Iblisa

 


 

Sebenarnya iblis tidak pernah menggoda manusia. Manusialah saja yang mengejawantahkan karakter iblis bagi dirinya. Iblis ibarat penonton drama. Ia duduk paling depan menyaksikan prilaku manusia sambil tertawa terkekeh-kekeh.

“Ia dan mereka telah menjadi diriku!” Ia meneriaki panggung kehidupan.

“Aku tidak akan kesepian di neraka kelak!” Teriakan keduanya lebih nyaring.

Memang Tuhan telah memerintahkan iblis untuk menggoda iman manusia. Ia ditakdirkan menerima perintah dan penyusup ke dalam diri manusia untuk membelokkan hati dan pikiran manusia ke arah jalan yang salah dan sesat. Tapi, bagi iblis, di zaman sekarang tidak perlulah terlalu bekerja keras. Manusia telah menentukan sendiri, jalan iblis mana yang akan mereka lalui.

Iblis senyum-senyum, di kursi paling depan di depan panggung sandiwara manusia. Yang membuatnya terpingkal-pingkal, ketika manusia sedih saat menyesal telah melakukan dosa, kemudian ia mengulangi dosa yang sama. Sungguh, itu merupakan lawakan yang seru bagi iblis. Ia mendapatkan tontonan gratis yang menyenangkan.

Yang paling menyenangkan baginya lagi, ketika manusia membaca doa saat melakukan dosa. Wow, sungguh keren jenis manusia yang seperti itu. Melakukan dosa minta izin Tuhannya. Iblis sangat menikmati sandiwara manusia kepada Tuhannya. Tiap saat tiap hari selalu ada kejadian yang menghiburnya. Ia tak pernah kehilangan keceriaan bahkan di neraka ia tidak akan pernah kesepian.

Suatu waktu, ia pernah ditanya malaikat: mengapa ia membantah perintah dari Tuhan untuk bersujud kepada Adam. Iblis balik bertanya dengan santai: apakah itu benar-benar perintah? Atau sekedar trik Tuhan untuk menguji keimananku? Sejenak malaikat itu hening. Kemudian ia melanjutkan pertanyaannya: apapun itu bukankah itu tetap perintah Tuhan? Buktinya kami semua sujud kepada Adam.

Iblis menoleh menamati wajah malaikat. “Aku tidak mau menyembah selainNya!”

“Tapi, itu adalah perintah!”

“Apakah kamu yakin itu perintah bukan ujian?”

“Iya, lagian mana ada hamba Tuhan tidak taat perintah?”

“Bagiku, itu bukan perintah. Kuanggap itu ujian keimanan, makanya aku tidak sujud kepada Adam yang dari tanah itu!”

“Buktinya kamu dilaknat Tuhan!”

“Itu hak Tuhan, aku menerima saja apa kehendakNya!”

“Sungguh kamu memang pembangkang!”

“Ingat ya kalau itu bentuk perintah, mengapa Tuhan tidak mencabut ayatnya bahwa kita tidak boleh menyembah kepada selainNya!”

“Kamu akan menempati neraka bersama batu dan manusia!”

“Itulah mengapa aku diciptakan dari api!”

Malaikat itu terdiam, ia tak mau memperpanjang debatnya. Dasar iblis, batinnya.

Iblis kembali menyaksikan lakon manusia. Menurutnya manusia sungguh bodoh dan selalu dalam kerugian tiap detiknya. Saat itu ia sedang menonton manusia melakukan onani di kamarnya. Yang membuatnya tertawa, setelah manusia itu klimaks dengan nafsunya, ia mengucapkan alhamdulillah! Iblis pun terpingkal-pingkal. Tawanya sangat lama. Matanya sampai berair, perutnya sampai kram dan mules.

“Sungguh manusia jenis ini luar biasa. Ia mempertontonkan dosanya di hadapan Tuhan! Nih, Tuhan, aku melakukan onani!” Kembali ia terbahak-bahak.

Menurutnya, menggoda manusia tidak sehebat zaman para nabi dan rasul. Saat ini, cukup memerintah setan-setan yang berpangkat kopral sudah cukup menjerumuskan mereka, manusia. Ia sebagai pimpinan hanya terima laporan beres!

Selain memiliki prinsip yang kuat, iblis juga mempunyai adab. Terbukti ketika Rasulullah berada di kediaman sahabat anshor. Iblis tidak begitu saja masuk rumah itu. Ia meminta izin untuk masuk, setelah mendapatkan izin dan dibukakan pintu, ia baru masuk.

Saat itulah iblis membeberkan rahasianya untuk yang pertama kalinya kepada Rasulullah dan para sahabatnya. Pertama, ia menyatakan manusia yang paling ia benci. Muhammadlah yang paling ia benci. Para sahabat wajahnya memerah. Mereka ingin sekali membunuh iblis itu.

Ia kemudian menyampaikan bahwa ia merasa sangat panas tubuhnya dan gemetar, ketika seseorang melakukan salat. Ia merasa terbelenggu yang sangat kuat, ketika seseorang berpuasa. Bahkan, ia menjadi gila, ketika seseorang melaksanakan ibadah haji. Ia juga akan meleleh seperti besi yang terbakar, ketika seseorang membaca Al Quran. Ia merasakan sakit terpotong tubuhnya menjadi dua bagian, ketika seseorang melaksanakan zakat, dan seterusnya. Banyak hal rahasia yang ia sampaikan. Itupun atas perintah Tuhan melalui malaikat.

“Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat.” Tutup Rasulullah, tapi iblis menyanggahnya: “Hay-hata hay-hata [tidak mungkin- tidak mungkin]! Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat? Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku? Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf, yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang ikhlas.”

“Aku tinggalkan orang-orang yang ikhlas! Aku tidak berani menggodanya!”

“Tapi, seseorang yang bernama mukhlis, aku tetap menggodanya karena hanya namanya yang ikhlas, kelakuannya tidak!” Iblis pun terbahak-bahak.



SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post