BE YOUR SELF

BE YOUR SELF

Memiliki banyak teman merupakan salah satu modal kita untuk sukses. Memiliki banyak teman merupakan kekayaan kita yang membuat kita merasa nyaman, merasa senang,merasa tidak sendirian. Karena dengan memiliki banyak teman, kita bisa belajar bersama mereka, bisa bersaing sehat dengan mereka, dan juga bisa bermain dengan mereka. Kita bisa tumbuh dan berkembang dengan mereka secara alamiah. Namun, tahukah kamu bahwa mereka membawa pengaruh yang besar bagi kamu?
            Setiap teman kita tentu memiliki keinginan dan cita-cita. Mereka memiliki kesenangan yang berbeda-beda. Mereka juga memiliki watak yang berbeda. Kadang-kadang secara tidak sadar, kita terpengaruh teman-teman di sekitar kita. Kita mulai meniru memiliki yang teman kita punya. Kita mulai meniru apa yang teman lakukan. Pelan-pelan, kita telah berubah menjadi fotokopi dari teman kita. Kita tidak lagi menjadi diri kita yang semestinya.
            Dalam buku Just Who will You be, Shriver menuliskan dalam kata pengantarnya begini: “Siapa gerangan diri saya saat ini sebagian besar pengaruhnya datang dari diri saya sendiri, tetapi juga menyangkut orang-orang yang selama ini telah menyentuh hidup saya. Mereka adalah keluarga saya hingga teman-teman di sekitar saya,  juga para guru yang baik hati yang telah membagi dirinya bersama saya. Kalian adalah seluruh dunia saya. Saya mencintai kalian.”
            Demikian Shriver menulis pengantar bukunya. Ia mengakui bahwa dirinya terbentuk dari lingkungan yang baik yang salah satu pengaruh kuat tersebut datang dari teman-temannya. Dalam buku kecilnya ia menceritakan bagaimana ia berusaha menemukan jati dirinya. Ia menanyakan ‘siapakah diri saya?’ Sebagai perempuan yang sudah berkeluarga, sebenarnya ia berasal dari keluarga yang sangat terkenal. Pamanya bernama John F. Kennedy. Tahukah kalian siapakah John F. Kennedy? Ia adalah mantan presiden Amerika Serikat.  Jadi Shriver merupakan orang yang terpandang di California. Bahkan ia bersuamikan seorang aktor laga Arnold Schwarzenegger. Kalau kamu pernah menonton film laga Terminator pasti kamu tahu siapa Alrnold tersebut. Ternyata selain sebagai aktor, ia juga sebagai gubernur Negara Bagian California. Jadi, Shriver dipanggil sebagai Ibu Negara Bagian California. Orang sesukses Shriver, seterkenal Shriver yang juga sebagai wartawan, sempat mengalami depresi hebat ketika anaknya menanyakan: “Bukankah Ibu sudah tua? Bukankah dengan usia sedewasa Ibu sudah tidak lagi memiliki cita-cita ingin jadi siapa nanti?” tanya puterinya.
            Pertanyaan puterinya itu membuatnya benar-benar gelisah hingga ia menemukan siapa dirinya yang sebenarnya setelah beberapa tahun mencari. Ternyata dirinya adalah Maria Shriver, bukan istri Arnold. Ia adalah maria, bukan ponakan Kennedy. Ia adalah Maria, bukan Ibu Negara Bagian California. Menurutnya, untuk menjawab pertanyaan ‘siapakah diri saya?’ terletak pada suara hati, nurani kita. Bukan pada riwayat hidup dari keturunan siapa, bukan dari jenis pekerjaan yang kita tekuni, bukan dari atribut yang datang dari luar badan, tapi yang ada di dalam badan, yakni hati. Ternyata Maria Shriver telah menemukan jati dirinya. Ternyata ia pribadi yang tangguh, ulet, bertanggung jawab, berjiwa bebas, petualang, dan kreatif. Ia juga ternyata pribadi yang keibuan dan spiritual yang mendambakan kegembiraan, kedamaian, dan kehidupan yang bermakna. “Itulah diri Saya.” Katanya mengakhiri bukunya.
            Pada halaman akhir bukunya, Shriver menuliskan sepuluh janji kepada dirinya sendiri. Ada dua yang patut kita contoh dari semua janji Shriver yakni:
1) Saya berjanji untuk ‘tampil’ dalam hidup saya sebagai diri saya sendiri, bukan sebagai imitasi/fotokopi dari orang lain, 2) Saya berjanji untuk menghindari menggunakan kata ‘hanya’ untuk menjelaskan diri saya. Misalnya, saya tidak akan mengatakan ‘Saya hanya seorang ibu’ ‘Saya hanya seorang pelajar’ atau ‘Saya hanya orang biasa’ sebab hal itu menandakan kurang rasa percaya diri, kurang menghargai diri.
            Janji kedua Shriver memang ada benarnya. Sebenarnya penggunaan kata ‘hanya’ memberikan tanda keraguan tentang diri kita, ketidakjelasan mengenai siapa diri kita. Selain itu, ada nada peremehan dalam kata tersebut terhadap diri. Akan lebih baik jika kita mengatakan dengan tegas, misalnya: “Saya seorang pelajar!” Pesan Shriver kalau diringkas akan berbunyi: jadilah diri sendiri!
Dalam kisah yang lain di sebuah blog berjudul Entahlah, Kang Dzikry menulis tentang masa kecilnya begini: Siapa saya ya? Kata Mamah, nama saya Dzikry Ali Akbar. Terus saya tambahi sendiri nama marga keluarga besar dibelakangnya menjadi Dzikry Ali Akbar Nadjib Attamimi biar kere, hehe. Tapi bukan itu yang saya ingin tahu. Sebenarnya siapa sih saya? Alasan mengapa tiba-tiba saya menulis karena ingat masa kecil saya waktu di rumah nenek tercinta. Dulu, sering sekali saya ditanya “Jik, kalo udah gede nanti mau jadi apa?”(Ji, kalau sudah besar nanti mau menjadi apa?).  Pertanyaan yang sering dilontarkan ketika kita masih kecil.  Jadi apa ya? Dulu, sepupu saya ingin menjadi dokter. Ya sudah saya jawab saja ingin jadi dokter. Ketika sepupu satu lagi bilang ingin menjadi insinyur, saya juga bilang begitu.
Jujur, waktu itu (bahkan sampai sekarang) saya bingung mau menjadi apa. Dulu, kalau saya bilang tidak mempunyai cita-cita, orang-orang malah tertawa, ya sudah akhirnya saya bilang saja seadanya. Ikut orang-orang pada bilang apa. Yah, intinya sih agar orang-orang tidak banyak bertanya. Tapi akhirnya, entah kenapa, saya jadi kepikiran lagi pertanyaan masa kecil saya itu.
            Pernahkah kamu ditanyai pertanyaan serupa itu? Pernahkah kamu memikirkan ingin menjadi apa dan siapa dirimu nanti? Ingin menjadi apa kamu, hal itu menyangkut cita-cita, profesi atau pekerjaan yang ingin kamu raih. Pekerjaan yang kamu cita-citakan. Pekerjaan yang merupakan impianmu, bukan pekerjaan yang dipaksakan oleh orang lain atau cita-cita yang meniru orang lain. Sedangkan pertanyaan ingin menjadi siapa dirimu merupakan hal yang menyangkut kepribadian kamu. Ingin menjadi siapa kamu? Apakah kamu ingin menjadi Baim karena bisa menjadi aktor sinetron di televisi dan terkenal? Apakah kamu ingin menjadi Sulis yang terkenal sebagai pelantun lagu-lagu solawat yang juga terkenal? Atau kamu ingin menjadi dirimu sendiri yang dengan kekurangan dan kelebihanmu dapat menjadi unggul seperti mereka anak-anak yang sukses? Jawabannya, terdapat di dalam hatimu. Hanya kamu yang bisa menjawab pertanyaan itu. Tentu setelah membaca buku ini.
            Tapi, apa yang harus kita lakukan agar mengetahui siapa diri kita sebenarnya? Apa yang harus kita lakukan untuk menjadi diri sendiri? Tentu, pertama-tama kita harus bertanya, siapakah diri kita sebenarnya? Siapakah kamu sebenarnya? Kamu yang sebenarnya adalah bukan seperti yang teman-teman atau siapa pun yang mereka katakan tentang dirimu. Kamu yang sebenarnya adalah ketika kamu mampu mengatakan dengan lantang dalam benakmu: INILAH DIRIKU! Sebenarnya jelasnya bagaimana sih? Apa yang harus diperbuat untuk mengenal diri dan menjadi diri sendiri?
            Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk diri sendiri agar benar-benar menjadi diri sendiri sejati. Pertama, bersikaplah baik terhadap diri sendiri. berbuatlah baik terhadap diri sendiri. Jangan terlalu mengekang keinginan diri sendiri dan juga jangan terlalu memanjakan diri sendiri. Tentu, untuk hal-hal yang baik bukan hal-hal yang tidak baik. Misalnya, kita sangat ingin menonton film kartun. Ada baiknya kalau sesekali kita berbuat baik kepada diri sendiri untuk meluangkan waktu menonton film kartun. Siapa tahu, kita mendapatkan ide kreatif untuk bisa membuat atau menjadi pembuat film kartun atau menggambar dengan baik. Dengan catatan tidak terlalu sering karena sesuatu yang dilakukan terlalu sering tidak baik buat diri sendiri. Hal itu membuat diri sendiri ketagihan atau malah menjadi bosan. Tidak lagi terasa nikmat seperti ketika kita sangat menginginkannya.
