Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Mainan Baru Untuk Pembelajaran

Mainan Baru Untuk Pembelajaran

 



Beberapa hari lalu aku memesan produk di toko online. Namanya Space 4D+. Augmented Reality Flashcard. Kartu Augmented Reality (AR). Beberapa hari kemudian datanglah produk itu sesuai pesanan. Kemasannya rapi, produknya juga bagus.

Secara umum, AR adalah gabungan objek virtual dengan objek nyata. AR adalah menggabungkan dunia nyata dan virtual, bersifat interaktif dan real time. Ia juga merupakan animasi 3D. Penemuan AR ini dimulai dari tahun 1957-1962, ketika Morton Heilig, seorang sinematografer, menciptakan dan memapatenkan sebuah simulator yang disebut Sensorama dengan visual, getaran, dan bau. Pada tahun 1966, Ivan Sutherland menemukan head-mounted display yang dia claim adalah jendela ke dunia virtual. Dilanjutkan pada tahun 1975, Myron Krueger menemukan Videoplace yang memungkinkan pengguna dapat berinteraksi dengan objek virtual untuk pertama kalinya. Tahun 1989, Jaron Lanier, memeperkenalkan Virtual Reality (VR) dan menciptakan bisnis komersial pertama kali di dunia maya, dan seterusnya. Silakan googling sendiri ya.

Sampailah kejayaan penemuan tersebut di masakini. Salah satu pemanfaatannya adalah sebagai sumber dan media pembelajaran. Produk yang kubeli diproduksi oleh Soyuz Mission, Soviet Union, tahun 1967 dan resmi dipasarkan oleh Octagon dengan alamat webnya:

www.octagonstudio.com

Harganya murah, per produk hanya sekitaran 55-150 ribu saja, bergantung jumlah kartu dan desain artistiknya. Produk tersebut sangat menarik bagi anak-anak sekolah, terutama pada jenjang pendidikan dasar. Sederhananya, kita hanya memindai masing-masing kartu tersebut sehingga muncul objek virtual sesuai gambar pada kartu. Perhatikan tautan videonya.


Bagaimana keren kan? Nah, produk tersebut sangat cocok dijadikan media dan sumber belajar di kelas para guru. Tentu anak-anak akan merasa senang dapat mainan baru. Ketika mereka tertarik, maka dapat dipastikan bahwa ia akan mengingatnya dengan baik. Produk tersebut dapat jadi materi pada Tema 9 kelas tinggi sekolah dasar, tapi juga dapat dikaitkan dengan tematik yang membahas topik teknologi masakini.

 

 

 


Chat Form, aplikasi Quiz yang Menyenangkan

Chat Form, aplikasi Quiz yang Menyenangkan

 

Chat Form merupakan aplikasi modifikasi dari Google Form. Chat Form adalah bentuk lain dari Google Form yang lebih menarik untuk anak-anak (murid). Tampilannya sangat mirip aktivitas kita saat melakukan chating di whatsapp, messanger, dan sebagainya. Dengan tampilan yang menarik mengurangi rasa bosan murid saat belajar dari rumah (BDR) atau daring.

Untuk membuat Chat Form, syarat pertama adalah harus bisa membuat materi di google form. Bahan quiz atau soal yang sudah dibuat di google form adalah dasar pembuatan chat form. Setelah soal dibuat di google form, kemudian kita tambahkan add on chat form. Prosesnya adalah sebagai berikut.


  • Siapkan bahan di google form 
  • Tambahkan add on dengan cara klik tombol menu (titik 3) kemudian pilih add on
  • Masukan dalam pencarian Chat-form kemudian klik pada hasil pencariannya
  • Pilih install
  • Klik tombol Lanjutkan
  • Pilih akun google yang akan dipasang
  • Klik tombol ijinkan
  • Jika berhasil akan muncul notofikasi add on berhasil di install, klik selesai
  • Tutup menu add on kembali ke formulir, akan muncul tombol add on di google form kita, klik pada tombol add on pelih chat form
  • pilih open
  • Jika muncul peringkatan seperti ini,
  • Masuk ke setting (titik 3 pojok kanan atas),
  • Ganti menjadi siapa saja yang dapat meimiliki link, setelah sesuai klik selesai
  • Buka ulang chat-form seperti langkah sebelumnya, kemudian klik tombol FORM TO CHAT
  • setelah tampil form to chat tampil, ada 3 menu, open untuk melihat bagaimana hasilnya, edit untuk mengedit tampilan soal dan share untuk memberikan link kepada siswa supaya mereka dapat mengerjakannya. Jadi link yang kita berikan bukan link google formulir tetapi link form to chat
  • Contoh link hasilnya seperti ini 
  • Link dapat kita kirimkan melalui whatsapp atau messenger lainnya

Demikian. Terima kasih. 


TUJUAN MENDASAR PENDIDIKAN

TUJUAN MENDASAR PENDIDIKAN

 


 

 

Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal itu sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa tujuan pendidikan adalah memerdekakan manusia. Manusia merdeka dalam pendidikan adalah orang yang hidup selamat dan bahagia. Jadi teringat doa: rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannar. Bukankah tujuan sebenarnya manusia adalah selamat dan bahagia?

Selamat dan bahagia itu kemudian dirinci kembali oleh Ki Hajar Dewantara menjadi Tri Rahayu (Tiga Keselamatan) yaitu: Hamemayu hayununging sarira, Hamemayu hayununging bangsa, dan Hamemayu hayununging bawana. Artinya menjaga dan memelihara diri sendiri, bangsa, dan alam semesta. Pendidikan dimulai dengan memperbaiki diri. Jika tiap diri sudah tertata baik, maka bangsa ikut baik, semesta pun ikut tertata baik.

