Tampilkan postingan dengan label Tulisan Bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Bebas. Tampilkan semua postingan
TERSERAH

TERSERAH

 




Oleh MR. Mauludi

 

Ketika kita dihadapkan pada jawaban yang berbunyi kata "terserah," maka kita akan kesulitan melaksanakannya. Sebab terserah, bisa memungkinkan melakukan dua pilihan yang menjadi jawaban. Sedangkan kita dipaksa berpikir yang mana yang akan dilakukan.

Sebagai contoh kecilnya, untuk berangkat ke suatu tempat bisa dilakukan dengan menggunakan sepeda motor dan bisa pula dengan jalan kaki. Si A bertanya pada si B, "kita mau naik sepeda atau jalan kaki?." Si A menjawab "terserah."

Sudah jelas si A akan bingung dengan jawaban si B itu. Si A bingung mau yang mana, antara naik sepeda dan jalan kaki. Dengan demikian, bisa jadi berangkat bahkan tidak berangkat. Bisa jadi pula akan timbul perdebatan yang tak kunjung usai.

Kata terserah, memang menyisakan persoalan dalam sebuah komunikasi. Sebagaimana contoh di atas, seakan-akan dilematis atau serba salah. Apabila naik sepeda motor, tentunya akan cepat sampai pada tujuan asalkan sepeda motor tidak sedang dipakai orang lain atau hal lain. Sementara jalan kaki akan memakan waktu sehingga bisa jadi tepat waktu bahkan terlambat sampai tujuan.

Bila kata terserah berada pada situasi dan kondisi lain selain contoh kecil di atas. Maka, tidak boleh tidak suasana akan terasa dilematis dan serba salah, bisa lebih rumit atau sebaliknya. Kebanyakan dari terserah, biasanya memilih yang lebih mudah dillakukan. Namun, belum bisa dipastikan itu sesuai yang diinginkan.

Sebisa mungkin jangan berada pada posisi terserah untuk menentukan sesuatu. Jangan pula memakai atau menggunakan kata terserah, meskipun dilihat sama-sama bisa sampai dengan yang dimkasud dari terserah tersebut.

Sangatlah kurang nyaman bila dihadapkan pada jawaban terserah. Kecuali, terserah itu berada pada posisi yang sudah menjadi pilihan yang tidak berdampak atau ada efek kurang nyaman suasana hati dan keadaan.

Semisal, besok rapat memakai busana rapi dan sopan. Jadi, terserah mau pakai busana apa saja, baik itu santai, resmi, atau sesuai selera selama itu bernilai rapi dan sopan. Artinya terserah di sini memberi kebebasan dan keleluasaan pada masing-masing.

Dengan begitu, kata terserah pada posisi tertentu bisa menyenangkan. Namun, pada posisi lainnya bisa tidak menyenangkan bahkan menyakitkan. Butuh cara tersendiri dalam menyikapi suatu hal yang berkaitan dengan kata terserah. Asalkan jangan pernah menyerah, pasrah, atau merasa kalah meiyikapinya sehingga terserah menjadi beban.

 


Layanan GRAPARI Tidak Sampai 2 Menit

Layanan GRAPARI Tidak Sampai 2 Menit

 


Ceritanya begini, hapeku diisi daya sebelum tidur. Tepat tengah malam asap putih memenuhi kamar. Untung terbangun. Ternyata, hapeku (Lenovo) terbakar. Sungguh beruntung, andai memercik ke kasur, sudah jadi sate orangnya. Hahaha. Nah, video di atas adalah bangkai hapeku. 



Tidak ada yang bisa diselamatkan. Memori card dan Kartu Simpati. Lenyap, meleleh mungkin. Akhirnya aku ke Grapari Malang di Jl. Letjend S. Parman No.47, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126. Disambut cewek cakep.

Beberapa hal ditanyakan seperti nomor kartu yang terbakar, juga KTP. Kemudian aku diajaknya ke mesin (entah apa namanya). KTP-ku dipindai di mesin itu. Kemudian jari telunjuk kanan juga dipindai. Setelah itu si cewek cakep itu memencet tombol ok. Keluarlah kartu SIM baru. Wow keren. Oya, jari tanganku tadi disentuhnya. Hahaha.

Waktu datang sampai kartu baru tercetak, tidak butuh dua menit. Terima kasih @graPari Malang. 

BIANG-KARA

BIANG-KARA

 



Oleh Moh. Rasul Mauludi

 

Pernah terjadi ketidaknyamanan di suatu pasar kecamatan. Para pedagang mengeluh selalu ada yang hilang di antara barang jualannya yang ditinggalkan saat toko atau kiosnya tutup. Setiap hari ada keluhan dari satu pedagang hingga pedagang lainnya. Akhirnya, petugas berusaha mencari penyebab dari hilangnya barang-barang para pedagang. Kemudian, biang pencurian ditemukan oleh petugas keamanan pasar. Ternyata si Fulan biangnya yang setiap hari dengan gaya meminta-minta sambil membawa kaleng kecil pada setiap orang di pasar.

Setiap malam minggu selalu ramai lalu lalang anak-anak muda di jalanan hingga pusat keramaian di kota. Kebiasaan para pemuda tersebut, mungkin hanya jalan-jalan, berkumpul, begadang hingga larut, dan sebagainya. Di suatu tempat keramaian, selalu terjadi kericuhan dan keributan sesama pemudanya. Usut punya usut, ternyata biang keroknya adalah si Fulan yang biasa mabuk dan mengganggu ketertiban yang lain.

Dalam kehidupan sosial, dipastikan selalu ada gesekan antar sesama. Baik itu dilakukan oleh individu ataupun kelompok. Gesekan yang umum terjadi adalah tempat-tempat keramaian. Seperti halnya pasar, terminal, stasiun, dan lainnya yang menjadi kesempatan bagi manusia yang ingin berbuat kejahatan.

Dari persoalan yang ada dalam gesekan itu menimpa berbagai kalangan. Mulai dari remaja bahkan kelompok tua lebih parah dari yang muda. Masalah yang ditimbulkan, sering dilakukan oleh yang berkelompok. Kelompok tersebut dipastikan ada komandonya yakni pimpinan kelompok. Gesekan yang terjadi bisa berupa keonaran, keributan, kericuhan, dan sebagainya yang dilalukan bawahan pimpinan kelompok. Pimpinan kelompok itulah biang onarnya.

Pada tatanan birokrasi, masalah korupsi menjadi persoalan klasik yang tiada henti dan tiada menemukan penyelesaian yang menjanjikan. Karena perbuatan korupsi, sepertinya sudah mendarah daging pada oknum-oknum dan itu mampu turun-menurun dan dari segala bidang yang disentuh. Pertanyaannya, siapakah biang korupsi itu!? Entahlah.

