Be Your Self - CocokPedia
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Be Your Self

Be Your Self


Memiliki banyak teman merupakan salah satu modal kita untuk sukses. Memiliki banyak teman merupakan kekayaan kita yang membuat kita merasa nyaman, merasa senang,merasa tidak sendirian. Karena dengan memiliki banyak teman, kita bisa belajar bersama mereka, bisa bersaing sehat dengan mereka, dan juga bisa bermain dengan mereka. Kita bisa tumbuh dan berkembang dengan mereka secara alamiah. Namun, tahukah kamu bahwa mereka membawa pengaruh yang besar bagi kamu?
            Setiap teman kita tentu memiliki keinginan dan cita-cita. Mereka memiliki kesenangan yang berbeda-beda. Mereka juga memiliki watak yang berbeda. Kadang-kadang secara tidak sadar, kita terpengaruh teman-teman di sekitar kita. Kita mulai meniru memiliki yang teman kita punya. Kita mulai meniru apa yang teman lakukan. Pelan-pelan, kita telah berubah menjadi fotokopi dari teman kita. Kita tidak lagi menjadi diri kita yang semestinya.
            Dalam buku Just Who will You be, Shriver menuliskan dalam kata pengantarnya begini: “Siapa gerangan diri saya saat ini sebagian besar pengaruhnya datang dari diri saya sendiri, tetapi juga menyangkut orang-orang yang selama ini telah menyentuh hidup saya. Mereka adalah keluarga saya hingga teman-teman di sekitar saya,  juga para guru yang baik hati yang telah membagi dirinya bersama saya. Kalian adalah seluruh dunia saya. Saya mencintai kalian.”
            Demikian Shriver menulis pengantar bukunya. Ia mengakui bahwa dirinya terbentuk dari lingkungan yang baik yang salah satu pengaruh kuat tersebut datang dari teman-temannya. Dalam buku kecilnya ia menceritakan bagaimana ia berusaha menemukan jati dirinya. Ia menanyakan ‘siapakah diri saya?’ Sebagai perempuan yang sudah berkeluarga, sebenarnya ia berasal dari keluarga yang sangat terkenal. Pamanya bernama John F. Kennedy. Tahukah kalian siapakah John F. Kennedy? Ia adalah mantan presiden Amerika Serikat.  Jadi Shriver merupakan orang yang terpandang di California. Bahkan ia bersuamikan seorang aktor laga Arnold Schwarzenegger. Kalau kamu pernah menonton film laga Terminator pasti kamu tahu siapa Alrnold tersebut. Ternyata selain sebagai aktor, ia juga sebagai gubernur Negara Bagian California. Jadi, Shriver dipanggil sebagai Ibu Negara Bagian California. Orang sesukses Shriver, seterkenal Shriver yang juga sebagai wartawan, sempat mengalami depresi hebat ketika anaknya menanyakan: “Bukankah Ibu sudah tua? Bukankah dengan usia sedewasa Ibu sudah tidak lagi memiliki cita-cita ingin jadi siapa nanti?” tanya puterinya.
            Pertanyaan puterinya itu membuatnya benar-benar gelisah hingga ia menemukan siapa dirinya yang sebenarnya setelah beberapa tahun mencari. Ternyata dirinya adalah Maria Shriver, bukan istri Arnold. Ia adalah maria, bukan ponakan Kennedy. Ia adalah Maria, bukan Ibu Negara Bagian California. Menurutnya, untuk menjawab pertanyaan ‘siapakah diri saya?’ terletak pada suara hati, nurani kita. Bukan pada riwayat hidup dari keturunan siapa, bukan dari jenis pekerjaan yang kita tekuni, bukan dari atribut yang datang dari luar badan, tapi yang ada di dalam badan, yakni hati. Ternyata Maria Shriver telah menemukan jati dirinya. Ternyata ia pribadi yang tangguh, ulet, bertanggung jawab, berjiwa bebas, petualang, dan kreatif. Ia juga ternyata pribadi yang keibuan dan spiritual yang mendambakan kegembiraan, kedamaian, dan kehidupan yang bermakna. “Itulah diri Saya.” Katanya mengakhiri bukunya.