Dengan Tri Rahayu yang menjadi dasar tujuan pendidikan, Ki Hajar Dewantara melanjutkan dengan Triloka Pendidik yakni: Ing Ngarsa Sung Tuladha; Ing Madya Mangun Karsa; dan Tut Wuri Handayani. Sebagai dasar kerja pendidik, guru berposisi di depan, maka berilah teladan yang baik. Guru juga berposisi di tengah pebelajar, yakni memberi motivasi, membangun kreatifitas, memunculkan inisiatif, memberikan inspirasi, memfasilitasi, dan sebagainya; dan guru juga sebagai orang yang menuntun, momong, memberdayakan, menguatkan, mendukung, membiarkan potensi-potensi yang baik keluar, dan sebagainya.

Kemudian Ki Hajar membuat atmoster pembelajar dengan istilah Tri Mong. Tri Mong yaitu: Momong, Among, dan Ngemong. Momong artinya merawat dengan penuh kasih saya, menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik. Among artinya memberi contoh tentang baik dan buruk, tanpa harus memaksakan kehendak. Ngemong berarti mengamati, merawat, menjaga agar anak mampu mengembangkan dirinya, bertanggung jawab, dan disiplin berdasarkan nilai-nilai yang dimiliki sesuai kodratnya.

Ranah pendidikan ada pada Tri Nga, yaitu Ngerti, ngrasa, dan nglakoni. Ngerti adalah orang yang tahu berkat ilmu yang diperoleh. Ngrasa adalah tingkatan selanjutnya setelah tahu  yakni paham (afeksi). Nglakoni berarti mengalami apa  yang telah diketahui dan dirasakan (dipahami). Nglakoni berarti tindakan, melakukan, psikomotorik. Mengetahui-memahami-melakukan.

Dilanjutkan dengan metode belajar yakni Tri No: Nonton, Niteni, dan Nirokke. Nonton artinya melihat, menyaksikan, mengamati. Contoh dalam kegiatan ini misal melihat, membaca, mendengarkan, dan sebagainya. Niteni adalah mengingat-ingat setelah mengamati. Kegiatan ini adalah kegiatan mendalami dari kegiatan nonton. Terakhir Nirokke artinya menirukan contoh yang telah dilihat dan dingat-ingat. Maka contoh hasil dari belajar dari Tri No ini adalah ‘tidak jatuh pada lubang yang sama.’

Sekarang coba flashback, bagi siapa saja yang pernah ‘makan bangku sekolah,’ apakah sudah didapat hakikat pendidikan hingga mencapai tujuan selamat dan bahagia? Untuk mencapai hidup selamat dan bahagia, ilmu yang dibutuhkan yang seharusnya diperoleh ketika kita sekolah adalah ilmu keselamatan dan kebahagiaan. Dengan potensi dari masing-masing pebelajar, sudah selaraskah hak ilmu yang sudah diterima? Apakah materi ajar yang kita terima membuat kita merasa dan akan selamat dan bahagia dunia dan akhirat setelah bertahun-tahun kita lulus? Berikan komentar konstruktif ya.

CLASSDOJO Aplikasi Pembelajaran Daring Recommended

CLASSDOJO Aplikasi Pembelajaran Daring Recommended

 


ClassDojo adalah platform edukasi gratis didirikan oleh perusahaan teknologi pendidikan. Sang penggagas: Chaudhary dan Liam Don kemudian merilis versi pertama ClassDojo pada Juli 2011. Pada tahun tersebut juga ClassDojo memperoleh penghargaan Inovasi Pendidikan Today Show, Forbes, Fast Company, Inc., dan mendapat anugerah TechCrunch 's Crunchie Award untuk Best Education Startup. ClassDojo sudah dapat digunakan dan diterjemahkan dalam 35 bahasa di dunia termasuk Bahasa Indonesia. Pusat server ClassDojo beralamat di 735 Tehama Street, San Francisco, California, 94103, United States of America.

ClassDojo dapat diakses pada desktop (komputer atau laptop) atau juga Hp android. Sebagai aplikasi gratis yang memfasilitasi pembelajaran, ClassDojo dapat memuat beranda layaknya Facebook. Melalui ClassDojo guru atau siswa dapat saling berbagi informasi pada beranda. Guru dapat memberi tugas sebaliknya siswa juga dapat mengakses tugas dan kemudian menyetorkannya. Bentuk tugas yang disetor dapat berupa gambar, tulisan tangan pada layar android, suara, dan bahkan video.

Penggunaan aplikasi tersebut sangat membantu para guru dan siswa lebih-lebih ketika pembelajaran Dalam Jaringan atau online. Guru juga dapat menata rapi seluruh administrasi kelas yang berhubungan dengan tugas-tugas yang siswa kumpulkan. Dengan demikian guru juga akan lebih mudah memberikan penilaian otentik. Kelebihan lain, selain guru dan siswa yang terkoneksi, orang tua siswa juga dapat bergabung dan memberikan saran dan apresiasi terhadap pembelajaran yang dilakukan.

Bagaimana cara membuat akun pada ClassDojo? Sebaiknya akun dibuat oleh guru. Pertama yang harus dilakukan guru adalah mendaftar akun pada laman ClassDojo dengan mengisikan email dan password. Ketika proses pendaftaran ClassDojo akan menawarkan pilihan, guru tinggal menekan kotak I’m teacher seperti pada gambar berikut.


Berikutnya guru juga diminta mengisi nama sekolah dan jenjang kelas. Proses berikutnya guru memasukkan nama-nama siswa dalam satu kelas sehingga nantinya siswa tinggal mengunduh aplikasinya melalui playstore dan meminta kode masuk kepada guru. Setelah diberikan kode, siswa mencari nama yang bersangkutan dan mengkliknya sehingga terhubung.