Biang-kara, penulis memaknainya sebagai biang keangkaramurkaan manusia dalam kehidupan, siapapun manusia itu. Biang kerok, biang onar, biang keladi, dan biang lainnya yang sandarannya bersifat tidak baik bagian dari biang-kara kecuali biang keringat dan bianglala.

Biang yang indah hanyalah bianglala. Ia indah dengan warna-warninya yang bisa dimaknai dengan perbedaan warna tidak menjadi persoalan. Ia memesona dengan warna-warninya. Perbedaan menyatu dalam satu keindahan pelangi.

Namun, biang-kara harus bertolak belakang dengan bianglala. Biang-kara selalu meresahkan, sementara bianglala selain indah dilihat, ditulispun lebih indah dan mengasyikkan.


POLA A LA-POLA

POLA A LA-POLA

 


Oleh Moh. Rasul Mauludi

 

Dalam KBBI V, dijelaskan bahwa pola memiliki makna sesuai subyeknya. Artinya bisa dimaknai seperti gambar, corak, contoh, bentuk, sistem, dan cara kerja. Jadi makna pola mengikuti subyeknya, seperti gambar dijadikan contoh, pola dari corak batik yang akan ditenun, sistem permainan atau cara kerja dalam pemerintahan.

Pola dalam permainan sepak bola, ada pola menyerang dengan formasi beragam, seperti 541, 433, dan sebagainya. Pun pola bertahan dengan formasi beragam juga, seperti 532, 442, dan sebagainya. Dengan pola yang digunakan, tentu bertujuan untuk mencapai permainan yang berbuah kemenangan, meskipun kemenangan tidak semata-mata karena tehnik dan pola itu sendiri melainkan bisa juga dengan keberuntungan.

Banyak yang menggunakan pola dalam roda kehidupan. Pola hidup sehat, pola hidup bersih, pola hidup boros, pola hidup sederhana, dan sebagainya. Pola tidak memilih siapa yang menggunakan, karena ia bebas dipilih siapa saja sesuai keinginan masing-masing.

Sedangkan "a la-pola" adalah istilah dalam komunikasi bahasa Madura yang kurang lebih bermakna tentang polah tingkah manusia. Artinya lebih mengarah pada perilaku manusia dalam kesehariannya. Namun, makna yang tersimpan dari "a la-pola" yakni bersifat tidak baik atau sikap yang buruk.

"A la-pola" itu semacam perbuatan yang dibuat-buat, menyimpang, atau menyalahi kaidah-kaidah kebaikan. Bagi masyarakat Madura, "a la-pola" yang dilakukan seseorang sangatlah tidak disukai dan dibenci, karena perbuatan itu tidak baik.

Adapun tujuan yang diinginkan oleh orang yang "a la-pola" bisa beragam. Ada yang mengarah pada kejahatan, ingin dilihat berbeda, bahkan kadang sulit dipahami. Ada pula yang mungkin ingin dipuja-puji orang banyak.

Pola "a la-pola" bisa juga berlaku pada setiap penulis. Karena "a la-pola" itu tidak melihat jenis manusia, jabatan manusia, status manusia, siapa manusia, dan sebagainya. Pola "a la-pola" cukuplah milik yang hilang kenormalan berfikirnya.

Lebih lucu lagi, disadari atau tidak,  manusia terkadang "a la-pola" dengan Tuhannya selain sering "a la-pola" dengan sesamanya. Sampai di sini, "a la-pola" bisa dipahami dengan model gaya hidup berlebihan dari sisi kemanusiaan manusia.

Cukupkan saja dengan apa adanya sesuai garisnya masing-masing. Dari pada harus memilih "a la-pola" lebih baik pola lainnya yang baik-baik saja. Pola "a la-pola" itu memalukan bahkan menjijikan pada pandangan siapapun.


Menghindari Aplikasi Pinjaman Online Terpercaya atau Bunga Rendah

Menghindari Aplikasi Pinjaman Online Terpercaya atau Bunga Rendah

 


Terus terang, saya adalah salah satu korban dari aplikasi pinjaman online (pinjol). Beberapa aplikasi dengan iklan santun dan berperilaku seolah malaikat penolong, namun beberapa hari akan jatuh tempo, mereka berubah menjadi iblis yang menakutkan. Sebelum jatuh tempo, mereka akan menelpon berkali-kali dan sangat mengganggu. Ketika telepon tidak diangkat, mereka gencar mengirimi kita pesan yang menyatakan ancaman bahwa jika pada masa jatuh tempo tidak segera membayar, mereka akan menyebarkan foto dan data pribadi kita.

Saya tidak perlu menyebut aplikasi apa saja yang berbuat demikian, tapi sungguh hampir semua aplikasi pinjol bersikap sangat tidak menyenangkan. Mereka berlindung dibalik legalitas OJK sehingga mereka sesuka hari menyerang secara psikologis. Saran saya, jika tidak sangat mendesak, tidak ada lagi yang bisa membantu, jangan terlibat dengan pihak-pihak mereka yang menamakan diri penolong keuangan. 

Sebenarnya saya juga mempunyai tangkap layar ancaman mereka, tapi sudah saya laporkan kepada Tuhan. Hehehe. Berikut beberapa video korban ancaman pihak pinjol agar kita bisa waspada.




https://www.youtube.com/watch?v=aWw2kiGEOjM

SANG DEWAN-ITA

SANG DEWAN-ITA



Oleh Moh. Rasul Mauludi

 

Wanita adalah satu-satunya makhluk yang diciptakan paling seksi dari pada makhluk lainnya. Wanita selalu identik dengan keindahan, kesenangan, kebajagiaan, bahkan lebih dari itu yakni  tentang kenikmatan. Sangatlah wajar, bila wanita disandingkan dengan semacam godaan dunia yang sering digaungkan yaitu harta, tahta, dan wanita.

Karena wanita, laki-laki menjadi menemukan kelelakiaannya. Karena wanita, dunia menjadi perhiasan tiada henti. Karena wanita, hubungan semakin banyak hubungan meskipun membentur berhubung atau yang sudah memiliki hubungan. Jadilah wanita penuh fenomena dan misteri kehidupan. Bahkan karena wanita, lingkaran parlemen menjadi lingkaran yang melebihi lingkaran program kerja.

Kita semua sebagai rakyat kecil sering disuguhkan informasi tentang bagaimana peran ganda oknum parlemen. Hubungan rekan, relasi, dan fraksi seperti sudah membosankan atau menjenuhkan. Maka, hubungan dengan wanita di luar hubungan semakin liar dan mengasyikkan.

Oknum, ya oknum. Karena oknum sering disandarkan pada hal-hal yang melampaui atau menyimpang dari kapasitas, jabatan, kewenangan, dan tanggung jawabnya. Cukup dengan wanita, kewibawaan dan kehormatan menjadi sampah dan menjijikkan.

