MOTTO ALAM

 


Oleh Moh. Rasul Mauludi

 

Dalam organisasi pecinta alam terdapat semacam motto yang berupa anjuran atau peringatan. Kalimat motto itu berbunyi:

Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar

Jangan memburu sesuatu kecuali waktu

Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak

Tiga kalimat tersebut sudah umum bagi para pecinta alam, baik secara organisasi maupun perorangan. Alam merupakan kajian sekaligus pembelajaran alamiah. Para pendaki, pemerhati, bahkan organisasi lingkungan.

Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar adalah bagian dari cara melindungi dan melestarikan alam, baik itu tumbuhan maupun satwa yang ada antara dilindungi atau tidak dilindungi demi menghindari kepunahan. Cukuplah dengan gambar untuk memiliki apa yang ada di alam raya. Gambar bisa berupa camera, lukisan, dan kreativitas lainnya yang tanpa mengambil obyek yang diinginkan dari alam.

Dengan gambar, keindahan alam tetaplah abadi dan menyejukkan. Dengan gambar tidak membiasakan tangan-tangan liar menghabisi wajah alam. Dengan gambar pula, alam tetap bisa dilihat dan menjadi tempat paling indah menemukan Tuhan dalam kuasa-NYA.

Jangan memburu sesuatu kecuali waktu merupakan cara tepat melanggengkan kehidupan selain manusia. Pegunungan merupakan tempat hewan-hewan liar dan langka. Karenanya, hewanpun ada yang dilindungi. Berburu tidak dibenarkan karena akan menyebabkan hewan bisa punah.

Kebiasaan berburu mangsa yang berupa hewan dilakukan oleh orang-orang yang tujuannya hanya untuk menghasilkan uang saja tanpa berpikir tentang kelangsungan ekosistem dan budidaya. Sehingga hal tersebut rawan hewan-hewan langka dan dilindungi punah.

Sebenarnya, berburu apa saja tidak dibenarkan kecuali hanya berburu waktu. Pendakian umumnya sudah bisa ditentukan waktunya. Apabila lebih cepat, maka lebih cepat pula sampai tujuan. Namun, sebaliknya akan menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Artinya bila melewati waktu yang ada, bisa jadi terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti musibah atau kecelakaan.

Waktupun menjadi sangat penting untuk diperhatikan dalam segala hal. Disiplin merupakan cara sederhana untuk menghormati sebuah waktu. Dengan waktu yang bisa diatur maksimal akan tetap memberi ruang pada manusia untuk menikmatinya.

Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak menjadikan kita tidak terbiasa meninggalkan sesuatu setelah dari perjalanan panjang. Sampah adalah satu-satunya yang menjadi momok dalam kehidupan manusia. Sampah sangat mudah dibiarkan begitu saja tidak pada tempatnya.

Jejak manusia beraneka ragam, bila jejak itu dipahami pada suatu masa yang ada pada manusia, maka masa itu sendiri ada yang baik dan ada yang tidak baik tergantung siapa saja yang menjalani masa itu sendiri.

Jejak di sini adalah jejak yang berimplikasi pada sesuatu yang kotor dan berdampak buruk pada lingkungan. Lingkungan yang asri dan sehat, lingkungan yang bersih dari kotoran dan sampah-sampah. Sampah organik maupun non organik menjadi penyebab kerusakan lingkungan, apalagi di alam raya ini.

Bersih-bersih gunung dan lingkungan tidak akan sering dilakukan, bila para penikmat alam mampu menjaga kebersihannya. Salah satunya janganlah meninggalkan sesuatu yang mencemari kecuali hanya jejak kaki.



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post