Untuk memudahkan secara mobile, guru dapat mengunduh aplikasinya di playstore seperti gambar di atas. Aplikasi tersebut ringan dijalankan dan termasuk aplikasi yang file masternya berukuran kecil.

Nah inilah contoh kelas yang berhasil dibuat oleh guru. Guru tinggal mengklik kelas yang telah dibuatnya, maka akan masuk ke halaman berikutnya.



Inilah halaman berikutnya. Di dalamnya sudah terhubung nama siswa dalam sekelas. Pada halaman tersebut terdapat 4 tab kiri atas dan 3 tab kanan atas.

Tab pada kanan atas adalah Ruang Kelas, Portofolio, Class Story, dan Pesan. Perhatikan gambar berikut.



Adapun fungsi bagian tersebut sebagai berikut. Ruang Kelas berfungsi memberikan poin kehadiran, keaktifan, kerajinan, dan sebagainya. Portofolio adalah bagian di mana guru dapat memberikan tugas dan siswa dapat menyerahkan tugas. Portofolio adalah tempat penting yang berisi rekaman aktifitas pembelajaran keseluruhan siswa.

Inilah tampilan tab Portofolio.



Ketika guru mengklik salah satu tugas, seperti gambar di bawah ini, maka guru dapat memberikan like dan komentar.



Tab berikutnya adalah Class Story. Bagian inilah yang saya maksud mirip dengan berada Facebook. Coba perhatikan gambar di bawah ini.


Guru dan siswa dapat memosting berbagai bentuk file selain tugas. Guru dan siswa juga dapat saling mengomentari atau memberikan like. Tampilan tersebut merupakan tampilan desktop sedangkan tampilan mobile (Hp) seperti berikut.


Bagian terakhir 4 tab kiri atas adalah Pesan. Bagian ini sesuai namanya adalah tempat berkirim  pesan secara pribadi baik dari guru ke siswa atau sebaliknya.

Selanjutnya adalah 3 tab kanan atas sebagaimana gambar di bawah ini.

Tab pertama adalah Student Login. Ketika diklik, maka muncul tampilan berikut.




Bagian ini berisi tentang info sekolah, nama-nama siswa, nama-nama orang tua, Skills (pengaturan reward poin yang akan diberikan kepada siswa), Teacher adalah daftar guru yang mengampu kelas, dan Setting untuk pengaturan akses kelas. Nah, pada bagian Class login, guru minta mendapat kode akses yang bisa dibagikan ke siswa ketika siswa menjadi bagian kelas.

Bagian akhir dari tab di kanan atas adalah Option. Ketika guru mengklik Option ini akan mendapatkan view report dari masing-masing seperti gambar berikut.



Proses berikutnya, siswa juga diminta juga mengunduh aplikasi ClassDojo. Ketika unduhan selesai dan mengklik aplikasinya, siswa diminta memilih I’m a student, kemudian muncul layar seperti ini. Pilih I don’t have a QR Code. Masukkan kode yang diberikan guru. Yang harus diketahui, bahwa kode hanya berlaku sehari. Ketika siswa logout, maka mereka harus memasukkan kode baru yang dimintanya kepada guru. Apabila siswa tidak logout dari aplikasi tersebut, maka tidak perlu memperbarui kode.


Setelah siswa memasukkan kode ClassDojo seperti gambar di atas pada siswa selanjutnya tinggal memilih namanya di dalam kelas tersebut dan mengkliknya. Setelah selesai, maka siswa sudah tergabung di Classdojo. Untuk melihat aktivitas kelas, gulir ke bawah akan ada aktivitas dan petunjuk kegiatan kelas setiap hari. Untuk melihat tugas siswa tinggal mengecek pada halaman protofolio, atau notifikasi yang masuk.

Demikian secara singkat cara membuat akun dan bergabung di ClassDojo. Semoga bermanfaat dan menambah ghirah guru dan siswa untuk belajar sepanjang hayat.


Artikel terkait adalah: Aplikasi Kelas Daring Mudah dan Menyenangkan (Paling Direkomendasikan)

Kapan Bangsa Indonesia Mulai Goblok?

Kapan Bangsa Indonesia Mulai Goblok?

 




Kapan Bangsa Indonesia Mulai Goblok? KH. Agus Sunyoto menyampaikan bangsa Indonesia mulai goblok sejak bangsa Indonesia mulai belajar melalui lembaga sekolah yang dibentuk pertama kali oleh Belanda. Pada 1892 pada masa politik etis, sekolah bikinan Belanda distandarkan secara nasional. Maka, bermunculanlah gelar-gelar. Kemudian Taman Siswa yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara berusaha kembali ke akar sistem pendidikan nusantara dengan tetap berbentuk sekolah menyesuaikan dengan lembaga pendidikan buatan Belanda sebelumnya. Namun, usaha tersebut hanya dilakukan parsial. Secara de jure, bapak pendidikan nasional bukanlah Ki Hajar Dewantara melainkan Gubernur Jenderal Herman William Daendels dan Gubernur Jenderal Van Heudtz. Silakan bisa dicari sendiri kebenarannya melalui penelusuran sejarah.

Sebelum orang mengenal sekolah, di nusantara ada empat sistem pendidikan. Ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya ada di lembaga pendidikan yang bernama sekolah. Sekolah adalah bagian kecil dari sistem pendidikan dalam kemasyarakatan bangsa nusantara. Empat bentuk sistem tersebut adalah: padepokan (pra Hindu-Budha), model asrama (pengaruh Budha), dukuh (Pengaruh Hindu), dan pesantren (ketika Islam masuk Nusantara).