            Termasuk dalam sikap baik terhadap diri sendiri pula bila kita juga mampu memahami diri. Yang pasti, yang paling mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan diri hanyalah kita sendiri. Kita tidak bisa membohongi diri kalau kita memiliki kelebihan tertentu dan juga kekurangan. Sering-sering menghitung-hitung diri dengan mengenali dan menggali keunggulan yang kamu miliki. Buatlah percakapan sesering mungkin dengan diri sendiri dengan terbuka dan jujur antara diri dan kenyataan. Karena hanya kita yang tahu tentang diri sendiri, jadi perlakukanlah diri sendiri dengan baik.
            Dengan memahami diri sendiri juga akan muncul sikap menerima perbedaan. Kita akan memperlakukan perbedaan antara kita sendiri dengan teman kita. Kita akan menjadi orang yang pandai bersimpati dan berempati. Ketika teman sedih, kita turut bersedih. Sebaliknya jika teman kita senang, kita akan turut bersuka cita. Kita akan melakukan sesuatu untuk membuat teman kita terhormat, merasa senang dan bangga, serta merasa disayangi. Itulah bersimpati dan berempati.
            Kedua, jujur kepada diri sendiri. Hal ini menyangkut kemampuan yang kita miliki. Contoh, ketika temanmu meminta bantuanmu untuk mengerjakan tugas matematikan, jika kamu mampu membantunya, maka tidak ada salahnya membantu teman. Tetapi, jika kamu tidak memiliki kemampuan di bidang itu, sebaiknya dengan jujur kamu mengatakan kalau kamu tidak bisa membantunya. Contoh lain, cari dan kenalilah kemampuan apa yang kamu yakin bisa diandailkan dari dalam dirimu. Apakah kamu mempunyai kelebihan dalam bidang sains misalnya? Apakah kamu mempunyai kemampuan dalam penelitian sederhana? Atau kamu memiliki kemampuan dalam bidang olah raga dan seni? Tidak perlu mengaku-aku kepada siapa pun kalau kamu cakap dalam bidang ini dan itu. Bersikaplah apa adanya dirimy. Cukup kamu akui dengan jujur kepada dirimu sendiri bahwa kamu mampu dalam bidang tertentu dan lemah dalam bidang yang lain. Kejujuran mengakui kelebihan dan kemampuan diri itu merupakan wujud atau tanda bahwa kamu menerima dirimu sendiri apa adanya. Ketika kamu sudah menemukan bidang tertentu yang menjadi kelebihanmu yang kamu mampu secara baik, ada baiknya kamu pupuk terus sehingga kamu benar-benar menguasainya karena itu modal terbesarmu untuk menjadi diri sendiri dan dengan berani dan lantang kamu akan mengatakan pada dirimu sendiri: INILAH DIRIKU! Inilah aku seorang penulis puisi, inilah aku sang gitaris, inilah aku seorang penulis, dan sebagainya.
            Ketiga, rajinlah membaca. Ternyata membaca sangat penting. Sebagian besar orang sukses karena banyak membaca buku. Seandainya seluruh buku di perpustakaan di kotamu semua kamu baca, kemampuan otak kita untuk menyerapnya masih terpakai sedikit. Kemampuan otak kita masih sanggup menyerap segala apa yang kita baca. Ternyata semakin banyak kita membaca buku, semakin banyak pula hal dan pengetahuan yang belum kita ketahui. Membaca merupakan salah satu cara yang ampuh untuk membuat diri kita tambah berkualitas; menambah kita pengetahuan dan pemahaman. Kita akan lebih mantap dan yakin dengan kemampuan yang kita miliki dan dapat memanfaatkannya dengan baik sehingga berguna bagi diri kita dan orang lain.
            Keempat, pandai-pandailah menghargai diri sendiri. Bagaimana cara menghargai diri sendiri? Kita harus menjaga bagaimana berpakaian pantas, kita juga harus menjaga perilaku apa yang sopan, serta tutur kata yang santun yang semuanya demi kehormatan diri. Menghargai diri juga salah satunya pandai memilih teman. Hanya teman-teman yang baik yang kita jadikan sahabat. Hanya teman-teman yang berperilaku baik dan berpikiran positif yang layak menjadi teman agar diri kita terhormat. Adapun teman-teman yang membuat diri kita kesal, tidak nyaman, kasar, dan perilakunya tidak baik serta tidak pantas perlu kita hindari dan tidak perlu kita masukkan ke dalam daftar teman kita dalam benak dan kehidupan kita. Teman-teman yang sepert itu hanya akan menguras energi kebaikan kita dan merusak citra kita sebagai orang yang menghormati diri.
            Kelima, mampu menaklukkan diri sendiri. Ini juga teramat penting dilakukan. Inilah hal yang terberat karena kita terkadang dikuasai oleh sifat-sifat yang tidak baik. Kita tergoda untuk melakukan hal yang tidak baik. Kita dikendalikan oleh sifat-sifat buruk misalnya: angkuh, sombong, serakah, mau menang sendiri, dan sebagainya. Menaklukkan diri sendiri adalah bagaimana kita menjadi presiden bagi diri sendiri. Kita harus mampu mengendalikan diri sendiri terutama dari sifat dan perbuatan yang tidak baik. Kita hanya memperbolehkan perbuatan baik bagi diri sendiri karena kekalahan terbesar bagi diri sendiri ketika kita dikendalikan oleh sifat-sifat tidak baik. Hal itu akan menghancurkan semua kebaikan diri.
            Godaan paling besar di usiamu yang masih anak-anak adalah bermain. Kamu akan kehilangan banyak waktu karena sibuk bermain. Sepanjang hari sepulang sekolah hingga sore kamu buang waktu yang berharga dengan bermain. Hampir seluruh waktumu dihabiskan untuk menuruti keinginanmu untuk bermain bersama teman-temanmu. Memang seusiamu adalah masa yang menyenangkan bermain bersama teman-temanmu. Tidak ada salahnya bila kamu melakukannya tapi tidak untuk sebagian besar waktumu. Akan sangat merugikan bila hampir seluruh waktumu kamu habiskan untuk bermain. Caranya, kamu harus bisa mengatur waktu dengan baik kapan untuk bermain, kapan untuk membantu orang tua, dan kapan untuk belajar. Selain itu, kamu juga harus selektif memilih permainan. Apakah permainan itu hanya sekedar menghabiskan waktu? Apakah permainan itu sekedar menghibur diri? Atau kamu bisa memilih permainan yang kreatif yang mengandung unsure mendidiknya? Oleh karena itu, memilih teman penting sehingga jika kita berteman dengan orang-orang yang baik dan pandai, pasti kita terlibat dengan permainan yang kreatif dan mendidik.
            Keenam, berpikir positif pada diri dan setiap keadaan. Sekalipun kita memiliki kekurangan, kita tidak boleh menilai buruk dan membenci diri. Kita tidak boleh merasa kecewa dengan diri sendiri. Hal itu akan memperburuk keadaan diri kita. Ketika kita dibayang-bayangi oleh kekurangan-kekurangan kita, kita akan sulit menerima diri dan menghargai diri sendiri. Orang yang bisa menghargai orang lain adalah mereka yang sudah bisa menghargai diri sendiri dengan baik. Tetaplah berpikir positif bahwa apapun yang terdapat dalam diri, apapun yang kita miliki, merupakan pemberian Tuhan. Tuhan memiliki rencana istimewa tentang apapun yang kita miliki. Kita harus percaya bahwa sebagai manusia, kita dikaruniai keunikan, kelebihan, dan bakat tertentu untuk hidup dan berkembang. Kita harus mensyukurinya, lalu menggunakan karunia itu untuk menciptakan keberhasilan dan kebahagiaan dengan cara kita sendiri. Bila kita senantiasa bersyukur dan menjadi diri sendiri, orang lain akan senang bergaul dan berteman dengan kita. Jadi berpikir positiflah dan bersemangat. Bergembiralah dengan diri sendiri. Tidak perlu malu dengan keadaan apapun yang kamu miliki saat ini. Kamu juga tidak perlu menjadi orang lain untuk melakukan apa yang dapat kamu lakukan. Arthur Schopenhaeur menyatakan bahwa manusia akan kehilngan tiga perempat potensi yang dimilikinya hanya karena mereka berusaha menjadi orang lain. Rugi, bukan?
            Berikut beberapa contoh teman-teman kita yang berhasil menemukan dan menjadi diri sendiri.