            Pada halaman akhir bukunya, Shriver menuliskan sepuluh janji kepada dirinya sendiri. Ada dua yang patut kita contoh dari semua janji Shriver yakni:
1) Saya berjanji untuk ‘tampil’ dalam hidup saya sebagai diri saya sendiri, bukan sebagai imitasi/fotokopi dari orang lain, 2) Saya berjanji untuk menghindari menggunakan kata ‘hanya’ untuk menjelaskan diri saya. Misalnya, saya tidak akan mengatakan ‘Saya hanya seorang ibu’ ‘Saya hanya seorang pelajar’ atau ‘Saya hanya orang biasa’ sebab hal itu menandakan kurang rasa percaya diri, kurang menghargai diri.
            Janji kedua Shriver memang ada benarnya. Sebenarnya penggunaan kata ‘hanya’ memberikan tanda keraguan tentang diri kita, ketidakjelasan mengenai siapa diri kita. Selain itu, ada nada peremehan dalam kata tersebut terhadap diri. Akan lebih baik jika kita mengatakan dengan tegas, misalnya: “Saya seorang pelajar!” Pesan Shriver kalau diringkas akan berbunyi: jadilah diri sendiri!
Dalam kisah yang lain di sebuah blog berjudul Entahlah, Kang Dzikry menulis tentang masa kecilnya begini: Siapa saya ya? Kata Mamah, nama saya Dzikry Ali Akbar. Terus saya tambahi sendiri nama marga keluarga besar dibelakangnya menjadi Dzikry Ali Akbar Nadjib Attamimi biar kere, hehe. Tapi bukan itu yang saya ingin tahu. Sebenarnya siapa sih saya? Alasan mengapa tiba-tiba saya menulis karena ingat masa kecil saya waktu di rumah nenek tercinta. Dulu, sering sekali saya ditanya “Jik, kalo udah gede nanti mau jadi apa?”(Ji, kalau sudah besar nanti mau menjadi apa?).  Pertanyaan yang sering dilontarkan ketika kita masih kecil.  Jadi apa ya? Dulu, sepupu saya ingin menjadi dokter. Ya sudah saya jawab saja ingin jadi dokter. Ketika sepupu satu lagi bilang ingin menjadi insinyur, saya juga bilang begitu.
Jujur, waktu itu (bahkan sampai sekarang) saya bingung mau menjadi apa. Dulu, kalau saya bilang tidak mempunyai cita-cita, orang-orang malah tertawa, ya sudah akhirnya saya bilang saja seadanya. Ikut orang-orang pada bilang apa. Yah, intinya sih agar orang-orang tidak banyak bertanya. Tapi akhirnya, entah kenapa, saya jadi kepikiran lagi pertanyaan masa kecil saya itu.
            Pernahkah kamu ditanyai pertanyaan serupa itu? Pernahkah kamu memikirkan ingin menjadi apa dan siapa dirimu nanti? Ingin menjadi apa kamu, hal itu menyangkut cita-cita, profesi atau pekerjaan yang ingin kamu raih. Pekerjaan yang kamu cita-citakan. Pekerjaan yang merupakan impianmu, bukan pekerjaan yang dipaksakan oleh orang lain atau cita-cita yang meniru orang lain. Sedangkan pertanyaan ingin menjadi siapa dirimu merupakan hal yang menyangkut kepribadian kamu. Ingin menjadi siapa kamu? Apakah kamu ingin menjadi Baim karena bisa menjadi aktor sinetron di televisi dan terkenal? Apakah kamu ingin menjadi Sulis yang terkenal sebagai pelantun lagu-lagu solawat yang juga terkenal? Atau kamu ingin menjadi dirimu sendiri yang dengan kekurangan dan kelebihanmu dapat menjadi unggul seperti mereka anak-anak yang sukses? Jawabannya, terdapat di dalam hatimu. Hanya kamu yang bisa menjawab pertanyaan itu. Tentu setelah membaca buku ini.