Sang dewan-itapun mungkin bagian dari oknum yang tak pernah lekang dari kehidupan mapan yang bergelimang harta dan kemudahan. Akhirnya kalimat-kalimat suci bahkan janji benar-benar simbol belaka atau alat menuju jalan lingkaran wanita.

Bagi oknum, wakil-mewakili yang disandang dipundak sang dewani-ta hanyalah semacam pepesan kosong atau lebih buruk dari itu. Sangat lucu sekali dan kita patut tertawa lebar menyaksikan kampanye-kampanye kebohongan ulah si oknum yang memyandang gelar sang dewan-ita.

Apapun alasannya, pergumulan wanita yang menjadi jalan saat gelap diantara terangnya tahta dan harta akan merusak tatanan dan tanggung jawabnya sebagai perwakilan rakyat. Bolehlah mengelak bahkan memungkiri, tetapi kenyataan akan memberi jawaban dari sebuah pengkhianatan.

Begitulah yang sering kita dengar, lihat, dan  baca setiap berita yang mengulas informasi tentang sang dewan-ita. Dari dugaan hingga benar-benar terjadi. Kebanyakan dugaan benar-benar terjadi sering dipertontonkan dalam panggung kehidupan ini.

Wanita yang melebur pada setiap oknum benar-benar asyik, baik mengusik maupun menggelitik. Akhirnya sang dewan-ita tak pernah selamat dari persembunyiaannya. Selamat menikmatinya.

PROTEIN HIDUP BUKAN IKAN

PROTEIN HIDUP BUKAN IKAN

 



Oleh: Moh. Rasul Mauludi

 

Berbicara protein, pastilah kita tertuju pada hewan yang namanya ikan, sebab lebih mudah dikenal dan sering menjadi konsumsi keseharian. Meskipun, banyak selain ikan yang mengandung (bukan menghamili) protein. Maaf, dalam kurung hanya ingin menggambarkan isu dunia maya tentang hamil menghamili dan hubungan bebas menuju kehamilan.

Kembali pada sebuah protein yang banyak dihasilkan oleh ikan. Dengan protein yang tinggi, tentunya tidak sampai pada lemak berlebihan dan kolestrol, sangat membantu daya tahan tubuh pada kesehatan. Bahkan ada yang mengatakan bisa membantu kecerdasan manusia. Namun, kecerdasan tidak semata-mata karena asupan protein yang tinggi. Kecerdasan butuh penyatuan satu kesatuan dalam diri manusia.

Bila kecerdasan diukur dengan banyaknya protein, maka yang sering mengkonsumsi ikan bisa lebih cerdas dari jarang atau tidak pernah mengkonsumsi ikan. Bisa jadi semua yang hidup di pesisir akan lebih cerdas dari yang tidak hidup di pesisir. Namun, sampai di sini, protein bisa mencerdaskan mungkin terbantahkan.

Manusia butuh protein untuk menyehatkan dan menambah gizi dalam kehidupannya. Protein itu sendiri bukan satu-satunya harus ikan dan sejenisnya. Menyehatkan jiwa dan raga sangat perlu, bahkan sangat dianjurkan. Karena, pada raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Akan tetapi, terkadang, pada jiwa yang sehat, tidak sepenuhnya pada raga yang sehat.

Protein hidup bukanlah ikan, melainkan bisa diperoleh dan didapatkan dari berbagai macam sari pati kebaikan, kebenaran, keindahan, dan kebahagiaan. Dengan begitu bisa terjamin kesehatan jasmani dan rohani.

Empat sari pati tersebut merupakan keumuman yang penulis tulis, bukan suatu definisi yang dipatenkan seperti para ahli dan peneliti. Jadi, protein hidup itu ada pada sari pati yang empat yakni kebaikan, kebenaran, keindahan, dan kebahagiaan.

Protein hidup bukan ikan. Boleh dan dianjurkan mengkonsumsi ikan untuk bagian dari menghindari terlalu banyak konsumsi dengan pengawet dan pabrikan. Seperti bakar-bakar ikan, makan bersama di warung dengan menu ikan, dan tersedianya ikan di dapur masing-masing supaya gizi tetap terjaga.

Menulispun butuh protein, entah bagaimana caranya. Maka, terserah caranya masing-masing memberi asupan protein pada daya kreativitas menulis. Semoga protein itu menjadi selera yang menggairahkan sehingga tetap bersemangat berkarya.

 


Cara Mendatangkan Uang

Cara Mendatangkan Uang

 


Ada beberapa cara untuk mendatangkan uang. Kata teman saya: buatlah uang yang butuh kita. Ah, apa benar bisa begitu? Beberapa cara yang orang awam lakukan adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan amalan khusus.

2. Menyikapi uang.

3. Komunikasi dengan uang.

4. Memanggil dengan nama asal uang

5. Memanggil uang dengan sugesti

 

MENGGUNAKAN AMALAN KHUSUS

Nah, bagian penting dan utama pertama adalah: menggunakan amalan khusus. Banyak orang menggunakan amalan khusus, entah berupa bacaan ayat atau surat dalam kitab suci. Tentu amalan tersebut diperoleh mereka dari orang-orang khusus pula. Ada orang yang diperintahkan selalau melaksanakan salat Dhuha, ada yang membaca ‘bismillah’ dengan bilangan tertentu, ada yang salawat, ada bahkan yang berupa satu surat lengkap dari kitab suci juga dengan tatacara tertentu.

Namun demikian, tentu yang paling utama adalah kehati-hatian. Upaya yang kita lakukan jangan sampai ‘memperalat’ amalan tersebut untuk kepentingan mendatangkan duit. Banyak orang salah adab kepada Tuhan. Dengan alasan pemberian kyai atau berdasar agama, kemudian banyak orang memperbanyak amalan dengan tujuan menarik rejeki. Lakukan saja amalan tersebut sebagai bentuk usaha merayu Tuhan, cukup. Tanpa ada embel-embel mendatangkan duit. Terserah Tuhan saja, yang terpenting melakukan pengabdian yang benar kepada Tuhan, selebihnya Tuhan sendiri yang akan memberikan bonus dan besarannya.

MENYIKAPI UANG

Tentang bagaimana bersikap pada uang ada dua tipe orang. Pertama: orang rapi. Kedua: orang cuek. Tipe pertama adalah jenis orang yang sangat menghargai uang. Besar dan kecil nominal uang sama-sama diberi penghargaan yang tulus bahkan berlebihan. Contoh: ada orang yang sangat rapi menata uang di dalam dompetnya. Ia susun dari nominal terbesar hingga terkecil atau sebaliknya. Bahkan, ia menyediakan tempat khusus untuk uang jenis koin atau receh.

