Dunia Ramai di Dalam Diri

 




Di dalam diri ada pikiran dan perasaan. Dari dua elemen tersebut terciptalah ingatan, imajinasi, keinginan, dan perasaan. Mereka inilah yang membuat gaduh di dalam diri. Ingatan, imajinasi, keinginan, pikiran dan perasaan, sering kali tidak mampu kita jadikan para abdi atau pelayan-pelayan bagi kepentingan sang Jiwa, namun mereka kemudian lebih sebagai pengkhianat, musuh dalam selimut, pengadu domba, dan penipu yang bergerak sendiri dalam kehendaknya yang instingtif, reaktif dan impulsif, di mana kesemuanya ini secara beramai-ramai kemudian “menyalibkan” Tuannya sendiri, yakni diri kita. (kutipan dari buku Isis Unveiled, karya Blavatsky).

Kita tidak punya kemampuan untuk memerintahnya secara lisan seperti: “Diamlah!” “Tenanglah!” Tidak bisa. Hanya ada dua jalan yang bisa membuat mereka beku tidak ramai dan tidak mengganggu kita lagi. Salah satu jalannya adalah yang paling kita tidak suka yakni kematian. Satu jalan lainnya mungkin kita suka, yakni ‘pintu kegelapan.’

Pintu kegelapan ini adalah pintu cahaya absolut. Cahaya kegelapanlah yang di dalamnya terdapat cahaya-cahaya terang dan bening. Kegelapanlah yang merangkul semua cahaya seperti layaknya lubang hitam menelan bintang-bintang sekaligus melahirkannya kembali.

Pintu kegelapan ini kemudian ada yang menyebut sebagai meditasi atau tafakur. Yakni cara memasuki wilayah keheningan dengan kondisi sadar bukan dalam kondisi tidur. Inilah wilayah yang tak terjamah oleh gangguan-gangguan pikiran dan perasaan manusia. Sebuah dunia gelap dan hening tanpa kata tanpa bahasa. Wilayah rahasia yang hanya diri dan Tuhan saja yang mengetahuinya. Tempat berbincang yang paling aman dan rahasia. Sebuah tempat yang gelap tapi penuh dengan cahaya-cahaya misterius. Tempat yang hanya dengan bahasa khusus tanpa lisan dan isyarat. Tempat kediaman diri yang sejati. Tempat curhat yang paling nyaman dengan diri dan Tuhan bahkan malaikat pun tidak dapat menguping atau mengintip.

Dengan segala keriuhan hidup dan dunia, hanya dua jalan itu, mati atau pergi ke wilayah rahasia. Cukuplah itu sebagai tempat istirahat dari semua hiruk pikuk kehidupan. Dalam wilayah itu, dalam kondisi demikian, hanya keheningan dan ketenangan, layakna tidur panjang tanpa mimpi.


SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post