            Tapi, apa yang harus kita lakukan agar mengetahui siapa diri kita sebenarnya? Apa yang harus kita lakukan untuk menjadi diri sendiri? Tentu, pertama-tama kita harus bertanya, siapakah diri kita sebenarnya? Siapakah kamu sebenarnya? Kamu yang sebenarnya adalah bukan seperti yang teman-teman atau siapa pun yang mereka katakan tentang dirimu. Kamu yang sebenarnya adalah ketika kamu mampu mengatakan dengan lantang dalam benakmu: INILAH DIRIKU! Sebenarnya jelasnya bagaimana sih? Apa yang harus diperbuat untuk mengenal diri dan menjadi diri sendiri?
            Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk diri sendiri agar benar-benar menjadi diri sendiri sejati. Pertama, bersikaplah baik terhadap diri sendiri. berbuatlah baik terhadap diri sendiri. Jangan terlalu mengekang keinginan diri sendiri dan juga jangan terlalu memanjakan diri sendiri. Tentu, untuk hal-hal yang baik bukan hal-hal yang tidak baik. Misalnya, kita sangat ingin menonton film kartun. Ada baiknya kalau sesekali kita berbuat baik kepada diri sendiri untuk meluangkan waktu menonton film kartun. Siapa tahu, kita mendapatkan ide kreatif untuk bisa membuat atau menjadi pembuat film kartun atau menggambar dengan baik. Dengan catatan tidak terlalu sering karena sesuatu yang dilakukan terlalu sering tidak baik buat diri sendiri. Hal itu membuat diri sendiri ketagihan atau malah menjadi bosan. Tidak lagi terasa nikmat seperti ketika kita sangat menginginkannya.
            Termasuk dalam sikap baik terhadap diri sendiri pula bila kita juga mampu memahami diri. Yang pasti, yang paling mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan diri hanyalah kita sendiri. Kita tidak bisa membohongi diri kalau kita memiliki kelebihan tertentu dan juga kekurangan. Sering-sering menghitung-hitung diri dengan mengenali dan menggali keunggulan yang kamu miliki. Buatlah percakapan sesering mungkin dengan diri sendiri dengan terbuka dan jujur antara diri dan kenyataan. Karena hanya kita yang tahu tentang diri sendiri, jadi perlakukanlah diri sendiri dengan baik.
            Dengan memahami diri sendiri juga akan muncul sikap menerima perbedaan. Kita akan memperlakukan perbedaan antara kita sendiri dengan teman kita. Kita akan menjadi orang yang pandai bersimpati dan berempati. Ketika teman sedih, kita turut bersedih. Sebaliknya jika teman kita senang, kita akan turut bersuka cita. Kita akan melakukan sesuatu untuk membuat teman kita terhormat, merasa senang dan bangga, serta merasa disayangi. Itulah bersimpati dan berempati.
            Kedua, jujur kepada diri sendiri. Hal ini menyangkut kemampuan yang kita miliki. Contoh, ketika temanmu meminta bantuanmu untuk mengerjakan tugas matematikan, jika kamu mampu membantunya, maka tidak ada salahnya membantu teman. Tetapi, jika kamu tidak memiliki kemampuan di bidang itu, sebaiknya dengan jujur kamu mengatakan kalau kamu tidak bisa membantunya. Contoh lain, cari dan kenalilah kemampuan apa yang kamu yakin bisa diandailkan dari dalam dirimu. Apakah kamu mempunyai kelebihan dalam bidang sains misalnya? Apakah kamu mempunyai kemampuan dalam penelitian sederhana? Atau kamu memiliki kemampuan dalam bidang olah raga dan seni? Tidak perlu mengaku-aku kepada siapa pun kalau kamu cakap dalam bidang ini dan itu. Bersikaplah apa adanya dirimy. Cukup kamu akui dengan jujur kepada dirimu sendiri bahwa kamu mampu dalam bidang tertentu dan lemah dalam bidang yang lain. Kejujuran mengakui kelebihan dan kemampuan diri itu merupakan wujud atau tanda bahwa kamu menerima dirimu sendiri apa adanya. Ketika kamu sudah menemukan bidang tertentu yang menjadi kelebihanmu yang kamu mampu secara baik, ada baiknya kamu pupuk terus sehingga kamu benar-benar menguasainya karena itu modal terbesarmu untuk menjadi diri sendiri dan dengan berani dan lantang kamu akan mengatakan pada dirimu sendiri: INILAH DIRIKU! Inilah aku seorang penulis puisi, inilah aku sang gitaris, inilah aku seorang penulis, dan sebagainya.