Adapun hasil pada empat sistem pendidikan tersebut antara lain: terciptanya aksara (masing-masing daerah memiliki aksara sendiri), tercipta bahasa daerah, tercipta sistem kalender, terbentuknya pranatasosial (berupa istilah rakyat, masyarakat, musyawarah, majelis, gotong royong), kitab-kitab, bangunan megah, bangunan sejarah, peta, panglima militer, arsitek langka, karya sastra, tembang, alat musik, dan sebagainya.

Pada empat sistem pendidikan tersebut pendidikan terbagi atas dua fokus. Yaitu nalar dan intuisi. Nalar untuk mempelajari pengetahuan tentang materi sedangkan intuisi untuk mempelajari hal yang di luar materi. Ilmu nalar kemudian disebut dengan ilmu budi atau akal sedangkan pengetahuan intuitif kemudian pada masa Islam disebut sebagai ilmu Kalbu (rasa). Oleh karena itu Ki Hajar Dewantara ketika berusaha merevitalisasi sistem pendidikan nusantara untuk menandingi sistem pendidikan ala sekolah dengan menitikfokuskan pendidikan pada olah rasa, karsa, raga, dan hati.

Bagaimana dengan sistem pendidikan pada lembaga sekolah? Walaupun tetap menjual kata kunci dari Ki Hajar Dewantara, fakta dalam pelaksanaan kurikulum, menitikberatkan pada hal rasional. Inilah yang sebenarnya akar bahwa lembaga pendidikan pada sekolah menghasilkan pemikiran sekuler. Tujuan utama ada pada nilai dan sertifikat (ijazah). Terasalah kemudian bahwa hasil pendidikan berupa output sekolah menghasilkan sumber daya manusia yang materialistik dan sekuler. Kemudian pemerintah menambal sulam dengan program penguatan pendidikan karakter (PPK) dan profil siswa Pancasila, dan mensertifikasi guru pada masa kini. Banyak pula kemudian sekolah-sekolah berupa pendidikan etika profesi sebagai tambal sulam selanjutnya.

Pada struktur kurikulum nasional, sejak pergantiannya berkali-kali, selalu menempatkan Kompetensi Inti (KI) 1 sampai dengan 4. KI-1 menitikberatkan pada bidang religi, KI-2 tentang perilaku sosial (akhlak), KI-3 tentang pengetahun, KI-4 tentang keterampilan. Walaupun demikian, pada praktik di lapangan, titik pusat pembelajaran mengarah pada ketuntasan KI-3 dan KI-4 saja yang kemudian diterjemahkan dalam nilai kompeten yang diwakili dengan kertas resmi.

Bagaimana solusinya? Hanya satu kembali kepada sistem pendidikan nusantara yang pernah kita punya, salah satunya yang dibawa oleh Ki Hajar Dewantara (olahrasa, olahraga, olahkarsa, dan olahhati) atau Ing ngarsa sung tulada; ing madya mangun karsa; tut wuri handayani. Kembalikah secara utuh. Utuh seutuh-utuhnya diserap. Tidak seperti logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang hanya mengambil kalimat ketiga dari warisan Ki Hajar Dewantara sementara dua sisanya menjadi fosil. Silakan perhatikan logo yang dimaksud.

Selanjutnya, bagaimana menerapkan KI-1 sampai dengan KI-4 sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang menjadi cita-cita Undang-Undang Dasar 1945; mencerdaskan kehidupan bangsa? Hanya satu jawaban: melaksanakan amanat kurikulum nasional yang termuat dalam KI-1 sampai dengan KI-4 secara adil dan menyeluruh serta tuntas. Ini bergantung pada kepiawaian guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sementara banyak pendidikan dan latihan yang diselenggarakan oleh kementerian pendidikan hanya menguatkan pada keterampilan mengelola proses pembelajaran dalam menyampaikan KI-3 dan KI-4.

Gagasan menteri pendidikan baru: guru penggerak, siswa profil Pancasila, dan merdeka belajar, semoga menjadi jalan kembali kejayaan pendidikan nusantara. Perlu diketahui, Raden Ngabey Ranggawarsito pernah dilamar Belanda untuk mengajar di Belanda, tapi menolak. Banyak contoh lain yang bisa ditelusuri sendiri. Sebagai tambahan bahwa bangsa nusantara adalah negeri brahmana, negeri para guru. Sejak ada sistem persekolahan Indonesia menjadi TKI.

Delapan Jurus Ngajar Daring

Delapan Jurus Ngajar Daring



Ada banyak hal yang bisa dilakukan ketika melaksanakan pembelajaran jarak jauh terutama Dalam Jaringan (daring). Pembelajaran bervariasi dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan menantang. Pemilihan teknik pembelajaran menyesuaikan dengan asas kemanfaatan dan kejituan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang berlangsung.

Beberapa teknik atau jurus yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.

     Mengisi List (mengisi daftar)

Teknik ini dapat memuat tugas, daftar kehadiran murid, pilihan, dan sebagainya. Contoh list:

Isilah daftar cita-cita di bawah ini sesuai dengan cita-cita yang kalian impikan.

1.       Dokter (Andi).

2.       Hakim (Beni)

3.       ……………..

Dan seterusnya lanjutkan sesuai dengan urutan nomor induk kalian.

Penggunaan teknik ini memungkinkan semua murid terhubung dengan baik selama pembelajaran, mempunyai andil dalam proses pembelajaran, dan tentu fokus yang maksimal.