Tipe orang kedua adalah mereka yang tidak begitu ambil pusing dengan cara memperlakukan uang. Ia tidak sibuk dengan cara menata uang. Ia hanya tahu, ini uang. Cukup. Jadi perujudan uang miliknya tidak serapi orang pertama. Keadaan uang pada orang ini tidak urut, tidak tertata, lungset, terlipat-lipat, dan kocar-kacir tempatnya. Ia tidak peduli dengan hal remeh temeh seperti itu. Ia bahkan tidak peduli uang-uang yang bergambar presiden berkumpul dengan prajurit. Gambar monyet berkumpul dengan wajah pahlawan, tidak ada masalah baginya. Yang penting uang, bisa digunakan untuk transaksi.

Sangat berbeda dengan orang tipe pertama. Orang tipe pertama sangat peduli dan rapi. Uang-uang yang bergambar mantan presiden akan dikumpulkan dengan yang sejenis baru kemudian nominal di bawahnya dan seterusnya. Mereka menyikapi uang seperti itu mungkin agar yang presiden tidak tersinggung, jika dikumpulkan secara semerawut dengan gambar yang lain apalagi hewan dan tumbuhan. Hahaha. Tentang bagaimana dampaknya terhadap derasnya rezeki belum ada penelitian tentang ini, tapi setidaknya kita bisa berkaca pada bank. Orang-orang bank sangat rapi dalam menata uang. Gambar uang mantan presiden pasti mereka pertemukan dengan gambar yang sama dalam satu ikatan yang rapi bahkan menggiurkan. Faktanya, dengan menyikapi uang dengan cara orang bank, terbukti bank banyak menyedot uang dari masyarakat. Wkwkwk. Tapi, semua kembali kepada masing-masing diri, mau pilih menyikapi uang yang seperti apa.

KOMUNIKASI DENGAN UANG

Hal berikutnya adalah dengan cara melakukan komunikasi dengan uang. Ternyata uang bisa diajak komunikasi, kata seseorang. Contoh komunikasinya seperti ini. Ketika kita mau membelanjakan uang pertama yang harus dilakukan adalah niat. ‘Niat saya mau membeli beras untuk makanan keluarga.’ Maka, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah berkomunikasi dengannya. Komunikasinya cukup dalam hati. Katakan pada uang: ‘hey uang, aku akan mengantar rezeki berupa uang ini kepada penjual beras, kembalilah padaku dengan berlipat-lipat dengan izin Tuhanmu!’ Wow. Ini bisa dicoba dan dibuktikan. Keberhasilannya bergantung amal baik masing-masing orang. Hahaha.

Tapi, secara logis, uang memang memiliki energi khusus. Ia mewakili salah satu rezeki pemberian Tuhan. Ia adalah alat transaksi, alat tukar resmi dalam interaksi masyarakat. Uang memiliki tingkat akurasi tinggi dalam pembuatannya. Uang juga memiliki tingkat pengamanan yang luar biasa. Dan ia memiliki daya tarik yang luar biasa. Kasarnya, uang bahkan bisa membeli siapa saja. Uang bisa menutup mata dan mulut siapapun. Uang mampu membuat manusia merangkak datang kepada sesama manusianya. Uang dapat menghancurkan seperangkat negara. Uang dapat membuat sehat seketika. Uang dapat membuat orang tersenyum tiba-tiba. Seharusnya uang dapat diajak berkomunikasi, setidaknya ia bisa kembali dan mengajak teman-temannya setelah kita belanjakan. Hahaha.

MEMANGGIL DENGAN NAMA ASAL UANG

Ini saya beri sedikit bocoran dari guru. Ternyata uang itu mempunyai nama asal. Nama asal kejadiannya. Bukan nama uang yang sudah wujud dan beredar sekarang. Kalau sekarang dikenal dengan nama mata uang. Jadi ada nama rupiah, rupe, dolar, ringgit, dan sebagainya. Semua nama itu bukan nama asal. Katanya guru, siapa yang mengenal nama asal uang ini, setidaknya kenal nama. Ketika kita memanggil nama tersebut, ia akan menoleh bahkan datang. Sederhananya seperti itu.

Berikut beberapa nama asal uang. Saya urut dari awal. Nama uang pertama ketika uang itu masih di langit. Ia bernama bud-hu. Ketika uang dipegang malaikat bernama: kuubun. Ketika uang telah sampai di tangan manusia bernama: kariimun. Sedangkan nama Toyfurun adalah datuk dari segala uang. Uang ketika masih pada Tuhan bernama: Marii’un, dan seterusnya. Bolehlah dicek kebenarannya pada guru masing-masing dan cara merayu dengan nama itu. Hehehe.

“Hey, Kariim, datanglah!”

 

MEMANGGIL UANG DENGAN SUGESTI

Nah, terakhir cara mendatangkan uang yakni dengan cara sugesti seperti yang teman saya lakukan. Tidak butuh syarat banyak. Cuma satu. Yakin. Sugesti yang teman saya berikan dan lakukan pada dirinya sendiri adalah: Uang butuh kita. Karena uang butuh kita, maka ia akan datang kepada kita. Yakini saja. Begitu.

Is it working? Tentu kembali kepada amal dan keyakinan masing-masing orang. Hanya orang yang telah mengalami yang bisa menjamin hal ini. Anda bisa komen nanti, akan saya beritahu siapa orangnya yang sudah mengalami dan saya berikan kontaknya agar anda bertanya langsung.

 

 


Cara Membuat Buku Digital ePub

Cara Membuat Buku Digital ePub

 



 

 

Sebelum memberikan tutorial bagaimana cara membuat buku digital dengan format epub, saya akan menjelaskan apa itu epub sendiri.

 

Epub adalah kependekan dari (Electronic Publication) yang dibuat oleh International Digital Publishing Forum (IDPF), sedangkan Epub ini sendiri gratis dan terbuka (open source), kelebihan Epub ini sendiri dibandingkan dengan buku digital lainnya adalah dari konten yang dapat dimuat pada buku digital Epub. Epub lebih interaktif karena dapat memuat konten video dan audio di dalamnya. Hal ini tidak terdapat pada buku digital biasa.

 

Untuk membuat Epub caranya sederhana, tools yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut.

1. Sigil (digunakan untuk Epub editor) download di https://code.google.com/p/sigil/downloads/list

2. Readium (digunakan untuk membaca file format Epub) penjelasan dapat dilihat di http://readium.org/


Bahan dasar buku berupa File format docx atau doc yang di Save as ke dalam format.htm. Setelah itu lanjutkan ke caara pembuatannya adalah sebagai berikut.

Sigil yang sudah di download lewat link tadi kemudian lakukan installasi. Buka Sigilnya, setelah dibuka akan tampil gambar sebagai berikut.



 Insert dokumen.htm hasil Save as dari file .doc atau .docx yang sudah dibuat sebelumnya. Tekan tombol  atau klik kanan pada Text yang ada pada window Book Browser kemudian Add Existing File, kemudian pilih file .htm yang sudah dibuat. Jika sudah termuat, maka hasilnya sebagai berikut.

