seperti manusia suci yang baru lahir.


Perubahan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) pasal 6 ayat 1 yang semula manusia asli Indonesia menjadi manusia Indonesia berk-ktp Indonesia. Perubahan tersebut memberikan peluang gerak dan oksigen bagi sehatnya PA di negeri kaya Indonesia. Negeri kaya yang sebagian besarnya telah PA kangkangi dengan bekerja sama dengan manusia-manusia sipit.

Monopoli atas ekonomi, kebijakan negara dan pemerintah, pendidikan, dan kapling-kapling bumi strategis oleh manusia sipit memuluskan semua skenario PA memuluskan tujuannya. PA telah menjadi bagian kuat dari bangsa Indonesia yang dulunya diharamkan. PA telah menjalankan sistem pemerintahan. PA telah menjadikan bangsa Indonesia bermartabat budak dan pengemis di negerinya sendiri yang kaya raya.

PA muncul dengan gagah berani bahkan pada saat perayaan Indonesia Merdeka. PA telah mengibarkan benderanya di berbagai kota bersorak semeriah Lagu Indonesia Raya. Sebagian bangsa Indonesia terlelap dan hanyut dalam mimpi kenikmatan. Sementara PA bergerilya naik tahta untuk menancapkan benderanya di jantung negara.

Pancasila telah disembeleh dan digoreng bersama Ketetapan Majelis Permusyawatan Rakyat. Manusia Indonesia kehilangan jati dirinya. Pancasila menjadi kepompong tanpa ulat. Pancasila seperti iklan-iklan sekedar numpang lewat bahkan dalam kurikulum pendidikan. Pancasila kehilangan bentuk, karakter, dan kesaktiannya karena telah diracuni oleh PA menjadi liberalism. PA telah berhasil memutuskan silaturahim karakter bangsa dengan bangsa. Bangsa telah lupa dengan sejarahnya.

PA sebenarnya hanya perkakas pertukangan dan pertanian. Tapi, karena dipegang oleh manusia yang telah memodifikasi fungsinya telah menjadi alat yang ampuh menghancurkan apa pun. Tapi, ingat satu hal. PA berasal dari logam dan logam dapat hancur lebur dengan api. Negara harus segera menyiapkan api besar sebesar api yang melalap Israel.

Sudah waktunya bangun bangun bangsa yang tidur ini. Sudah waktunya bersiaga. Bangsa kita telah tersusupi. Bangsa kita akan segera jatuh pada titik waktu tidak lagi mengenal saudara dan keluarga. Karena dalam sejarah PA, lain bendera berarti musuh yang harus dibasmi.


Bangun, bangun, bangunlah jiwanya. Bangunlah badannya. Untuk Indonesia Raya.


Posting Komentar untuk "Panci Akik Gentayangan"

  • Bagikan