     Mengisi Form

Salah satu aplikasi pengisi form adalah google form. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi gratis yang sangat membantu guru dalam berbagai hal. Contoh dalam pelaksanaan Penilaian Harian (PH).

ada form tersebut guru dapat membuat soal pilihan gandak, jawaban singkat, checklist, dan sebagainya. Guru dapat melakukan analisis soal dengan menggunakan bantuan aplikasi add-ons, Flubaroo. Flubaroo mampu menampilkan analisis soal sebaik analisis soal yang dilakukan manual bahkan dapat diperingkat soal per murid dengan jumlah salah jawabnya. Mampu dimunculkan grafik klasikal soal dan sebagainya.  Berikut salah satu penggunaan google form pada soal Penilaian Harian (PH).

https://forms.gle/cBf6SYdGy668KeLb8. Contoh alamat link uang dapat langsung diklik untuk melihat contoh penggunaan google form.

   

Aplikasi Khusus Classdojo atau Google Classroom

Ada banyak aplikasi kelas online yang bisa dimanfaatkan secara gratis dalam pembelajaran. Classdojo dan google classroom adalah contoh terbaik yang bisa digunakan.

Inilah tampilan google classroom.

 



Google classroom memiliki tampilan dan tools yang sangat sederhana, tapi sudah cukup mumpuni sebagai alat dan media dalam pembelajaran. Tampilan berandanya mirip dengan facebook klasik. Guru dapat memosting jadwal pelajaran, pengumuman, dan apresiasi.

Google classroom memiliki empat tab yaitu stream (beranda), class works (tempat guru dan murid menyampaikan dan mengerjakan tugas), people (anggota kelas), dan mark (penilaian atas tugas murid).

Aplikasi kedua, classdojo. Aplikasi ini pada prinsipnya sama dengan google classroom. Beberapa fitur sama, tapi dengan istilah yang berbeda.

 


Ada empat tab pada classdojo yaitu ruang kelas, portofolios (tugas), class story (beranda), dan pesan.

Pada ruang kelas guru dapat memberikan apresiasi atas tugas-tugas yang dikerjakan murid berupa poin. Poinnya dapat diatur jumlah dan nama poinnya.

Google classroom dan classdojo sama-sama mempunyai kekurangan dan kelebihan namun secara praktis dapat digunakan dengan baik terutama dalam pembelajaran jarak jauh atau daring.

Bagaimana kedua aplikasi tersebut dapat digunakan, bisa ditemukan langkahnya melalui browsing atau menonton tutorialnya. Tinggal ketik saja kata kunci sesuai yang diinginkan.

 

     Mentag atau Menandai Tugas


Gambar di atas adalah salah satu contoh menandai tugas kepada gurunya melalui aplikasi instagram. Tentu, murid dan guru syaratnya harus memiliki akun instagram aktif. Gambar di atas adalah contoh tugas ketika murid ditugaskan untuk menemukan gambar jajanan khas Sumenep. Ketika murid sudah menemukan gambar tentang contoh jajanan khas Sumenep, mereka mempostingnya ke instagram dan menandai gurunya sehingga murid, guru, dan pengikut dalam instagram dapat melihat gambar jajanan khas Sumenep berikut caption (keterangan pada gambar).

     Pesan suara

Mengirim pesan suara (voice message) yang salah satunya terdapat pada aplikasi whatsapp sangat berguna dalam pembelajaran daring. Salah satunya pada tugas menyanyi atau menirukan. Contoh tugas menirukan. Guru memberikan contoh melafalkan kata dalam bahasa Inggris atau Arab dalam bentuk pesan suara, murid menirukannya juga dalam pesan suara yang dikirim ke guru. Teknis interaktif tersebut juga variasi pembelajaran yang bisa digunakan guru dengan baik.

     Discussion Virtual atau zoom

Pertemuan visual juga dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi zoom meeting, google meet, dan sebagainya. Penggunaan aplikasi tersebut setidaknya guru dan murid saling mengenal dengan baik, saling berkomunikasi, dan berdiskusi. Salah satu contoh penggunaan zoom ketika menyanyikan lagu Indonesia bersama-sama.

https://www.youtube.com/watch?v=tNyVBZc29Ak


Menonton video

Salah satu contoh kegiatan mengamati dan mengapresiasi dapat dilakukan dengan menonton video. Banyak video rekomended yang dapat ditemukan terutama di youtube tentang apa pun yang berkaitan dengan pembelajaran bahkan ada banyak sekolah atau guru yang membuat channel di youtube dan menayangkan video pembelajaran. Ada video yang memang dibuat per PB (pembelajaran), ada pula yang membuatnya berdasarkan materi. Guru tinggal menemukan dengan mengetikkan kata kunci yang tepat.

      Membuat video

Teknik ini tentu dimulai dengan penjelasan pembuka sehingga murid paham video apa yang akan mereka buat. Contoh video tentang wawancara murid dengan orangtua.

https://www.youtube.com/watch?v=BHleFxOfSH4



Kemudian ketika murid sudah membuat video yang diinginkan guru, guru dapat mengapresiasinya dengan mengunggahnya ke channel youtube milik sekolah. Mereka pasti senang seolah-olah masuk acara televisi.

Demikian beberapa jurus dalam pembelajaran daring. Semoga bermanfaat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berkualitas.

 

Tidak Semua Burung adalah Emprit

Tidak Semua Burung adalah Emprit

 


 

Yah, tidak semua burung adalah emprit. Ada burung gagak, elang, gereja, dan bahkan garuda (elang purba). Sama halnya dengan murid di kelas di suatu satuan tingkat pendidikan. Tidak semua mereka berjenis kemampuan sama. Ada yang bakat menghitung, membaca dan menulis, ada yang bakat berbicara, ada yang berbakat seni, dan ada yang sangat peka terhadap konten isu-isu sosial.