Pertama, Fahma dan Hania

Dua teman kita ini adalah kakak beradik yang kompak. Namanya, Fahma Waluya Rosmansyah, umur 12 tahun dan Hania Pracika Romansyah, umur 6 tahun. Karena kegemaran mereka mengotak-atik komputer membuat mereka sukses menjadi juara kategori Secondary Student Project pada kompetisi 10th Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) 2010, yang diselenggarakan di Malaysia, 12-16 Oktober 2010.
APICTA adalah kompetisi antarnegara yang mempertandingkan penciptaan perangkat lunak. Fahma dan Hania sukses menyisihkan peserta yang lebih senior dan mencatat rekor sebagai Youngest OVI-Nokia Developer atau peserta termuda yang sanggup menciptakan perangkat lunak yang bermanfaat. Fahma dan Hania menjadi juara pada ajang tahunan tersebut karena berhasil menciptakan tiga perangkat lunak aplikasi permainan untuk telepon seluler. Fahma memberi nama aplikasi yang dia ciptakan itu "My Moms Mobile Phone AS My Sisters Tutor" (Telefon Seluler Ibuku untuk Belajar Adikku). Tiga aplikasi yang diciptakan Fahma adalah Enrich (sebuah kamus sederhana bahasa Inggris untuk anak-anak). Mantap atau matematika anak pintar, dan Banana yaitu belajar huruf, angka, dan warna. Pada awalnya, program permainan edukasi sederhana yang dibuat menggunakan Adobe Flash Lite untuk telepon seluler Nokia E71.
Apa yang dikatakan Fahma? “Saya sayang adik saya. Walaupun dia terkadang rewel. Kalau tidak ada permainan, dia selalu minta dibuatkan permainan. Dia sangat suka main hape(telepon seluler) kepunyaan Ibu. Jadi saya membuat aplikasi untuk hape yang bisa dipakainya bermain dan belajar,” tuturnya.  ”Pada saat adik saya berumur tiga tahun, ia sulit mengenali huruf. Lalu saya buatkan aplikasi sederhana di telepon seluler yang memungkinkan dia mengenali huruf, warna, dan angka. Soalnya, adik saya suka main-main dengan telepon seluler Ibu,” lanjut Fahma.
Tahukah kamu bagaimana pendapat Fahma ketika bangsa kita dianggap sebagai anak-anak yang hanya bisa main game? Ia mengatakan begini kepada para juri. ”Saya bilang sama juri internasional, ’I have proven!’ Saya bisa buktikan bahwa anak-anak Indonesia tidak hanya bisa main games, tapi juga bisa bikin games sendiri. Ia benar-benar hebat dan berani.
Menurutnya, dia tertarik dengan dunia game dan animasi. Hal itu membuatnya bermimpi ingin menjadi animator dan programer. “Jadi kalau menonton animasi dan game, saya bermimpi kalau saya yang telah membuatnya.”
Apa yang bisa kamu petik dari kesuksesan Fahma? Ternyata Fahma sangat sayang kepada adiknya. Ia mampu bekerja dengan baik dengan semangat rasa sayang kepada adiknya. Ia juga sangat tekun mempelajari program animasi menjadi game pendidikan untuk telepon seluler. Ia juga seorang yang percaya diri dan mempunyai keyakinan yang kuat. Ketika dia melihat game dan animasi komputer, ia merasa bahwa dialah yang membuatnya. Keyakinan yang kuat itulah yang manjadikan mereka kakak beradik menjadi juara dunia dan termuda.

Kedua, Inno Penemu Baterai Singkong

Nama teman kita berikutnya adalah Innocencio Kresna Pratama, siswa kelas VI SD Tunas Mekar Indonesia (TMI) di propinsi Lampung. Ia kelahiran Blitar, tanggal 8 Maret 1996. Ia mengaku suka melakukan penelitian dan rajin membaca. Sejak di kelas satu, ia sudah diajari melakukan penelitian sederhana di sekolah. Mulai cara menanam, mengamati pertumbuhan tanaman, dan sebagainya. "Berangkat dari situlah aku senang melakukan penelitian kecil-kecilan," ujar Inno. Inno juga mengadakan serangkaian percobaan di sekolah. Awalnya ia menguji beberapa jenis buah-buahan antara lain: mangga, singkong, bengkuang, ubi, dan kentang. Dari percobaan tersebut ia menemukan bahwa kentang dan singkong mengandung energi listrik yang cukup besar. Untuk membuat baterai singkong sangat mudah dan murah. Hanya bermodalkan satu batang singkong kecil. Singkong lalu dipotong menjadi empat. Kemudia sediakan pelat tembaga dan seng dan tancapkan pada potongan singkong tersebut lalu sambungkan dengan kabel kecil ke kalkulator dan jam digital. Hebatnya, keduanya menyala serta berfungsi secara akurat. "Singkong dapat menghasilkan listrik karena mengandung cairan elektrolit yang dapat menghasilkan listrik. Untuk itu teknologi sederhana ini diberi nama Baterai Singkong karena cara membuatnya sangat sederhana."
Dengan bekal percobaan itulah Inno mewakili sekolah untuk Olimpiade Sains tingkat propinsi tahun 2005 dan menetapkan singkong sebagai penemuannya karena mudah diperoleh dan dibudidayakan. Selain itu harganya murah, bahan baku yang ramah lingkungan, bisa dikonsumsi, serta jadi produk andalan kota Lampung. Menarik, bukan? Ternyata, teman-teman kita hebat-hebat!
Apa yang kamu dapat petik dari kisah Inno? Ternyata Inno seorang anak yang suka meneliti dan membaca. Kegemarannya itulah yang membuatnya terkenal sebagai penemu energi listrik alternatif. Temuannya memberikan sumbangan besar pada negara untuk memperoleh cadangan energi listrik alternatif (bio-diesel). Inno telah mampu menjadi diri sendiri dengan bekal kegemarannya meneliti dan membaca.