            Ketiga, rajinlah membaca. Ternyata membaca sangat penting. Sebagian besar orang sukses karena banyak membaca buku. Seandainya seluruh buku di perpustakaan di kotamu semua kamu baca, kemampuan otak kita untuk menyerapnya masih terpakai sedikit. Kemampuan otak kita masih sanggup menyerap segala apa yang kita baca. Ternyata semakin banyak kita membaca buku, semakin banyak pula hal dan pengetahuan yang belum kita ketahui. Membaca merupakan salah satu cara yang ampuh untuk membuat diri kita tambah berkualitas; menambah kita pengetahuan dan pemahaman. Kita akan lebih mantap dan yakin dengan kemampuan yang kita miliki dan dapat memanfaatkannya dengan baik sehingga berguna bagi diri kita dan orang lain.
            Keempat, pandai-pandailah menghargai diri sendiri. Bagaimana cara menghargai diri sendiri? Kita harus menjaga bagaimana berpakaian pantas, kita juga harus menjaga perilaku apa yang sopan, serta tutur kata yang santun yang semuanya demi kehormatan diri. Menghargai diri juga salah satunya pandai memilih teman. Hanya teman-teman yang baik yang kita jadikan sahabat. Hanya teman-teman yang berperilaku baik dan berpikiran positif yang layak menjadi teman agar diri kita terhormat. Adapun teman-teman yang membuat diri kita kesal, tidak nyaman, kasar, dan perilakunya tidak baik serta tidak pantas perlu kita hindari dan tidak perlu kita masukkan ke dalam daftar teman kita dalam benak dan kehidupan kita. Teman-teman yang sepert itu hanya akan menguras energi kebaikan kita dan merusak citra kita sebagai orang yang menghormati diri.
            Kelima, mampu menaklukkan diri sendiri. Ini juga teramat penting dilakukan. Inilah hal yang terberat karena kita terkadang dikuasai oleh sifat-sifat yang tidak baik. Kita tergoda untuk melakukan hal yang tidak baik. Kita dikendalikan oleh sifat-sifat buruk misalnya: angkuh, sombong, serakah, mau menang sendiri, dan sebagainya. Menaklukkan diri sendiri adalah bagaimana kita menjadi presiden bagi diri sendiri. Kita harus mampu mengendalikan diri sendiri terutama dari sifat dan perbuatan yang tidak baik. Kita hanya memperbolehkan perbuatan baik bagi diri sendiri karena kekalahan terbesar bagi diri sendiri ketika kita dikendalikan oleh sifat-sifat tidak baik. Hal itu akan menghancurkan semua kebaikan diri.