Di sekolah mana dan apa pun keadaan tersebut sama. Semua guru mengalami hal ini. Semua guru menyadari bahwa memang terdapat perbedaan yang istimewa dari para muridnya. Semisal ketika ada pembelajaran muatan Seni Budaya dan Prakarya, perbedaan tersebut muncul. Mereka ada yang suka menggambar, ada yang suka menari, ada yan suka memainkan recorder, pianica, dan terakhir mereka suka dengan ukulele atau kentrung senar 3.

Apakah guru hanya diam saja melihat mereka setiap hari bawa kentrung? Apa ia diam saja ketika di kelas tersebut beberapa muridnya memainkan kentrung dengan nada tidak jelas, asal genjreng? Tentu guru tidak boleh hanya diam, mengabaikan kesukaan muridnya. Ketika terjadi hal tersebut guru harus jemput bola. Belajar, mulai dari cara menyetel nada senar, sampai memainkannya dengan ragam genjrengan.

Guru yang tidak paham sama sekali, tidak ada salahnya membuka tutorial menyetel nada senar kentrung di internet. Pasti menemukan dan bisa menyetelnya. Bahkan, ada aplikasi playstore yang bernama ukulele tuner, khusus untuk menyetel bunyi senar gitar agar standar dan bisa mengeluarkan bunyi nada yang tepat.

Ketika sudah disetel, guru akhirnya harus belajar memainkan satu nada ke nada yang lain. Kemudian, memainkan satu lagu dengan bantuan melihat notasi dari sebuah lagu. Ketika sudah mampu sedikit demi sedikit, guru pun menularkannya kepada murid. Inilah yang disebut dengan memberikan hak anak belajar. Bakat pemberian Tuhan harus dilayani dan dikembangkan agar mereka memiliki kompetensi sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

Apakah Anda guru yang seperti ini? Apakah Anda guru yang peka atas multi intellegency para muridnya? Apa yang sudah dilakukan jika Anda termasuk guru yang peka? Apakah para murid dengan kemampuan yang berbeda itu dapat terlayani kebutuhan belajarnya? Apakah Anda hanya jenis guru yang menyelesaikan buku dan kurikulum dan pulang sesuai jam kantor? Kalau Anda pada jenis ini, tidak akan ada gunanya membaca tulisan ini.

Sebagaimana kemampuan mereka yang berbeda, tentu kebutuhan mereka juga berbeda. Kebutuhan inilah yang harus benar-benar terlayani bahkan di luar buku teks yang guru pegang. Para murid itu tidak selamanya berstatus anak sekolahan. Pada akhirnya mereka harus menunjukkan eksistensinya di kalangan masyarakat. Mereka harus berjuang dengan bekal dari guru mereka untuk menjalani kehidupan yang panjang. Saat itulah hasil produk guru diuji di masyarakat. Apakah ia termasuk guru yang wajib, sunnah, mubah, atau haram.

Guru yang wajib adalah guru yang kehadirannya ditunggu-tunggu oleh para muridnya karena banyak asupan gizi bagi mereka sebagai asupan kehidupan. Kehadirannya memberikan bekas akhlak kepada para murid sehingga ketika orang lain melihat murid tersebut, mereka tahu bahwa gurunya adalah si bapak X.

Guru yang sunnah kehadirannya agak kuat, kehadirannya mampu memberikan pencerahan, tidak hadirnya membuat mereka merasa ada yang kurang lengkap. Lamat-lamat ada bekasnya kepada para murid. Ketidakhadiran guru jenis ini sedikit memberikan rasa kesepian dan kehilangan.

Guru yang mubah kehadirannya setengah diharapkan para murid. Jika guru jenis ini tidak hadir, murid merasa bebas tidak merasa kehilangan. Guru jenis ini sangat kurang sentuhan emosionalnya dengan para murid. Begitu pula dengan mereka, mereka tidak begitu akrab seperti akrabnya anak dengan orang tua.

Sedangkan guru yang haram, kehadirannya tidak diinginkan para murid. Kehadirannya dianggap bencana bagi mereka. Ketidakhadirannya dianggap hari raya yang sangat besar. Ia menjadi sosok hantu bagi pikiran murid layaknya pocong atau gendoruwo bagi mereka. Ia merupakan sumber masalah bagi kelas dan suasana mental mereka. Para murid mengutuk kehadiran guru jenis ini.

Pada jenis yang manakah Anda sebagai guru? Jika termasuk pada bagian-bagian akhir, bagaimana seorang guru menjalankan amanah undang-undang? Apakah jenis guru ini hanya menggugurkan kewajiban dan menerima bayaran begitu saja? Tanggung jawab moralnya pada bagian apa?

ReKonstruksi Pendidikan Nasional

ReKonstruksi Pendidikan Nasional



Kondisi pendidikan hingga saat ini belum beranjak dari zona abu-abu. Disebut demikian karena pendidikan belum tersinkronisasi dengan baik dengan kebutuhan peserta didik, lingkungan, dan masa depan mereka. Pendidikan masih dalam ranah angan-angan yang belum mampu mewujud ketika semua jenjang pendidikan terselesaikan.

Pendidikan pada sistem yang dibangun hingga sekarang belum sanggup menciptakan mutu yang dibutuhkan bahkan sebenarnya belum mampu merekonstruksi pemenuhan kebutuhan pengguna pendidikan. Pendidikan yang merupakan institusi negara dan pemerintahan contoh kecilnya lemah dalam multilogis (lebih besar dari dialogis) dengan dunia kerja. Institusi pendidikan dari hulu ke hilir tidak mampu mengantongi data tentang kebutuhan sumber daya manusia untuk perusahaan, staf dan jabatan pemerintah, dan sebagainya mengenai berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Artinya pendidikan belum mampu menyiapkan masa depan para peserta didik selain angan-angan yang abstrak.