Ketiga, Marko Calasan

Contoh terakhir anak yang berhasil menjadi diri sendiri yang sengaja diambil dari negara lain dengan tujuan sebagai pembanding. Ia adalah Marko Calasan. Usianya masih 9 tahun. Ia berasal dari Macedonia. Ia dijuluki ‘Mozart Komputer’ karena keahliannya ia telah menjadi system engineer dan sudah mengantongi setifikat Microsoft Certified System Adminitrator. Dia juga di daulat sebagai profesional IT (teknologi informatika) termuda di dunia.
 Tahukah kamu apa itu Microsof? Microsoft adalah raja perusahaan komputer di dunia. Marko yang mempunyai kegemaran pada matematika dan fisika, sudah belajar membaca dan menulis sejak dia masih berumur 2 tahun. Pada usia 4 tahun, Marko Calasan sudah fasih berbahasa Inggris. Dalam sebuah video yang diunduh ke Youtube, Marko menjelaskan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan komputer sama sederhananya dengan ilmu matematika.
Berkat kepiawannya dalam berkomputer, Marko menjadi terkenal di negara asalnya, Macedonia. Bahkan, Perdana Menteri Macedonia, Nikola Gruevski, menawari Mozart kecil ini sebuah laboratorium khusus IT (teknologi informatika).
Marko kini tengah membuat suatu proyek yang berkaitan dengan jaringan. Bocah yang tidak gemar bermain game komputer ini tengah mencari cara untuk mengirim sinyal televisi berdefinisi tinggi melalui jaringan yang lambat. Untuk proyeknya ini, sebuah perusahaan telekomunikasi Macedonia mengizinkan Marko mengakses jaringan mereka. Marko berharap sudah bisa mendemonstrasikan proyeknya ini pada pameran CeBit akhir tahun 2010 di Hannover, Jerman.
Sebelumnya, pada umur 6 tahun, ia pernah menjadi system administrator untuk sebuah yayasan sukarela yang membantu orang-orang cacat. Kepada Cnet lewat email, Marko berkata, “Mereka senang mempunyai administrator yang bagus.” Marko yang mengaku menghabiskan waktu sekitar 4 jam setiap hari di depan komputer juga menjadi guru. Ia mengajar dasar-dasar ilmu komputer untuk anak-anak berumur 8 sampai 11 tahun. Laboratorium komputernya ada di sebuah sekolah dasar.
Walaupun ia berasal dari negara lain, ada baiknya dimasukkan sebagai contoh dalam buku ini. Kita butuh tertulari semangat dari Marko. Kita ingin tertulari kesuksesannya yang manis. Apa yang kalian dapat pelajari dari Marko? Ternyata ia juga sangat gemar membaca dan otak-atik komputer. Ia sangat menyukai matematika dan fisika. Ia sangat suka ilmu berhitung. Ia menganggap bahwa ilmu tentang computer sama mudahnya dengan mempelajari ilmu yang lain. Yang menjadi modal kesuksesannya adalah gemar membaca dan mempelajari komputer.
Dari ketiga contoh teman kita yang sukses tersebut yakni Fahma dan Hania, Inno, dan Marko ternyata kunci kesuksesan mereka adalah gemar MEMBACA. Gemar membaca inilah yang mampu mengangkat derajat mereka pada kesuksesan. Gemar membaca merupakan salah satu cara yang jitu untuk menjadi diri sendiri, memperkaya pengetahuan diri, dan mencapai kesuksesan diri.