            Godaan paling besar di usiamu yang masih anak-anak adalah bermain. Kamu akan kehilangan banyak waktu karena sibuk bermain. Sepanjang hari sepulang sekolah hingga sore kamu buang waktu yang berharga dengan bermain. Hampir seluruh waktumu dihabiskan untuk menuruti keinginanmu untuk bermain bersama teman-temanmu. Memang seusiamu adalah masa yang menyenangkan bermain bersama teman-temanmu. Tidak ada salahnya bila kamu melakukannya tapi tidak untuk sebagian besar waktumu. Akan sangat merugikan bila hampir seluruh waktumu kamu habiskan untuk bermain. Caranya, kamu harus bisa mengatur waktu dengan baik kapan untuk bermain, kapan untuk membantu orang tua, dan kapan untuk belajar. Selain itu, kamu juga harus selektif memilih permainan. Apakah permainan itu hanya sekedar menghabiskan waktu? Apakah permainan itu sekedar menghibur diri? Atau kamu bisa memilih permainan yang kreatif yang mengandung unsure mendidiknya? Oleh karena itu, memilih teman penting sehingga jika kita berteman dengan orang-orang yang baik dan pandai, pasti kita terlibat dengan permainan yang kreatif dan mendidik.
            Keenam, berpikir positif pada diri dan setiap keadaan. Sekalipun kita memiliki kekurangan, kita tidak boleh menilai buruk dan membenci diri. Kita tidak boleh merasa kecewa dengan diri sendiri. Hal itu akan memperburuk keadaan diri kita. Ketika kita dibayang-bayangi oleh kekurangan-kekurangan kita, kita akan sulit menerima diri dan menghargai diri sendiri. Orang yang bisa menghargai orang lain adalah mereka yang sudah bisa menghargai diri sendiri dengan baik. Tetaplah berpikir positif bahwa apapun yang terdapat dalam diri, apapun yang kita miliki, merupakan pemberian Tuhan. Tuhan memiliki rencana istimewa tentang apapun yang kita miliki. Kita harus percaya bahwa sebagai manusia, kita dikaruniai keunikan, kelebihan, dan bakat tertentu untuk hidup dan berkembang. Kita harus mensyukurinya, lalu menggunakan karunia itu untuk menciptakan keberhasilan dan kebahagiaan dengan cara kita sendiri. Bila kita senantiasa bersyukur dan menjadi diri sendiri, orang lain akan senang bergaul dan berteman dengan kita. Jadi berpikir positiflah dan bersemangat. Bergembiralah dengan diri sendiri. Tidak perlu malu dengan keadaan apapun yang kamu miliki saat ini. Kamu juga tidak perlu menjadi orang lain untuk melakukan apa yang dapat kamu lakukan. Arthur Schopenhaeur menyatakan bahwa manusia akan kehilngan tiga perempat potensi yang dimilikinya hanya karena mereka berusaha menjadi orang lain. Rugi, bukan?
            Berikut beberapa contoh teman-teman kita yang berhasil menemukan dan menjadi diri sendiri.




Pertama, Fahma dan Hania

Dua teman kita ini adalah kakak beradik yang kompak. Namanya, Fahma Waluya Rosmansyah, umur 12 tahun dan Hania Pracika Romansyah, umur 6 tahun. Karena kegemaran mereka mengotak-atik komputer membuat mereka sukses menjadi juara kategori Secondary Student Project pada kompetisi 10th Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) 2010, yang diselenggarakan di Malaysia, 12-16 Oktober 2010.
APICTA adalah kompetisi antarnegara yang mempertandingkan penciptaan perangkat lunak. Fahma dan Hania sukses menyisihkan peserta yang lebih senior dan mencatat rekor sebagai Youngest OVI-Nokia Developer atau peserta termuda yang sanggup menciptakan perangkat lunak yang bermanfaat. Fahma dan Hania menjadi juara pada ajang tahunan tersebut karena berhasil menciptakan tiga perangkat lunak aplikasi permainan untuk telepon seluler. Fahma memberi nama aplikasi yang dia ciptakan itu "My Moms Mobile Phone AS My Sisters Tutor" (Telefon Seluler Ibuku untuk Belajar Adikku). Tiga aplikasi yang diciptakan Fahma adalah Enrich (sebuah kamus sederhana bahasa Inggris untuk anak-anak). Mantap atau matematika anak pintar, dan Banana yaitu belajar huruf, angka, dan warna. Pada awalnya, program permainan edukasi sederhana yang dibuat menggunakan Adobe Flash Lite untuk telepon seluler Nokia E71.