 




Untuk menambahkan cover pada dokumen anda, pilih Tools > Add Cover kemudian pilih gambar pilihan anda untuk dijadikan cover dengan menekan other files kemudian ok. jika berhasil akan bertambah file cover di bagian Text.




Setelah cover, kemudian buat table of contents (Daftar Isi) dengan cara Tool > Table of Contents > Generate Table Of Contents > Ok. Jika Berhasil di generate akan ada gambar seperti ini di sisi kanan window anda.


Untuk menambahkan video pada dokumen Epub anda caranya adalah sebagai berikut, Klik atau klik kanan di video kemudian Add Existing Files, kemudian cari file video yang anda inginkan untuk ditambahkan di file Epub anda. 


Untuk menambahkan informasi dari pembuat buku atau author, caranya adalah sebagai berikut, klik Tools > Metadata Editor.. kemudian masukkan informasi dari pembuat buku.



Setelah semua tahap sudah dilakukan, kemudian Save as pekerjaan anda. Maka output dari hasil pekerjaan anda adalah dalam bentuk .epub. Selamat mencoba dan berkarya.

 

Susah Dapat Pekerjaan? Mulailah Menulis

Susah Dapat Pekerjaan? Mulailah Menulis



Oleh Liza Ulfa Maesura

Tahun 2021, menjadi puncak wabah Covid 19 di Indonesia. Kematian meningkat, jumlah warga yang positif juga meningkat. Tidak hanya itu, wabah ini juga memberi dampak yang sangat besar di banyak bidang. Mulai dari sosial, pendidikan, bahkan yang paling kita rasakan adalah dalam sektor ekonomi. 

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa sektor ekonomi menjadi bidang yang paling terpengaruh di dalam kehidupan masyarakat. Kewajiban untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti diam di rumah. Menurunkan angka pendapatan serta meningkatkan jumlah warga yang kesulitan pekerjaan. Banyak tempat perdagangan, bahkan perusahaan yang terancam bangkrut sehingga mereka harus melakukan PHK terhadap karyawan mereka. Sehingga untuk bertahan hidup, secara naluriah masyarakat harus tetap mencari nafkah dan mencari pekerjaan lain. Termasuk memanfaatkan teknologi di masa ini. Bagaimana tetap bisa bekerja, mendapatkan uang tanpa harus keluar rumah.

Tak heran, banyak vlogger atau youtuber, blogger, bahkan pengguna beberapa aplikasi yang menghasilkan uang seperti Snack video menjadi meningkat. Hal ini menjadi fenomena baru di dunia pekerjaan. Karena dampak dari pekerjaan baru yang menuntut kreativitas ini, tidak hanya menghasilkan uang, mereka juga bisa memiliki pengikut atau penggemar dan bisa mengembangkan bakat, hobi dan tentunya kreativitas. 

Demikian juga bagi mereka yang tidak memiliki bakat membuat konten atau kurang percaya diri, tetapi memiliki hobi atau bakat untuk membaca buku atau menulis cerita di beberapa aplikasi atau platform menulis. Dewasa ini, beberapa aplikasi menulis atau membaca buku telah membayar penulis cerita tersebut. Bahkan yang tidak bisa menulis tetapi suka membaca juga mendapat bayaran. 

Beberapa platform menulis yang membayar penulis di aplikasi mereka diantaranya adalah Dreame, Novelme, HiNovel dan lain sebagainya. Sedangkan aplikasi yang bisa membayar pembacanya diantaranya adalah GoNovel, Bacaplus dan lain sebagainya. Bayaran yang mereka tawarkan juga tidak main-main mulai dari bermata uang dolar hingga rupiah. Bahkan beberapa penulis mengaku sudah pernah mendapat pembayaran dari salah satu platform menulis sebesar $1.500 atau sekitar 21 juta jika dirupiahkan. Dan sebagian penulis pemula mengaku minimal bisa mendapat 700 ribu per bulan. 

Bekerja dari rumah hanya dengan mengandalkan gadget mereka. Mendapatkan uang, kesenangan bahkan pengikut atau penggemar dari cerita mereka menjadi pengalaman baru yang tidak terlupakan. Jadi, tunggu apa lagi. Bacalah atau menuliskan dari sekarang. (LM)

Tidak Salah kau Menyatakan Cinta?

Tidak Salah kau Menyatakan Cinta?

 


Tidak Salah kau Menyatakan Cinta? Aku bertanya kepadamu. Menurutku kamu menyatakan cinta asal saja. Mungkin untuk menutupi ruang sempit di tepi hatimu. Orang cinta tidak begitu. Orang cinta memiliki kepekaan tajam apalagi engkau banyak tahu keadaan sebenarku. Engkau tahu betul sedih senangku, susah ceriaku, sempit longgarku, sakit sehatku, kurang cukupku, bahkan engkau tahu apa yang kurasakan. Aku banyak bercerita tanpa kau bertanya. Setidaknya engkau banyak tahu tentangku.

Makin lama kupikir, sepertinya itu bukan cinta. Sepertinya sekedar kata tak bermakna saja. Orang cinta tidak seperti itu. Orang cinta tahu betul apa yang harus dilakukan untuk orang yang dicintainya. Orang cinta tak akan bertanya, tapi melakukan yang terbaik untuk merawat cintanya. Orang cinta tak perlu ba bi bu bahkan tak perlu berpikir dua tiga kali untuk menunjukkan cintanya. Orang cinta itu memberikan pengorbanan yang terbaik, tidak dalam berhitung untung rugi atau seberapa banyak telah dibaktikan. Orang cinta itu tak perlu kata ‘tolong aku,’ tapi segera bertindak sebelum permintaan tolong diucapkan. Lebih-lebih ketika yang engkau cintai sampai tercetus kata ‘tolong aku,’ tapi engkau tidak menolongnya (bahkan setelah tahu semua kepiluannya) engkau tak menolongnya, bukankah itu bukan cinta? Bukankah engkau hanya menonton dari jauh kejatuhan orang yang engkau cintai? Itukah cinta? Engkau telah menyaksikan drama kehidupan dalam senyum sinismu.

Hey, jika seseorang hadir dan kau anggap kekasih, tidak seharusnya begitu memperlakukannya. Apakah engkau tidak merasa bahwa sesungguhnya ia sangat menilai? Jika kehadiran seseorang terlanjur berada dalam hidupmu, tapi tidak seperti yang kauinginkan, jangan berlindung dalam kata cinta. Engkau telah merusak keharuman bunga. Engkau telah meracuni pohon kehidupan. Engkau telah memenggal kepalanya dengan senyuman termanis.

Jika seseorang yang kaucintai, lebih dari sekedar yang kauinginkan, pasti ia tak semenderita ini. Ia akan memanjakanmu, memuliakanmu, dan memenuhi seluruh kehausanmu tentang dunia. Sadarlah, engkau tidak dalam rasa cinta itu. Itu ilusimu. Engkau sedang menonton episode sinetron kehidupan dengan secangkir teh hangat dan kerupuk udang.