MERAWAT PERTEMANAN

MERAWAT PERTEMANAN



Dengan cara kita bersikap kepada teman-teman kita seperti menghormati keberagaman dan saling berbagi, akhirnya kita menemukan teman yang kita merasa cocok dengannya. Kita telah menemukan kreteria-kreteria teman yang baik yang melekat padanya. Kita pun merasa bersahabat dan dekat dengannya. Tapi, seperti layaknya tanaman, pertemanan dan persahabatan juga perlu dirawat, disiram, dan dipupuk. Tujuannya adalah menjaga agar pertemanan itu bisa berjalan langgeng dan bermafaat. Bagaimana cara merawatnya? Nah, ini dia yang perlu kalian ketahui. Apa saja yang perlu dilakukan? Baiklah, beberapa hal penting yang harus kalian perhatikan dan lakukan untuk merawat pertemanan dan persahabatan.
            Beberapa hal yang akan disampaikan berikut juga sangat ampuh mendatangkan teman-teman baru. Menciptakan lebih banyak teman lagi. Apa itu? Menurut Weni, penulis buku 101 Tips Kilat Mencari Teman dan Memengaruhi Orang lain beberapa hal yang perlu dilakukan untuk merawa pertemanan antara lain sebagai berikut.
            Pertama, menciptakan kesan yang kuat. Apa yang dilakukan agar menciptakan kesan yang kuat atau pencitraan yang kuat bagi teman kita? Ketika kita bertemu sapalah dengan baik, tanyakan kabar, dan jabat tangannya, lemparkan seulas senyum, serta tatap matanya ketika kita bericara sebagai tanda kita memperhatikannya. Kita bisa memulainya lebih dulu menyapanya dengan salam, senyuman, dan jabat tangan. “Hai, assalamualaikum. Apa kabar?” Atau, “Hai, Selamat pagi! Apa kabarmu hari ini?” inilah hal yang paling disukai seorang teman kita lakukan. Pasti dia akan melakukan hal yang sama kepada kita di lain waktu. Ingat, tersenyum dan membuat kontak mata membuat siapapun yang melihatnya akan bereaksi positif terhadapmu. Ini adalah perkataan Martin R. Baird dalam buku Weni. “Jika kamu tidak menggunakan senyuman, kamu seperti orang yang memiliki tabungan 1 juta dolar, tapi tidak mempunyai buku cek untuk mengambilnya.” Sungguh sangat merugi. Itu pernyataan Les Giblin, juga dalam buku Weni.
            Tahukah kamu dahsyatnya tatapan mata dan senyuman? Tatapan yang penuh perhatian membuat teman kita merasa dihargai dan diperhatikan. Begitu pula senyuman, ia memiliki kekuatan yang luar biasa. Orang yang keras hatinya pun bisa luluh melihat senyuman tulus. Senyuman tulus kita kepada teman kita membuat mereka merasa disukai, diperhatikan, dan mereka merasa dipedulikan. Teman kita yang dalam keadaan sedih pun akan merasa damai dan muncul kekuatannya mentalnya ketika melihat senyum tulus kita. Menurutmu, rugikah kamu memberikan senyum tulus kepada orang lain apalagi teman sendiri? bukankah senyuman, tatapan, dan jabat tangan tidak membeli? Semuanya gratis kan? Bukankah kita tidak termasuk orang-orang yang pelit untuk memberikan perlakuan yang gratis kepada orang lain?
            Begitu pula dengan sapaan. Di mana pun kita bertemu dengan teman, sapalah. Sejelek apapun perasaan kita saat itu atau juga dia, hal itu akan membuat kita tidak merasa sendiri dan membuat kita damai. Sapaan akan mencairkan suasana hati. Karena semua perlakuan itu gratis, kamu tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk melakukannya, bersediakah kamu memberikannya cuma-cuma juga kepada temanmu?
            Setelah menyapa dengan senyuma juga jabat tangannya, tanyakan kabarnya. Ini penting. Menanyakan kabar menunjukkan bahwa kita pribadi yang ramah dan peduli dengan teman kita. Menanyakan kabar membuat siapapun merasa penting. Ini akan sangat menyenangkan hati teman kita. Bersediakah kamu melakukannya? Bukankah kamu sudah membaca bagian buku ini pada You Get what You have Given?
            Kedua, Buatlah teman kita menyukai kita. Bagaimana caranya? Mudah kok. Ketika teman kita berbicara, dengarkan dan beri tanggapan dengan antusias. Mendengar merupakan bentuk perhatian yang dibutuhkan seorang teman ketika berbicara. Menanggapi dengan penuh antusias juga merupakan bentuk perlakuan kita yang istimewa kepada teman kita. Biarkan ia lebih banyak berbicara. Dengan membiarkan teman kita lebih banyak berbicara, mereka merasa dihargai dan apa yang dibicarakan itu penting dan berarti. Buatlah teman kita merasa nyaman bersama kita. Merasa gembira. Sering-seringlah menyebut namanya ketika kita berbicara. Misalnya, “Aku suka dengan idemu, Andre!” tindakan semacam itu membuat percakapan menjadi akrab dan hangat. Siapapun akan sangat menyukai berbicara dengan orang yang selalu menyebut namanya. Ia akan merasa terhormat dan istimewa.
            Hal lain adalah mengamati kegemaran teman. Mengetahui kegemaran teman tanpa ia memberitahukannya adalah nilai lebih dalam persabahatan. Teman kita yang sangat suka bersepeda akan sangat senang bila kita tiba-tiba mengajaknya bersepeda. Teman kita yang suka dengan es krim akan sangat gembira bila sesekali kita membelikannya es krim dan makan bersama. Ia akan merasa tersanjung karena kita tahu kegemarannya. Ia akan menganggap kita sahabatnya yang istimewa dan pengertian. Dan, ia tidak mau kehilangan seorang sahabat seperti kita. Bagaimana caranya kita tahu apa kegemaran teman kita? Bagaimana kamu tahu apa kegemaran temanmu? Caranya mudah. Perhatikan saja apa kebiasaan-kebiasaannya. Atau, bisa juga dengan bertanya-tanya kepada orang-orang terdekatnya. Mudah bukan? Selain itu, teman kita juga sangat suka bila kita membicarakan kegemarannya. Ia akan menganggap bahwa kita memiliki kegemaran yang sama dengannya. Dengan demikian, ia akan merasakan kedekatan dan keakraban karena ada suatu ikatan yang menghubungkan kita dengannya, yakni kegemaran dia.
            Hal lain yang perlu kamu lakukan agar temanmu menyukai kamu adalah sempatkan menelponnya karena menjaga komunikasi dalam persahabatan itu sangat penting. Jika terasa agak lama kamu tidak berjumpa dengannya sempatkanlah menelpon dan menanyakan kabarnya. Menjaga komunikasi adalah cara untuk menjaga kualitas pertemanan. Jika itu kamu lakukan, maka temanmu akan merasa sangat dipedulikan, sangat diperhatikan.
            Hal lain lagi yang membuat temanmu menyukaimu adalah bersimpati kepadanya. Tahukah kamu apa bersimpati itu? Bersimpati merupakan sikap peduli kepada orang lain, yakni temanmu. Simpati tidak memerlukan kata-kata, tapi tindakan. Simpati pada hal-hal yang kecil dan sepele justru memberikan kesan dan bekas yang dalam terhadap teman kita. Contoh kecil, ketika teman kita lupa membawa uang saku ke sekolah, ada baiknya kita berbagi dengannya dengan membagikan uang saku kita untuk dibelanjakan bersama. Itu akan sangat mengesankan. Itu tidak akan pernah terlupakan oleh teman kita. Ia akan selalu mengingat kita sebagai seorang teman yang baik hati.
            Di waktu luang kamu, ada baiknya pula berkunjung ke rumah temanmu. Rumah, menurut Weni merupakan rangkuman kehidupan penghuninya. Jika kita mengunjungi rumahnya berarti kita menyapa seluruh kehidupan teman kita. Teman yang kita kunjungi juga akan merasa senang dan tersanjung karena kita bersedia datang ke tempat tinggalnya. Ia akan selalu mengingat kita karena kita telah berbuat baik kepadanya dengan berkunjung ke rumahnya. Sesekali juga ajak temanmu ke rumahmu. Perkenalkan dengan semua orang di rumahmu dengan menyebutkan namanya dan semua kebaikannya. Ia akan merasa tersanjung dan senang. Teman kita akan merasa berarti karena diterima dengan baik di rumahmu. Dapatkah semua ini kamu lakukan untuk temanmu? Tahukah kamu kalau semua sikap tersebut merupakan wujud dari rasa kasih sayang dan cinta? Perhatian dan kepedulian kita terhadap orang lain adalah wujud dari cinta. Perhatian merupakan ungkapan cinta.
            Senyum, sapaan, mendengarkan, memperhatikan merupakan hal kecil yang dapat kamu lakukan untuk temanmu. Menyebut namanya ketika berbicara, menelponnya, mengunjungi rumahnya, menjabat tangan dan menanyakan kabarnya juga merupakan hal kecil yang gratis yang dapat kamu hadiahkan untuk temanmu. Memperhatikan kegemarannya, mengingat ulang tahunnya, mengajaknya ke rumahmu adalah hal kecil yang mudah kamu lakukan untuk membuat temanmu merasa senang berteman denganmu. Semua adalah hal kecil. “Nikmati (perhatikan) hal-hal kecil yang terjadi atau yang dapat kamu lakukan, suatu hari kamu akan menyadari bahwa hal kecil yang kamu lakukan itu ternyata hal besar yang mengubah hidupmu di kemudian hari.” (Robert Brault, dalam Weni).
            Sebagai akhir pada bagian ini akan disampaikan sebuah kisah nyata di India sebagai contoh dalam bersimpati dan kesan yang sangat kuat dalam merawat pertemanan atau persabatan. Kisah tersebut berjudul “Malaikat Kecilku Tolong Ajarkan Kami Tentang Kasih.” Mari, kita baca bersama-sama.
Malaikat kecilku tolong ajarkan kami tentang kasih
Istriku berkata kepadaku yang sedang membaca koran, "Berapa lama lagi Ayah membaca koran itu? Tolong ke sini dan bantu anak perempuanmu
tersayang untuk makan!" Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, Sindu namanya, tampak ketakutan, air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk curd rice (nasi khas India) dan yogurt.
Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice. Ibu dan istriku masih kuno. Mereka percaya sekali kalau makan curd rice akan membuat kita "cooling effect". Aku mengambil mangkok dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak ,nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah."  Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku.
Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya sambil berkata, "Boleh Ayah, aku akan makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..."  Sindu agak ragu sejenak. "Aku akan minta sesuatu pada Ayah bila aku berhasil habiskan semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku?" Aku menjawab, "Oh iya, pasti sayang.”  
Sindu tanya sekali lagi, "Benarkah Ayah?"
"Yah pasti!" sambil menggenggam tangan anakku yang kemerahmudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. Isteriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "Iya, janji." kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang."
Sindu menjawab, "Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang-barang mahal kok."  Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita dia bertekad menghabiskan semua curd rice (nasi susu asam itu). Dalam hatiku, aku marah dengan isteri dan ibuku yang selalu memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku ,isteriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.
Ternyata Sindu mau kepalanya digundul pada hari Minggu. Isteriku spontan berkata, "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin? Tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu. “Jangan sampai terjadi dalam keluarga kita, anak ini terlalu banyak nonton TV dan program-program TV itu sudah merusak kebudayaan kita.”  
Aku coba membujuk: "Sindu mengapa kamu tidak minta hal yang
lain? Kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi, Sindu tetap dengan pilihannya, "Tidak ada Ayah, tak ada keinginan lain," kata Sindu.
Aku coba memohon kepada Sindu, "Tolonglah, mengapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami?" Sindu dengan menangis berkata, "Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan Ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaanku. Mengapa Ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi. Seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu) untuk memenuhi janjinya, raja rela memberikan tahta dan kekuasaan bahkan nyawa anaknya sendiri."
            Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "Janji kita harus ditepati." Secara serentak isteri dan ibuku berkata, "Apakah aku
sudah gila?"
 "Tidak," jawabku, "Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri."
"Sindu permintaanmu akan kami penuhi."  Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar serta bagus. Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum. Aku membalas lambaian tangannya. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya!"  Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki-laki itu botak juga. Aku berpikir mungkin ‘botak’ merupakan tren model jaman sekarang.
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan
berkata, "Anak Anda, Sindu benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya. Dia menderita kanker, leukemia."
Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya. "Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah karena chemotherapy hingga kepalanya menjadi botak. Jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman-teman sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.  Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku, Harish. Tuan dan isteri Tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."