Tujuan pendidikan yang tertuang dalam undang-undang diterjemahkan oleh pemerintah menjadi dikotomi pengelolaan pendidikan. Hal itu yang kemudian memperparah pencapaian tujuan yang hakiki. Institusi pendidikan kemudian menjadi komoditas (bahan jualan) jauh menyimpang dari tujuan dasarnya.

Menurut Profesor Slamet menyampaikan bahwa pendidikan masa depan harus mampu menangkap dan mengungkapkan sistem-sistem ciptaanNya dari berbagai perspektif. Output pendidikan yang demikian akhirnya akan memberikan banyak pilihan masadepan yang bisa pengguna pendidikan dayagunakan.

Dikotomi pendidikan dalam tatakelola yang sekarang memperparah arah, sudut pandang, dan bahan materi yang dirumuskan. Pergantian menteri akan menjadi ritual resmi berubahnya kebijakan dan kurikulum nasional sehingga arahnya semakin tidak jelas.

Harmonisasi manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan Tuhan, belum menjadi esensi dalam kurikulum. Buktinya pengelolaan tambang, penguasaan lahan tambang merupakan pelanggaran atas konsep harmonisasi tersebut.

Secara sederhana sebenarnya pendidikan hanya membutuhkan multilogis mengenal hal yang berhubungan dengan kebutuhan pengguna layanan pendidikan, kebutuhan lingkungan, kebutuhan pemerintah, kebutuhan swasta, dan kebutuhan lain  yang lebih luas dan usaha nyata memenuhinya.

 

 

 

 

 

Aplikasi Kelas Daring Mudah dan Menyenangkan (Paling Direkomendasikan)

Aplikasi Kelas Daring Mudah dan Menyenangkan (Paling Direkomendasikan)


Classdojo adalah sebuah aplikasi browser gratis yang memang dikhususkan untuk pembelajaran dalam jaringan (daring). Sangat cocok dimanfaatkan oleh guru, walimurid, dan tentu murid itu sendiri.

Classdojo merekomendasikan walimurid terhubung dengan guru dan putera-puteri mereka secara langsung dan dapat terlibat pula dalam memperkaya pembelajaran.

Classdojo juga diterbitkan dalam bentuk apk (aplikasi yang bisa didonlod pada playstore bawaan hp android. Penulis sudah cek dan pastikan aplikasi tersebut ringan dan respon loadingnya kencang.

Bagaimana cara mendaftar? Cukup simpel. Cukup dengan mengisi email dan password atau langsung klik tautan email google yang sudah terhubung atau dipakai di hp android. Kemudian isikan profile: nama sekolah, nama guru, dan masukkan data murid. Langkah terakhir jika menginginkan walimurid diundang undang masuk ke Classdojo.

Sekilas tampilan Classdojo mirip dengan tampilan facebook. Ada fitur beranda yang bernama class story. Selain fitur tersebut ada fitur lain seperti ruang kelas, portfolios, dan pesan.

Pada halaman class story selain bisa memposting bentuk tulisan (teks) juga dapat berupa gambar, suara, file dokumen, dan atau video. Ia juga ditambahkan tautan (link) dari google form, tautan youtube, dan sebagainya.

Yang paling menarik dari semua fitur adalah adanya give feedback bagi murid. Ada give feedback prilaku positif dan negarif. Maaf tanpa contoh gambar. 

Nah, silakan bisa diuji coba dulu. Kalau cocok, silakan dimanfaatkan. Semoga bermanfaat. Yang tertarik tutorialnya silakan ajukan pada kolom komen.

 


Wordwall, Aplikasi Bermain Sambil Belajar

Wordwall, Aplikasi Bermain Sambil Belajar



Wordwall adalah sebuah aplikasi yang menarik pada browser. Aplikasi khusus yang bertujuan sebagai sumber belajar, media, dan alat penilaian yang menyenangkan bagi murid. Ada banyak model permanian yang bisa dikreasikan karena disediakan templatenya. Selain itu juga gratis penggunaannya dapat dishare langsung melalui facebook, google classroom, twitter, atau melalui link ke grup WA.

Dalam halaman wordwall juga disediakan contoh-contoh hasil kreasi guru sehingga pengguna baru mendapatkan gambaran akan berkreasi seperti apa.Video di atas adalah salah satu contoh dari model permainan yang dibuat oleh Lilikwahjuni dengan judul Pilihlah Jawaban Menurut Pendapatmu Sendiri.

https://wordwall.net/id

Bagaimana cara mendaftar dan masuk ke wordwall? Cukup mudah, yaitu dengan mengklik 'sign up' kemudian mengisi email dan password. Atau yang paling mudah lagi cukup sign up dengan tautan gmail seperti pada gambar berikut.


Setelah proses sign up selesai, browser akan mengarah ke menu utama. Tinggal dilihat satu per satu contoh seperti gambar di bawah ini. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya. 