Jangan bawa-bawa Tuhan untuk melegalkan cintamu. Kau tidak akan pernah dapat keuntungan dari cinta yang kaumaknai sendiri. Engkau tidak akan dapat apa-apa selain cinta yang pahami. Kau hanya penonton, bukan supporter. Kau ada pada garis luar pertunjukan, jadi jangan bawa-bawa hal yang mendalam di luar jangkauanmu.

Ketahuilah, tangisan itu bukan pura-pura, tapi cinta itulah yang pura-pura. Cinta yang benar, menghapus air mata, bukan menambah banjir air mata. Cinta yang benar, segera merangkul, bukan menunggu teriakan tolong dan tangisan. Cinta yang benar, ada dan nyata, bukan ilusi.


#cintapalsu #cinta #kw2

@cinta


Berita Membuat Banyak Orang Mati Karena Cemas

Berita Membuat Banyak Orang Mati Karena Cemas

 


 

Berita Membuat Banyak Orang Mati Karena Cemas. Top ranking berita kematian akibat covid-19. Setiap hari diberitakan jumlah terpapar dan meninggal akibat covid-19. Perpanjangan PPKM. Perpanjangan PPKM tahap lanjut. Memangnya masyarakat butuh suguhan berita tidak sedap itu? Bukankah ada banyak aplikasi yang memuat data tentang statistic tersebut? Bukankah tidak semua orang butuh asupan berita sakit dan mati itu?

Ayo, hentikan berita-berita mengenai ini. Masyarakat yang pikirannya merdeka mungkin masih bisa melewatkan di telinganya, tapi masyarakat awam begitu cemas dan gelisah. Sangat dan amat. Logiskah kalua berita tidak sedap itu dapat mengurangi imun masyarakat? Mengapa begitu gencar pemberitaan angka-angka itu. Untuk memenuhi rating? Atau, dapat sumbangan dari pemerintah karena dapat memberitakan dengan heboh?

Tiap chanel tv berita isinya itu-itu saja. Susah sekali membuat masyarakat punya harapan dan tertawa. Sampai-sampai ada satu kampung membuat mitos lama muncul lagi. Lampor. Tahu lampor? Lampor itu keranda terbang. Untuk menakut-nakuti masyarakat. Sejak PPKM pertama isu lampor itu dimunculkan di masyarakat, meningkatkan kecemasan dan ketakutan masyarakat. Jika ditambah lampor dan berita statistic terpapar dan meninggal akibat cocvid-19 bukankah itu toksin? Apakah tidak terpikirkan hukum Tarik menarik  yang alamiah? Seringnya memberitakan hal itu sama halnya mengundang lebih parah dan lebih banyak. Hey, berhentilah, jangan seperti pahlawan atau superman wonderwomen. Cukupkan.

Beritakan hal baik dan positif yang bisa menguatkan imun masyarakat. Kalua tidak punya bahan pergi ke sungai, ke laut, atau ke hutan. Ada banyak bahan yang bisa diramu menjadi berita atau narasi. Jangan alih-alih preventif agar masyarakat patuh prokes atau menjaga Kesehatan. Terus saja diberitakan hal itu. Stop!

Begitu saja ya, semoga dikau mengerti.

 


Jatuh Cinta Itu Mudah, Mudah Jatuhnya (Menyuarakan Tulisan Part 2)

Jatuh Cinta Itu Mudah, Mudah Jatuhnya (Menyuarakan Tulisan Part 2)



Tulisan di bawah ini adalah suara tulisan dari sebuah chanel youtube bernama Dmind Relaxation dengan judul Cerita Sebelum Tidur tentang Cinta. Suara perempuan yang menyuarakan tulisan. Entah siapa namanya. Simak suara tulisanya berikut.

Jatuh cinta itu mudah. Mudah dibuatnya gila. Mudah dibuatnya bahagia. Mudah dibuainya. Iya mudah. Mudah jatuhnya.

Yang sulit adalah tetap cinta ketika sudah kau ketahui seisi kepalanya, ketika sudah kau selami hatinya, ketika sudah kau dalami kehidupannya, ketika permukaan sudah membawamu terlalu jauh tenggelam dalam palung terkelamnya, ketika biru sudah menjadi abu, ketika kau mengerti pahami terima dan tetap merasa jatuh karenanya, ketika itu kau mengerti cinta. Jatuh cinta itu mudah apalagi denganmu.

Yang sulit adalah tetap cinta ketika sudah kuketahui semua perihal sosokmu, ketika sudah aku terima semua kurangmu, ketika sudah kucoba peluk semua retakmu, ketika itu kumengerti satu: sulitku untuk tetap tidak terasa sulit ketika itu kamu. Mereka gila ketika mereka ambil kesempatan untuk mengenal sosokmu. Mereka gila ketika mampu menghempaskanmu begitu saja.

Sekali dua kali kukatakan padamu bahwa kau pantas dapat semesta.  Bahwa hatimu pantas dapatkan bahagia. Di tengah kacaunya dunia, kau pantas memiliki satu orang yang akan selalu menggenggam tanganmu erat di setiap saat. Sekali dua kali kupinta padamu tuk tinggal. Berharap kau mengerti perihal keinginanku untuk menjadi bagian itu untukmu. Sekali dua kali sampai akhirnya kumengerti bagianku di sini. Jatuh cinta itu mudah. Mudah dibuatnya gila. Mudah dibuatnya bahagia. Mudah dibuainya. Iya, mudah. Mudah jatuhnya. Sebagaimana ku jatuh karenamu, tanpa ada aba-aba, dan sebagaimana aku tetap cinta walau tak kunjung jua kau menangkapnya.


Terima Kasih Sudah Ada dan Bahagia (Menyuarakan Tulisan Part 1)

Terima Kasih Sudah Ada dan Bahagia (Menyuarakan Tulisan Part 1)



Tulisan di bawah ini adalah suara tulisan dari sebuah chanel youtube bernama Dmind Relaxation. Suara perempuan yang menyuarakan tulisan. Entah siapa namanya. Simak suara tulisanya berikut.

Kita tidak perlu mengisi hidup orang lain bila ia memang tidak mau diisi. Mungkin hatinya sudah penuh. Kita dengan sendirinya akan mengisi hidup orang-orang yang masih kosong dengan kita menjadi orang baik, dengan kita berbuat baik, dengan kita berlaku yang santun menjadi orang yang ikhlas, dengan sendirinya orang lain akan menempatkan kita dalam posisi-posisi tertentu dalam hidupnya. Diberikan ruang dalam hatinya tanpa kita minta.