 Aku berdiri terpaku dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih, bisikku.
YOU GET WHAT YOU HAVE GIVEN

YOU GET WHAT YOU HAVE GIVEN


            Padanan peribahasa asing tersebut dalam Bahasa Indonesia adalah: ‘Siapa yang menabur benih akan menuai hasilnya.’ Kalau kita menanam kebaikan kepada teman-teman kita, maka kita akan mendapatkan dan menuai kebaikan pula dari mereka. You get what you have given! Dengan dasar menghargai keberagaman, kita tidak perlu lagi melihat kepada siapa kita harus berbuat baik, tidak perlu lagi pandang bulu. Niatkan saja bahwa dengan semangat menghargai keberagaman, kita akan berbuat baik kepada semua orang, semua teman, dan kepada semua orang yang kita jumpai, tanpa pamrih. Kebaikan kepada semua orang yang murah dan mudah adalah menyapa mereka dengan senyum, menjabat tangannya, dan menanyakan kabarnya.         Pada setiap agama tidak ada yang mengajarkan hal yang tidak baik. Semua mengajarkan kebaikan sedangkan keburukan disampaikan dalam agama sebagai cermin agar kita tidak melakukannya. Untuk itulah para pahlawan seperti Ir. Soekarno, Muh. Yamin, Drs. Moh. Hatta, H. Agus Salin dan sebagainya merumuskan Pancasila sebagai pedoman sosial tentang bagaimana berwatak sebagai bangsa Indonesia dan sebagai dasar negara yang kokoh dan telah terbukti kehebatannya dalam mempersatukan keberagaman nusantara.
            Menurutmu apakah kamu hafal kelima sila dalam Pancasila di luar kepala? Kalau jawabanmu iya, apakah sekedar hafal? Tidakkah kamu ingin menwujudkan Pancasila itu dalam kehidupan sehari-hari dengan tulus? Secara umum dari kelima sila dalam Pancasila dapat diringkas sebagai berikut.
1. berhubungan dengan ketuhanan, 2. kemanusiaan, 3. persatuan, 4. permusyawaratan, dan 5. keadilan. Kelima sila tersebut terbagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama, yakni hubungan pribadi dengan Tuhan, hanya pada satu sila, sila pertama. Bagian kedua, yakni hubungan antar manusia atau hubungan sosial, yaitu sila kedua sampai kelima. Secara garis besar, orang yang berkarakter Pancasila adalah orang yang memupuk dan mempunyai hubungan baik dengan Tuhan dan dengan ciptaanNya yakni manusia dan alam semesta. Bersikap Pancasilais dalam hubungan dengan Tuhan dapat ditunjukkan dalam sikap taat menjalankan ibadah sesuai dengan agama kita masing-masing. Pancasilais dalam hubungan dengan manusia, dapat ditunjukkan dengan sikap saling menghargai, menghormati, dan saling menyayangi. Andai semua sikap yang secara umum saja itu dapat terwujud oleh setiap manusia Indonesia, maka jadilah kita bangsa yang benar-benar besar, yang makmur berkeadilan, damai, toleran, dan merdeka lahir batin.
            Semua syarat yang harus dimiliki teman yang baik sebagai syarat yang harus kita berikan kepadanya untuk kita pilih menjadi teman kita adalah sifat-sifat yang Pancasilais. Baik akhlak atau budi pekerti, memiliki semangat, keinginan, dan prinsip yang kuat, bisa dipercaya, ceria dan penuh ide kreatif, patuh dan hormat kepada kedua orangtua, tulus member nasehat, saling menghargai keberagaman, dan saling menyayangi merupakan sifat-sifat yang Pancasilais. Siapa yang mengatakan bersikap dan berperilaku yang Pancasilais itu sulit dan berat? Tidak ada yang sulit karena caranya sangat mudah yakni berperilakulah hanya yang baik menurut pandangan semua orang dan benar menurut hokum yang berlaku. Tidak ada yang sulit dan berat untuk dilaksanakan, yang ada hanya kita kurang kemauan untuk berbuat. Betul, bukan?
            Dalam buku Mimpi Menjadi Naga dikutip sebuah pepatah Cina yang menyatakan begini: “Kita harus selalu melayani orang lain. Banyak-banyaklah membantu orang lain karena pada akhirnya hal itu akan berbalik kepada kita dan kitalah yang akan mereka bantu.” Untuk memahami pepatah tersebut, disertai sebuah cerita tentang Si Gerendeng dan Si Sukur. Ceritanya, Si Gerendeng sedari kecil terbiasa dimanja oleh orang tuanya. Ia memiliki segalanya. Ia mengakui bahwa ia diperlakukan seperti raja kecil yang tidak boleh susah, tidak boleh lelah, dan selalu mendapatkan pelayananan khusus dari semua pembantu di rumah. Karena didikan orang tua dan lingkungan seperti itu, saat menginjak dewasa dan mulai bermasyarakat, ia tidak tidak pernah lagi bahagia. Ia tidak bisa bergaul dengan baik dan hanya memiliki sedikit teman. Itu karena ia terbiasa serba dilayani. Ia menjadi anak yang tidak bisa mandiri. Setiap hari ia hanya bisa mengeluh, mengeluh, dan terus mengeluh. Semakin tua, ia semakin banyak mengeluh dan pada akhir hayatnya ia meninggal dalam keadaan mengeluh.
            Berbeda dengan Si Gerendeng, Si Sukur adalah seorang yatim piatu. Ia tidak lagi memiliki ayah dan ibu. Sedari kecil ia hidup sebatang kara.ia hidup bersama pamannya. Keluarga si paman memiliki kebiasaan melayani orang lain daripada diri sendiri. Lingkungan tersebut berpengaruh terhadap watak Si Sukur. Ia sangat menyukai melakukan hal-hal yang menyenangkan dan berguna untuk orang lain. Dengan melakukan hal tersebut, Si Sukur merasa senang dan puas. Pada saat Si Sukur dewasa, teman-teman di lingkungannya semakin menyukainya. Bahkan ada seorang pejabat pemerintah yang tertarik kepada Si Sukur dengan merelakan puterinya menjadi isteri Si Sukur. Menarik bukan? Ternyata kebaikan yang kita lakukan, menarik lebih banyak kebaikan berdatangan kepada kita. Ajaib! Jadi bagaimana kalau kita niatkan bersama-sama, mulai sekarang, untuk berbuat sesuatu yang menyenangkan dan berguna bagi orang lain? Setuju? Great answer! Jawaban yang bagus! Jangan lupa, niat kita telah dihitung sebagai satu kebaikan, tapi bukan berarti kita hanya berhenti pada niat saja. Kita harus melakukannya untuk memperoleh keridhaan Tuhan. Sering-seringlah membuat Tuhan merasa senang dengan membuat senang ciptaanNya.