Tutorial Membangun Kelas Online dengan Google Classroom

Tutorial Membangun Kelas Online dengan Google Classroom


Oleh S. Herianto

Berdasarkan hasil survey melalui wawancara dengan walimurid diperoleh kesimpulan bahwa di atas rata-rata murid belajar tidak terarah. Ada yang belajar dengan melanjutkan materi tematik keesok harinya, ada yang mengulang materi, ada yang belajar acak.
Dengan hadirnya kelas online, para walimurid merasa terbantu atas arah belajar putera-puteri mereka. Mereka juga dapat membantu kesulitan belajar anak. Mereka juga dapat mengetahui tingkat kemampuan pencapaian belajar  anak.
Siapa yang melaksanakan kelas online? Tentu guru yang tidak biasa.
Dalam tulisan ini, kelas online yang ditawarkan adalah Google Classroom (GC). Mengapa GC? Karena GC merupakan aplikasi yang mudah dan sederhana. Siapa saja dapat menjalankannya, murid dan orang tua sekalipun.

Langkah-langkah membuat kelas online GC.
1.      Buka alamat/laman web https://classroom.google.com
2.      Jika memiliki akun google bisa langsung sign ini. Jika tidak, maka harus membuat email dengan menggunakan gmail.com.
3.      Setelah sign ini, maka ada pilihan Create (membuat) dan Join (bergabung). Langkah pertama adalah klik Create. Kemudian isi format sesuaikan dengan kelas yang diampu guru.
Centang terlebih dahulu form di bawah ini.  Klik Continue (lanjutkan).





Kemudian akan muncul form isian berikut.

Kemudian klik Save (simpan), maka muncullah halaman kelas online tersebut seperti contoh di bawah. Tampilan gambar sudah penulis ubah disesuaikan dengan keinginan kelas.

4.      Bagaimana cara murid bergabung? Tentu mereka harus mendownload (mengunduh) aplikasi GC (google classroom) di HP android melalui Playstore.
5.       Setelah diunduh di HP murid, segera pasang (install).

6.      Langkah berikutnya setelah HP murid terinstall GC, maka klik tanda tambah dan pilih Join (bergabung). Pada tahap ini, guru meminta murid untuk memasukkan kode kelas online yang terdapat pada halaman kelas online yang berada di pojok kiri atas di bawah nama sekolah.


Setelah para murid bergabung, maka akan muncul seperti tampilan berikut.


Apa saja yang dapat dilakukan di GC?  Pada halaman utama GC terdapat tiga tab bagian atas tengah yaitu Strean (serupa beranda), Classwork(pekerjaan murid), dan People (anggota).
Pada halaman utama (Stream) guru dapat menyapa murid atau memberinya tugas. Sedangkan pada tab Classwork guru dapat memberikan soal (jawaban singkat, jangan panjang, pilihan ganda, dan sebagainya dengan mengklik Create (membuat) sampai muncul tampilan berikut.

Guru tinggal memilih apakah memberi tugas, memberi soal, atau memberikan materi pengayaan untuk dibaca. Tinggal memilih menu pada tab Create tersebut.
Di manakah membuatnya sebelum diposting di kelas online? Kalau penulis biasa menggunakan google form untuk menuliskan soal. Guru juga bisa langsung menggunakan format yang sudah ada pada Workclass. Misalnya Quiz Assigment, maka akan muncul tampilan berikut.
Judul diisi misal: Latihan Soal Tema 6 Subtema 3
Instuction bisa diisi dengan misal: Isilah dengan jawaban yang benar!

Soal akan berada pada lampiran blank Quiz. Makanya penulis menulis lebih dulu di google form ada lebih mudah menautkan link ketika soal sudah rampung dibuat di goolge form.
Berikut tampilan google form.

Judul diisi seperti contoh di atas. Kemudian pilih jenis soal pada bagian kanan halaman tepat pada tanda panah. Untuk menambah soal, klik tanda tambah di samping panah.
Setiap selesai satu soal, agar tidak lupa, segera diberi kunci jawaban dan skor per soal. Namun, sebelumnya klik terlebih dahulu tanda gigi roda (seting) pada kanan atas halaman sehingga muncul tampilan ini. Lakukan centang pada ketiga tab sesuai gambar kemudian simpan.



Make this quiz harus nyala biru sehingga per soal dapat muncul skornya. Kemudian save (simpan).
Selesai satu soal, beri kunci jawaban dengan mengklik Answer Key pada bagian bawah soal.

Maka akan muncul tampilan berikut.

Akhiri dengan mengklik Edit Question, untuk menambah soal di bawahnya. Menambah soal klik tanda tambah di samping kanan halaman.
Setelah semua soal dibuat, diberi kunci jawaban, kemudian klik tanda Sent (kirim) pada kanan atas sehingga muncul tampilan berikut.


Klik bagian tanda tautan, copy linknya dan tempelkan (paste) ke tanda tautan seperti di bawah ini di halaman pembuatan soal kelas online tadi.

 
Sehingga seperti di bawah ini.


Lanjutkan dengan mengklik Assign. Maka akan tampil di halaman Classwork seperti ini.

Selanjutnya para murid akan mengerjakannya dengan cara mengkliknya. Ketika mengklik, mereka akan masuk secara otomatis ke halaman google form seperti ketika guru membuat soal dan klik view assignment sehinnga muncul halaman ini.


Klik intruction (perintah) dan muncul tampilan berikut,

Kemudian klik judul soal, maka akan masuk ke google form secara otomatis seperti ini.

Mereka harus mengisi nama berupa email. Email yang diiisikan sebagai identitas pada soal tidak harus email valid. Yang guru butuhkan hanya nama murid. Jadi semisal diisi nama murid dan akhiran gmail.com tidak bermasalah. Contoh: nisa@gmail.com.
Kemudian para murid mengisi jawaban dengan cara mengklik lingkaran menjadi nyala biru sebagai jawaban.


Setelah akhir jawaban, mereka wajib menekan kata Submite (menyetor).

Maka secara otomatis, skor murid akan tampil pada bagian view score jika diklik.


Tampillah skor yang diperoleh murid pada pojok kanan atas lembar soal.