Kita cukup menjadi orang yang peduli, orang yang melakukan sesuatu tanpa mengharap sesuatu dari orang lain. Kita menjadi orang yang tulus. Tak masalah dengan penolakan karena memang akan selalu ada orang yang tidak bisa menerima kita hadir dalam hidupnya karena alasan tertentu. Yang kita tidak tahu, tapi itu bukan sesuatu yang perlu kita salahkan.

Kita cukup terus berjalan dan terus berbuat baik karena nanti akan ada orang yang memberikan kita ruang yang sangat besar dalam hidupnya, ruang yang paling luas dan paling rahasia. Orang itu adalah orang yang nantinya menjadi rumah di mana tempat kita pulang dan tinggal karena ia menjadi orang yang paling bisa menerima siapa kita saat pulang seburuk apapun diri kita karena dalam ruang hatinya itu kita menyimpan rahasia-rahasia terbesar kita dan dia bersedia menyimpan semua itu.

Ruang hati seseorang, ruang hati seseorang ini adalah tulisan dari Kurniawangunadi yang dibacakan oleh dokter Vina di laman yang mereka buat yaitu suara cerita pada tahun 2015 yang lalu. Sepasang suami istri yang berhasil membuatku jatuh cinta pada kekompakannya mengolah aksara. Karena tulisan mereka ini, aku mulai belajar membacakan tulisan-tulisan mendobrak diriku untuk memasuki dunia baru. Kini aku tahu bahwa isi hati tak hanya bisa diungkapkan lewat tulisan, tapi juga bisa disuarakan.

Membaca tulisan mereka pada saat aku SMA membuatku benar-benar jatuh dalam dunia mereka bahkan saking jatuh cintanya pada mereka, aku sampai berani mimpikan bagaimana kalau nanti aku punya suami yang suka nulis seperti Kurniawangunadi. Konyol memang, tapi semesta memang selalu punya cara mengambilkan pinta-pinta, termasuk permintaan konyolku yang ini.

Ia menghadirkan seseorang yang pernah aku tulis dalam buku impianku. Dengannya aku belajar bila mencintai adalah sebuah keikhlasan seperti halnya langit yang tak pernah meminta balas atas hujan yang ia beri karena ia tahu mencintai adalah memberi bukan meminta. Menerima bukan memaksa. Terima kasih suara cerita untuk tulisan di tahun 2015-nya dan untukmu terima kasih sudah ada. Teruslah bahagia. Kata semesta, kamu harus bahagia. 

Mehter Tahkimi

Mehter Tahkimi

 




Ketika Kaisar Polandia II Augustus bersama rekan prajuritnya melakukan kunjungan kenegaraan ke Istanbul, Turki, pada tahun 1700, sungguh terkaget-kaget ketika kedatangannya disambut dengan musik khas. Iringan musik yang dimainkan oleh barisan orang berpakaian merah dan hijau dengan berbagai alat musik. Itulah ciri khas tentara pada Kekaisaran Ottoman.

''Musik yang ribut luar biasa,'' kata sang tentara itu.

Barisan pemusik itu adalah Mehter Tahkimi, kelompok musik Kekaisaran Ottoman.  

Mulanya sebutan mehter ditujukan untuk pegawai berpangkat tinggi. Namun, Sultan Alaudin yang memelopori pembentukan pawai musik ini menamai kelompok pemusik yang dibentuknya dengan nama Mehterhane atau MEHTER TAHKIMI.

Mehter Tahkimi adalah salah satu musik militer yang dianggap tertua di dunia. Bermula sejak 1299 M hingga berakhinya kekuasaan Ottoman pada 1923 M.  Alunan suara Mehter Tahkimi terdengar di Eropa ketika Ottoman menaklukkan Kota Konstantinopel pada 1453M hingga dilanjutkan dengan ekspansi militer ke Eropa Selatan dan Eropa Timur sampai 1699M.

Keanggotaan Mehter Tahkimi terdiri atas tujuh sampai sembilan pemain yang masing-masing memegang alat musik. Pada setiap penampilan mehter tahkimi, pemain wajib untuk selalu membawa çevgan yaitu pembawa logam bulan sabit besar yang dihiasi lonceng. Suara gemerincing lonceng yang dibawa çevgan turut menghidupkan suasana alunan musik mehter tahkimi.


Mehmet Ali Sanlikol menulis dalam bukunya The Musician Mehters bahwa mehter tahkimi lebih dari sekadar lagu perang. Bagi musisi rock dan jazz Turki modern itu, suara ribut yang dihasilkan mehter tahkimi bagaikan alunan nada Led Zeppelin, Herbie Hancock's Headhunters, dan James Brown.


Sebagai pawai musik resmi negara, Mehter Tahkimi mempunyai tugas rutin untuk membangunkan orang-orang di pagi hari dan memberikan pertunjukan musik di istana pada malam hari. Mereka mendampingi aktivitas sultan Ottoman dan menghibur tamu negara pada upacara atau perayaan dan juga mengiringi keberangkatan mereka yang berhaji ke Makkah.

 

 Doa Kesembuhan dari Covid-19

Doa Kesembuhan dari Covid-19





Dengan penuhnya rumah sakit dengan pasien Covid-19, ada banyak yang dengan terpaksa melakukan isolasi mandiri di rumah (isoman). Salah satu obat kesembuhan dan utama adalah doa. Siapa tahu dengan doa berikut Tuhan berkenan menyembuhkan. Doa berikut dalam bahasa Madura yang dilengkapi dengan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia. Berikut doanya:

Bismillahirrahmanirrahim

Guste se Maha Agung

Guste se Maha Mabaras panyake'

Kalaban kabellasan Ajunan, nyo'ona pabarassagi sadaja

se songkan tettepagi dhalem ni'mat sehat

Manabi banni Ajunan pasera pole se daddi pangareban

Aamiin

 

Terjemahannya:

Bismillahirrahmanirrahim. Tuhan Yang Maha Agung, Tuhan Yang Maha Penyembuh. Dengan RahmanMu hamba memohon kesembuhan untuk semua yang menderita sakit, tetapkan dalam nikmat sehat. Kalau bukan Engkau yang menyembuhkan kepada siapa lagi hamba berharap? Aamiin.

 

Mari saling mendoakan.

Pemicu Kreativitas Menulis

Pemicu Kreativitas Menulis

 



Ada yang menulis ketika mengalami perasaan sedih. Ada pula yang menulis ketika ingin menulis. Tidak banyak yang menulis menjadi kegiatan rutin layaknya makan tiga kali sehari atau mandi duakali sehari.

Perasaan sedih memang sangat memicu kreativitas menulis. Banyak penggubah lagu menulis ketika memang merasakan kesedihan sehingga lagu-lagu ciptaannya pun mengalirkan kesedihan yang dapat ditangkap oleh penikmatnya.