RAHASIA BANYAK TEMAN

RAHASIA BANYAK TEMAN


Pada gambar di atas ada beberapa kalimat yang menarik. Persabahatan bukan bagaimana kamu melupakan sebuah kesalahan, tapi pada bagaimana kamu memberikan maaf kepadanya. Bukan bagaimana kamu mendengarkan, tapi bagaimana kamu mengerti. Bukan bagaimana kamu memperhatikan, tapi bagaimana kamu merasakan. Bukan bagaimana kamu selalu bersama, tapi bagaiman kamu selalu bergandengan. Hmmm, menarik ya? Tapi apakah maksudnya? Ini hanya sebuah komentar tentang kalimat-kalimat pada gambar. Mengenai maknanya, semua akan diulas tuntas dan menarik pada halaman-halaman selanjutnya mulai dari halaman ini.
Sebelum halaman ini, kamu telah membaca mengenai menghormati dan menghargai keberagaman. Ada buah yang dapat kamu nikmati dengan menghargai keberagaman. Dengan menghormati dan menghargai keberagaman atau perbedaan, kita dapat leluasa dan mudah mendapatkan teman. Karena kita menghormati keberagaman teman, mereka juga akan menghormati kita. Penghargaan dan penghormatan tersebut dengan satu syarat, yakni tulus. Mengapa ketulusan menjadi hal penting yang menjadi syarat? Atas dasar itulah kasih sayang itu tumbuh. Bila kasing sayang telah tumbuh, maka perasaan kita selalu gembira setiap saat.
Mengapa kita harus memiliki banyak teman? Adakah rahasia besar di balik itu? Ada tiga rahasia besar memiliki banyak teman. Tapi, sebelum disampaikan mengenai rahasia besar tersebut, ada baiknya kalian membaca beberapa kisah yang berkaitan dengan pertemanan dan persahabatan.
            Ada sebuah kisah yang ditulis oleh Mutiara. Sangat menyentuh. Mau tahu apa ceritanya? Baiklah, silakan baca kisahnya dengan judul Sahabat. Singkat tapi sangat menyentuh. Dicuplik sebagai mana tulisan aslinya dengan beberapa perubahan penulisan sesuai dengan ejaan yang benar.
Sahabat, suatu hari kamu dan temanmu sedang bertengkar dan itu membuatmu memutuskan untuk tidak mau lagì bersahabat dengannya. Esok harinya,  dia tersenyum padamu tapi sebaliknya kamu mencibir dan meninggalkannya. Dia menceritakan tentang kebaikanmu kepada kawan-kawannya sedangkan kamu menyebarkan kabar angin (keburukan) tentangnya. Dia mencoba mendekatimu dan menyapamu tapi kamu balas dengan sikap sinis dan tak peduli.
Dia pun memenuhi buku hariannya dengan kenangan manis bersamamu
tapi kamu menulis saat-saat buruk yang kau ingat bersamanya. Jauh di sudut hatimu kau menyayanginya. Namun di hatimu sudah penuh dengan kebencian.
Keesokan harinya kau menerima sepucuk surat darinya yang isinya:
“Sahabat, aku sudah mencoba menjelaskan tentang permasalahan itu tapi kau tak memberiku peluang untuk bicara. Aku mencoba tersenyum padamu tapi kamu menyambutnya dengan kebencian. Sekarang, keadaanku terlalu lemah dan tidak berdaya. Aku tulis surat ini di ‘rumah sakit.’ Aku sudah tidak punya waktu! Aku minta maaf atas segala perselisihan yang terjadi di antara kita. Kamu sahabat terbaikku. Aku akan selalu menempatkanmu di hatiku.
Salam sayang.”
Setelah membaca surat itu kamu pun langsung berlari ke rumah sakit untuk minta maaf kepadanya. Namun sayang, semuanya sudah terlambat. Tuhan sudah memanggilnya. Di sana hanya ada keluarga dan seorang ibu yang menangis berlutut seraya memohon supaya Tuhan mengembalikan anaknya.
Nah,  itulah yang namanya persahabatan. Kadang ada senang dan sedih. Ada perselisihan dan pertengkaran mewarnai persahabatan. Dan kadang ‘KITA’ perlu meminta maaf. Jangan menunggu orang lain yang melakukannya sebab siapa pun di dunia ini tak pernah tahu akan apa yang akan terjadi esok hari!
            Dari kisah tersebut, apa yang dapat kamu ambil pelajaran? Ya, bermurah hati. Menerima siapa pun yang meminta maaf kepada kita. Apalagi seorang teman baik yang bersamanya kita tumbuh agar tidak timbul penyesalan di belakang hari.
            Tapi, kita mesti hati-hati memilih teman. Bukan berarti kita pilih-pilih teman. Siapa saja bisa kita terima menjadi teman tapi kita harus selektif terhadap siapa yang akan menjadi teman terdekat kita. Teman yang menjadi bagian dari hidup kita. Ricotti, seorang penulis buku terlaris internasional pernah ditanya ibunya sewaktu ia masih remaja begini: “Katakan siapa saja temanmu dan Ibu akan mengetahui siapa dirimu sebenarnya.”
            Apa sebenarnya makna pernyataan ibu Ricotti? Kalau kita berteman dengan teman-teman yang suka usil atau suka menyontek, maka besar kemungkinan kita akan berbuat yang sama dengan teman kita. Pesan ibu Ricotti sebenarnya mengingatkan kita agar pandai memilih teman. Pilihlah teman-teman yang memberikan pengaruh positif. Berpangaruh positif misalnya, teman yang selalu mengajak kepada kebaikan, teman yang selalu membuat kita bersemangat belajar dan berprestasi, teman yang kreatif yang banyak ide, teman yang selalu mengajak bermain dengan permainan yang baru, teman yang membuat kita merasa berani dan percaya diri, dan sebagainya.
            Mengapa demikian, ternyata ada beberapa teman di sekeliling kita yang menguras energi kita. Bila mereka berada di dekat kita selalu membuat kesal kita. Mereka membuat kita merasa tidak nyaman. Mereka membuat kita murung dan sedih. Teman-teman yang demikian memancarkan energi negatif. Sangat tidak mendukung pada perkembangan kita. Energi kita akan terkuras hanya memperhatikan dan memikirkan mereka. Mereka layak kita hindari dan tidak kita masukkan dalam daftar teman-teman dekat dan baik kita.
Jadi, teman yang bagaimana yang layak menjadi teman baik dan dekat kita? Ada beberapa tips yang dapat dijadikan patokan dengan mudah. Pertama, pilih teman yang baik akhlaknya untuk dijadikan sebagai teman dekat atau sahabat. Ini bukan persoalan membedakan diri tapi ini untuk kebaikan kamu juga. Teman yang baik akhlaknya tidak berperilaku kasar, tidak cepat marah, tidak suka melecehkan, tidak boros, bukan pengumpat, dan sebagainya. Teman yang berakhlak baik selalu mengajak kepada hal dan kegiatan yang baik. Berteman dengan teman yang baik akhlaknya memberikan semangat dan pengaruh yang baik bagi dirimu. Kamu akan tertulari kebaikannya.
