Tampilkan postingan dengan label Kecil-Kecil Berkarya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecil-Kecil Berkarya. Tampilkan semua postingan
Kecil-Kecil Berkarya

Kecil-Kecil Berkarya



Berikut adalah karya anak-anak Madura. Melalui puisi mereka bercerita tentang Madura dan segala kekayaannya. Mereka siswa kelas 4 sekolah dasar pada waktu puisi di bawah ini dibuat. Beberapa puisi terbaik mereka sengaja saya bagikan di sini.


*Ojhung*

Karya Moch Badrix Santiago

 

Di ujung Timur pulau Madura

Di hamparan pasir putih yang indah

Kulihat dua pejuang mempertahankan tahtanya

Dengan semangat pantang menyerah dan mental baja

Dengan berlapiskan baju karung goni

Bersenjatakan batang rotan

Dua pejuang siap bertarung bagaikan arjuna dan bima

Itulah ojhung

Sebuah permainan yang melambangkan keperkasaan

Dan jiwa pejuang yang merasuk dalam sanubari

Sungguh kulihat keperkasaan mereka berdua

Saling memukul, bertahan, dan menghentak

Salah satu akan keluar jadi juara

Apabila rotan menghempas wajah pejuang

Itulah ojhung

Budaya ketimuran`

Yang masih ada sampai kini

Lestari

Ojhung, ojhung melambangkan keberanian

Dan keperkasaan pejuang

Setelah bertarung mereka berpelukan

 

Sumenep, 18 Agustus 2020


*Kocor Manis*

Oleh Annisa Alfiah Kamila

 

Kocor manis.

Kue favorit sepanjang masa

Kue legendaris nusantara

Salahs satunya berasal dari Sumenep

 

Oh kocor manis

Warnamu yang coklat

Membuat orang terpikat

Warnamu yang putih

Membuat orang tagih

Untuk menyantapnya

Campuran gula merahnya

Gula putihnya

Semakin menggugah selera cita rasa

 

Kocor Manis

Akan kujadikan kau

Sebagai kue yang menemaniku

Saat pagi menyapa

 

Selasa, 18 Agustus 2020


*Dhamar kambang*

Karya Moch Badrix Santiago

 

Hari menjelang senja

Sang ibu tetap tegar dengan wajah penuh harapan

Berdoa pada Sang Khalik

Berharap si buah hati selamat dan sukses

Di negeri perantauan

 

Disertai lampu teplek dan jajanan warna- warni

Cangkir minyak dan sumbu api

Menghias indahnya wadah di hadapan sang ibu

Semalaman dengan doa

Itulah tradisi dhamar kambang

Bentuk kasih sang ibu pada si buah hati

Berharap si buahhati menemukan cahaya hidup

Di tengah gelapnya kehidupan

Bagaikan nyala dhamar kambang

Meskipun kecil cahayanya

Tapi dapat menerangi lautan

 

Sumenep, 18 Agustus 2020