Apa yang dikatakan Fahma? “Saya sayang adik saya. Walaupun dia terkadang rewel. Kalau tidak ada permainan, dia selalu minta dibuatkan permainan. Dia sangat suka main hape(telepon seluler) kepunyaan Ibu. Jadi saya membuat aplikasi untuk hape yang bisa dipakainya bermain dan belajar,” tuturnya.  ”Pada saat adik saya berumur tiga tahun, ia sulit mengenali huruf. Lalu saya buatkan aplikasi sederhana di telepon seluler yang memungkinkan dia mengenali huruf, warna, dan angka. Soalnya, adik saya suka main-main dengan telepon seluler Ibu,” lanjut Fahma.
Tahukah kamu bagaimana pendapat Fahma ketika bangsa kita dianggap sebagai anak-anak yang hanya bisa main game? Ia mengatakan begini kepada para juri. ”Saya bilang sama juri internasional, ’I have proven!’ Saya bisa buktikan bahwa anak-anak Indonesia tidak hanya bisa main games, tapi juga bisa bikin games sendiri. Ia benar-benar hebat dan berani.
Menurutnya, dia tertarik dengan dunia game dan animasi. Hal itu membuatnya bermimpi ingin menjadi animator dan programer. “Jadi kalau menonton animasi dan game, saya bermimpi kalau saya yang telah membuatnya.”
Apa yang bisa kamu petik dari kesuksesan Fahma? Ternyata Fahma sangat sayang kepada adiknya. Ia mampu bekerja dengan baik dengan semangat rasa sayang kepada adiknya. Ia juga sangat tekun mempelajari program animasi menjadi game pendidikan untuk telepon seluler. Ia juga seorang yang percaya diri dan mempunyai keyakinan yang kuat. Ketika dia melihat game dan animasi komputer, ia merasa bahwa dialah yang membuatnya. Keyakinan yang kuat itulah yang manjadikan mereka kakak beradik menjadi juara dunia dan termuda.

Kedua, Inno Penemu Baterai Singkong

Nama teman kita berikutnya adalah Innocencio Kresna Pratama, siswa kelas VI SD Tunas Mekar Indonesia (TMI) di propinsi Lampung. Ia kelahiran Blitar, tanggal 8 Maret 1996. Ia mengaku suka melakukan penelitian dan rajin membaca. Sejak di kelas satu, ia sudah diajari melakukan penelitian sederhana di sekolah. Mulai cara menanam, mengamati pertumbuhan tanaman, dan sebagainya. "Berangkat dari situlah aku senang melakukan penelitian kecil-kecilan," ujar Inno. Inno juga mengadakan serangkaian percobaan di sekolah. Awalnya ia menguji beberapa jenis buah-buahan antara lain: mangga, singkong, bengkuang, ubi, dan kentang. Dari percobaan tersebut ia menemukan bahwa kentang dan singkong mengandung energi listrik yang cukup besar. Untuk membuat baterai singkong sangat mudah dan murah. Hanya bermodalkan satu batang singkong kecil. Singkong lalu dipotong menjadi empat. Kemudia sediakan pelat tembaga dan seng dan tancapkan pada potongan singkong tersebut lalu sambungkan dengan kabel kecil ke kalkulator dan jam digital. Hebatnya, keduanya menyala serta berfungsi secara akurat. "Singkong dapat menghasilkan listrik karena mengandung cairan elektrolit yang dapat menghasilkan listrik. Untuk itu teknologi sederhana ini diberi nama Baterai Singkong karena cara membuatnya sangat sederhana."
Dengan bekal percobaan itulah Inno mewakili sekolah untuk Olimpiade Sains tingkat propinsi tahun 2005 dan menetapkan singkong sebagai penemuannya karena mudah diperoleh dan dibudidayakan. Selain itu harganya murah, bahan baku yang ramah lingkungan, bisa dikonsumsi, serta jadi produk andalan kota Lampung. Menarik, bukan? Ternyata, teman-teman kita hebat-hebat!
