Siapakah Di Balik Lia Lestari?



Ada sebuah channel youtube yang sedang viral. Lia Lestari's Journey, namanya. Channel tersebut berisi konten aktual berdasarkan fakta-fakta yang dimilikinya. Lugas dan mudah dipahami. Banyak isi konten tersebut tidak diajarkan pada sekolah formal sebagai bagian dari pengetahuan umum atau bahkan sejarah.

Lia Lestari, perempuan muda, berani, dan cerdas. Sebagai pemudi dengan pengetahuan yang luas serta berani menyampaikan fakta apa adanya dengan cara yang cerdas. Siapakah sebenarnya Lia Lestari pemilik channel Lia Lestari's Journey? Apakah konten yang ia sampaikan benar-benar kreativitasnya? Ataukah ada orang super di balik namanya?

Entah ia sendiri atau ada orang di belakangnya, itu tak penting. Yang terutama penting adalah konten yang disampaikannya. Beberapa contoh konten yang disampaikannya antara lain: tentang siapa sebenarnya CIA, tentang penagihan janji Sabdo Palon, tentang jaringan teroris, tentang agenda elit global dan siapa saja mereka, dan sebagainya. Termasuk pembahasan tentang kasus-kasus yang saat ini sedang dalam proses hukum.

Berdasarkan pengakuannya, ada banyak pesan yang masuk melalui media sosial Lia Lestari. Beberapa pesan menganggap dirinya ngibul, beberapa yang lain mengecam dan mengancam, beberapa lagi ada yang menganggap dirinya bagian konspirasi. Ada juga yang mengajak bergabung memperkuat kumpulan orang-orang yang anti pemerintah.

Lia Lestari sungguh memiliki keberanian berpikir logis dan paham akan resikonya. Tentu gerakan tersebut perlu dukungan masyarakat pengguna media yang mempunyai kewarasan penuh. Tidak sekedar nyinyir tanpa dasar yang jelas. Bahkan secar khusus ia menjawab bahwa gerakan anti pemerintah yang dalam bentuk teror saat ini adalah cara yang receh yang sering dilakukan dari zaman ke zaman sejak abad ke-18. Muda, tapi memiliki pemikiran yang luas.

Pada akun Picuki, ia menulis bahwa pemerintah harus berhati-hati. Ada gerakan masif untuk menghimpun kekuatan dari kelompok tertentu dengan menggunakan orang-orang ‘bodoh’ untuk menyerang negara; mengancam keutuhan NKRI. Mereka sengaja menggunakan jasa orang-orang tersebut karena mereka awan tentang literasi. Mereka berpotensi memiliki sumbu pendek dan sangat berguna dalam gerakan massa. Dengan sumbu pendek tersebut mereka sangat mudah dihipnotis menjadi robot. Dengan jualan agama dan pernak-pernik agamis yang memukau sangat ampuh meremot mereka dari mana pun.

Ada beberapa kata kunci dari banyak konten yang ia sampaikan antara lain: balkanisasi nuswantara, gaslighting, propaganda revolusi akhlak bela agama, stereotip, hipnotis, produksi kekacauan, strategi sarang lebah, dagangan agama, dan kedok jubah suci.

Dari beberapa kata kunci tersebut ada dua hal menarik. pertama, balkanisasi nuswantara. Yang dimaksud kata kunci tersebut adalah ada agenda besar bahwa nuswantara (nusantara, Indonesia) akan dibagi menjadi delapan negara kecil. Yang menjadi target adalah: Timor-Timur (sudah lolos agenda), Aceh, Papua Barat, Kalimantan Timur, Maluku, dan sebagainya. Sisanya tetap Indonesia. Itulah agenda besar elit global yang harus pemerintah perhatikan, tidak sekedar sibuk dengan urusan dalam negeri.

Kedua, gaslighting. Istilah tersebut saat ini terjadi di banyak tempat dan dilakukan oleh siapapun, baik melalui media atau secara langsung. Apa itu gaslighting? Gaslighting adalah cara memanipulasi pikiran. Contoh sederhananya adalah kebohongan yang dilakukan seribu kali dan berulang-ulang akan dianggap kebenaran. Itulah yang terjadi sekarang di banyak media. Sangat mudah membalik opini publik terlebih jika dibantu oleh organisasi media.

Obat mujarab yang disarankan adalah berpikir waras, berlogika sehat, dan kemudian bertindak sesuai kewarasan tersebut. Itu saja.


SHARE THIS

Author:

Previous Post
Next Post
24 Agustus 2021 00.29

no wa dnk..saya ajak ketemu raden wijaya

Reply
avatar