Momen ketika ingin menulis menjadikan kegiatan menulis benar-benar di posisi sampingan. Ia dilakukan hanya ketika ingin saja. Jika tidak menginginkannya, maka tidak dilakukan. Berbeda dengan profesi wartawan atau pekerja yang bidangnya menulis seperti penerjemah dan sebagainya. Mereka memang harus menulis, bahkan tanpa momen. Mereka tidak memerlukan pemicu untuk melakukan kegiatan menulis. Yang mereka perlukan just write now!

Beberapa orang yang menulis juga kemudian menyukai bidang tertentu. Ada yang suka menulis puisi. Ada yang sangat lancar menulis cerita. Bahkan ada yang dengan terpejam bisa menuliskan suatu peristiwa. Yang mereka butuhkan hanya menulis karena dengan menulis, dapur keluarga mereka dalam kondisi aman.

Beberapa penulis juga ada yang mengahlikan diri sehingga muncul predikat cerpenis, penyair, wartawan, penerjemah, editor, dan sebagainya. Bukannya mereka tidak bisa beralih tukar dengan bidang lain, tapi karena soul mereka terbesar terfokus pada yang disukainya.

Banyak orang menghindari pekerjaan menulis. Mereka kebanyakan hanya mengetik. Membalas pesan teks, mengerjakan administrasi, mengisi form, dan sebagainya. Mereka memang meyakini fakta bahwa penulis tidak menjamin kesejahteraan hidup bahkan para penulis baru dikenal ketika telah mati. Profesi penullis memang belum diakui di nusantara sebagai pekerjaan resmi, tapi setidaknya sudah ada langkah ke arah profesionalitas. Misalnya diselenggarakannya sertifikasi penulis dan editor oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Nasional. Ada pula program penilai buku yang layak untuk kementerian. Ada pula penerjemah, penulis biografi tokoh, dan sebagainya. Dan yang pasti, wartawan, jurnalis, dan peneliti sudah menjadi pekerjaan khusus yang dapat menghidupi diri dan keluarganya.

 Mau Duit Gratis? (Mining BTC Tanpa Modal Tanpa Repot)

Mau Duit Gratis? (Mining BTC Tanpa Modal Tanpa Repot)



Berdasarkan pengalaman, maka judul di atas sangat tepat memulai penyampaian penghasil uang crypto berupa BTC. Caranya sangat mudah. Berikut langkah-langkahnya:

1. Lakukan pengunduhan aplikasi melalui link ini https://cryptotabbrowser.com/24384986 untuk PC atau laptop.

2. Jadikan CryptoTab sebagai default browser.

3. Daftarkan diri dengan mengisi form pada pendaftaran CryptoTab.

4. Verifikasi email, dilakukan setelah mendaftar.

Sudah selesai. Ketika kita berselancar menggunakan CryptoTab, maka uang kripto otomatis berjalan. Ketika sudah sampai pada jumlah minimal widrawal, silakan diambil dengan dikirimkan ke alamat wallet BTC. Sekian.

Perangko Indonesia untuk Palestina

Perangko Indonesia untuk Palestina

 


Tahukah anda, bahwa Palestina merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Lebih tepatnya jika dikatakan bahwa tokoh besar pertama yang memberikan ucapan selamat dan dukungan kepada Indonesia untuk kemerdekaannya adalah orang Palestina. Merujuk pada buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri yang ditulis Zein Hassan, seorang tokoh nasionalis Palestina, sekaligus Mufti Agung Yerusalem, Amin Al-Husseini, dialah yang menyatakan pengakuannya terhadap kemerdekaan negara Indonesia.

Pengakuan tersebut disampaikan lewat siaran radio berbahasa Arab selama dua hari berturut-turut dari Berlin, Jerman, pada 1944. Ucapan selamat dari Syekh Muhammad Amin Al-Husseini pada saat itu bukan pengakuan kedaulatan Indonesia secara sah, melainkan sebatas dukungan kepada Indonesia karena pada tahun itu Indonesia juga belum merdeka. Selain itu pada tahun 1944, wilayah Palestina masih di bawah pemerintahan Britania Raya (1920-1948) dan belum menjadi sebuah negara yang berdaulat.

Sebagai bentuk penghargaan Indonesia kepada Palestina dibuatlah perangko Indonesia tahun 1978 bernilai 100 Rupiah, bergambar Qubbatus Sakhra' sebagai ikon Masjid Al-Aqsha dan bertuliskan kalimat dukungan untuk Palestina, "Untuk kesejahteraan keluarga para syuhada' dan pejuang kemerdekaan Palestina". Hingga hari ini, Indonesia dan Palestina bertali kasih dalam hubungan dan gerakan kemanusiaan.

Penggunaan Kata Depan ‘di’ yang Aneh

Penggunaan Kata Depan ‘di’ yang Aneh

Menurut rumus pembentukan kata, penggunaan kata depan ‘di’ ditulis terpisah jika bertemu dengan kata yang bukan kata kerja sedangkan kata ‘di’ digabung, jika bertemu dengan kata kerja. Ada banyak penggunaan kata ‘di’ di media sosial baik berupa judul, kalimat, atau kata yang menyalahi aturan. Perhatikan beberapa gambar penggunaan kata ‘di’ yang tidak sesuai kaidah.




Sekilas jika dilihat dan dibaca tidak ada kejanggalan pada kalimat judul video youtuber tersebut. “Wajah Jakarta Dibalik Megahnya Gedung Bertingkat.” Penggunaan kata ‘di’ pada kata ‘dibalik’ apakah tepat? Jika dimaknai kota Jakarta bisa dibalik sehingga menjadi megah? Bagaimana dengan kalimat berikut yang kata ‘di’-nya dipisah? “Wajah Jakarta di Balik Megahnya Gedung Bertingkat.” Bukankah maknanya berbeda bahwa ada sisi lain yang tersembunyi dari megahnya gedung di Jakarta.

Perhatikan gambar lain berikut.


Pada teks narasi video tertulis: “….dan kemudian memuji orang Sumatra yg meletakkan keris itu didepan.” Perhatikan penggunaan kata ‘di’ perkara ada kesalahan lain abaikan. Kata ‘didepan’ penulisan yang benar adalah ‘di depan’. Kemudian perhatikan lagi penggunaan kata ‘di’ pada gambar berikut.

Kesalahan lain pada judul kita abaikan, fokus pada penggunaan kata ‘di’. Penggunaan yang tepat adalah ‘di antara’ bukan ‘diantara’. Kesalahan penggunaan kata depan ‘di’ tersebut sangat banyak kita temukan di media cetak atau digital. Lebih-lebih media personal yang memang tidak mempunyai latar belakang jurnalistik bahkan tidak pernah mengikuti bimbingan teknis mengenai Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan tatabahasa. Sepertinya perlu ada sertifikasi mahir berbahasa Indonesia yang baik dan benar untuk para penulis, jurnalis, wartawan, dan reporter.