Apa yang kamu dapat petik dari kisah Inno? Ternyata Inno seorang anak yang suka meneliti dan membaca. Kegemarannya itulah yang membuatnya terkenal sebagai penemu energi listrik alternatif. Temuannya memberikan sumbangan besar pada negara untuk memperoleh cadangan energi listrik alternatif (bio-diesel). Inno telah mampu menjadi diri sendiri dengan bekal kegemarannya meneliti dan membaca.



Ketiga, Marko Calasan

Contoh terakhir anak yang berhasil menjadi diri sendiri yang sengaja diambil dari negara lain dengan tujuan sebagai pembanding. Ia adalah Marko Calasan. Usianya masih 9 tahun. Ia berasal dari Macedonia. Ia dijuluki ‘Mozart Komputer’ karena keahliannya ia telah menjadi system engineer dan sudah mengantongi setifikat Microsoft Certified System Adminitrator. Dia juga di daulat sebagai profesional IT (teknologi informatika) termuda di dunia.
 Tahukah kamu apa itu Microsof? Microsoft adalah raja perusahaan komputer di dunia. Marko yang mempunyai kegemaran pada matematika dan fisika, sudah belajar membaca dan menulis sejak dia masih berumur 2 tahun. Pada usia 4 tahun, Marko Calasan sudah fasih berbahasa Inggris. Dalam sebuah video yang diunduh ke Youtube, Marko menjelaskan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan komputer sama sederhananya dengan ilmu matematika.
Berkat kepiawannya dalam berkomputer, Marko menjadi terkenal di negara asalnya, Macedonia. Bahkan, Perdana Menteri Macedonia, Nikola Gruevski, menawari Mozart kecil ini sebuah laboratorium khusus IT (teknologi informatika).
Marko kini tengah membuat suatu proyek yang berkaitan dengan jaringan. Bocah yang tidak gemar bermain game komputer ini tengah mencari cara untuk mengirim sinyal televisi berdefinisi tinggi melalui jaringan yang lambat. Untuk proyeknya ini, sebuah perusahaan telekomunikasi Macedonia mengizinkan Marko mengakses jaringan mereka. Marko berharap sudah bisa mendemonstrasikan proyeknya ini pada pameran CeBit akhir tahun 2010 di Hannover, Jerman.
Sebelumnya, pada umur 6 tahun, ia pernah menjadi system administrator untuk sebuah yayasan sukarela yang membantu orang-orang cacat. Kepada Cnet lewat email, Marko berkata, “Mereka senang mempunyai administrator yang bagus.” Marko yang mengaku menghabiskan waktu sekitar 4 jam setiap hari di depan komputer juga menjadi guru. Ia mengajar dasar-dasar ilmu komputer untuk anak-anak berumur 8 sampai 11 tahun. Laboratorium komputernya ada di sebuah sekolah dasar.
Walaupun ia berasal dari negara lain, ada baiknya dimasukkan sebagai contoh dalam buku ini. Kita butuh tertulari semangat dari Marko. Kita ingin tertulari kesuksesannya yang manis. Apa yang kalian dapat pelajari dari Marko? Ternyata ia juga sangat gemar membaca dan otak-atik komputer. Ia sangat menyukai matematika dan fisika. Ia sangat suka ilmu berhitung. Ia menganggap bahwa ilmu tentang computer sama mudahnya dengan mempelajari ilmu yang lain. Yang menjadi modal kesuksesannya adalah gemar membaca dan mempelajari komputer.
Dari ketiga contoh teman kita yang sukses tersebut yakni Fahma dan Hania, Inno, dan Marko ternyata kunci kesuksesan mereka adalah gemar MEMBACA. Gemar membaca inilah yang mampu mengangkat derajat mereka pada kesuksesan. Gemar membaca merupakan salah satu cara yang jitu untuk menjadi diri sendiri, memperkaya pengetahuan diri, dan mencapai kesuksesan diri.

Posting Komentar untuk "Be Your Self"