            Kedua, teman yang memiliki semangat, keinginan, dan prinsip yang kuat. Mengapa harus begitu? Karena biasanya merekalah yang tidak mudah dikalahkan dan tidak mudah menyerah. Mereka tidak cepat berputus asa. Ia akan bersikukuh dengan kebenaran yang diyakininya dan kita bisa belajar darinya. Berteman dengannya tertulari rasa semangat dan kuat memegang prinsip. Rata-rata mereka memegang kuat kedisiplinan. Teman yang memiliki semangat, keinginan, dan prinsip yang kuat hidup dengan teratur dan disiplin. Contoh kecil, ia selalu datang tepat waktu, ia selalu belajar pada jam-jam tertentu seperti jadwal yang telah dibuatnya, dan ia akan selalu menepati bila ia berjanji. Menjadi temannya, hidup kamu akan teratur dan terarah. Bersama mereka kamu akan berhasil dan sukses.
Ketiga, pilih teman yang bisa menghargai dirinya sendiri. Teman yang model begini agak susah ditemukan tapi harus dicari. Sebab, orang yang pandai menghargai dirinya sendiri biasanya pandai juga menghargai orang lain, termasuk kamu, yang akan menjadi teman dekatnya nanti. Untuk mengetahui apakah dia dapat dikatakan bisa menghargai dirinya, coba perhatikan hal kecil mengenai bagaimana dia berpakaian, bagaimana cara dia berbicara dengan orang lain, dan bagaimana menghormati orangtuanya. Mengapa teman yang seperti itu harus dicari karena orang yang menghargai dirinya akan selalu menjaga citra dirinya. Dia akan merasa tidak nyaman bila ia mengenakan baju atau melakukan sesuatu yang tidak pantas dilihat orang lain. Adakah kamu temukan teman yang seperti itu? Bagi yang telah menemukan teman seperti itu, selamat ya? Untuk yang belum menemukan, teruslah mencari. Pasti kamu menemukannya. Semangat! Tapi, biar adil kamu juga harus menjadi pribadi yang bakal dicari orang lain untuk dijadikan teman dekatnya. Salah satu sikap yang harus kamu perbuat adalah harus pandai juga menghargai diri sendiri. Setuju?
Keempat, pilihlah teman yang bisa dipercaya. Teman yang bisa dipercaya, tentu tidak suka berbohong. Ia menjunjung tinggi kejujuran. Ia juga tidak suka menyebarkan keburukan orang lain kepada siapa pun. Bagaimana cara menilai orang yang termasuk kategori yang dapat dipercaya? Mudah. Caranya, coba kamu ceritakan pada temanmu tentang keburukan salah satu temanmu yang lain. Pasti ia tidak suka mendengarkannya. Kalau ia bersikap seperti itu, insya Allah dia dapat kita jadikan teman dekat kita. Teman yang bisa dipercaya tidak suka menggunjing. Ia tidak suka menjelek-jelekkan teman yang lain. Ia tidak suka membuka rahasia teman betapa pun buruknya. Baginya, membicarakan keburukan orang lain atau membuka rahasia orang lain tidak penting.
Kelima, pilihlah teman yang penuh keceriaan dan penuh dengan ide-ide kreatif. Teman yang seperti itu menularkan kebaikan dan keceriaan. Kita akan merasa nyaman dan ikut kreatif bila berteman dengannya. Ada saja kegiatan positif yang bisa ia lakukan bersama kita dengan hati senang. Ia juga tidak akan pernah mengeluh. Mengeluh baginya hanya akan memperburuk keadaan. Ia sangat ulung menjadi penyebar semangat dan pencair suasana yang tidak enak. Insya Allah, bersama teman yang demikian kita dapat sukses dalam hal apapun dan dapat mengerjakan apa pun dengan hati gembira.
            Cara yang lain untuk memilih teman dicontohkan dalam Hadist Muhammad Saw. Menurut hadist tersebut disebutkan bahwa untuk memilih teman yang layak ada beberapa yang harus diperhatikan. Pertama, perhatikan terlebih dahulu apakah ia berbuat baik kepada keluarga dan kedua orangtuanya. Jika orang itu durhaka atau berani terhadap orangtua jangan sesekali dijadikan sahabat. Kedua, coba perhatikan reaksinya jika kamu melakukan kesalahan. Apakah ia menasehatimu, jika iya, maka ia layak kita jadikan teman. Teman yang bersuka rela menasehati kita, pertanda ia sangat perhatian kepada kita. Itu pertanda juga bahwa ia sangat sayang kepada kita. Dengan penuh semangat dan harap, mari kita bersama-sama mencari teman seperti syarat di atas. Semoga berhasil.
            Kembali kita nikmati sebuah catatan yang sangat menarik, menyentuh, dan sangat luar biasa. Catatan tersebut ditulis oleh Cae Hiew dalam bukunya yang berjudul ‘Cinta Membuat Jiwamu Muda Kembali dan Menghilangkan Semua Keriput.’ Inilah catatannya:
Kisah The Lizard (Kadal)
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang. Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokkan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari
kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang-orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu?
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan hidup. Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya. Wow, Maha Suci Tuhan! Orang itu merasa terharu melihatnya. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta. Cinta yang indah. Cinta yang dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan temannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan. Saya tersentuh dengan kenyataan ini. Lalu saya mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, saudara lelaki, dan saudara
perempuan. Sungguh indah! Berusahalah semampumu untuk
tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG KAMU KASIHI. Bagikan cerita ini kepada semua orang yang telah menyentuh hidup kamu dan membuat
kamu bertumbuh, mengerti, dan memahami lebih dalam lagi tentang hidup. Bagikan cerita ini untuk semua orang. Semoga setiap orang saling memperhatikan dan menyayangi
.
            Itulah catatan yang dibuat oleh Cae Hiew dalam bukunya. Hebat bukan? Menakjubkan dan sangat menyentuh. Kabarnya catatan tersebut dibuat berdasarkan kenyataan yang benar-benar terjadi di Jepang. Sungguh memberikan sentuhan dan semangat untuk saling menyayangi. Ada sebuah kalimat yang ditulis dalam kapital: JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG KAMU KASIHI merupakan sebuah pesan dengan penekanan bahwa kita tidak boleh mengabaikan orang yang kita sayangi. Jalinan kasih sayang, persahabatan, dan perkerabatan merupakan kekayaan yang kita punyai. Jadi pertahankan untuk tetap menjaganya dengan baik. Oh, indahnya jalinan saling menyayangi!
            Sebenarnya mengapa kita harus memiliki banyak teman? Nah, ini rahasianya. Ada tiga rahasia yang penting untuk disampaikan. Pertama, banyak teman membuat kita panjang umur. Benarkah? Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rebecca G. Adams, seorang professor di Universitas North, California dalam sepuluh tahun menghasilkan kesimpulan bahwa memiliki banyak teman membuat daya tahan tubuh meningkat. Dengan peningkatan daya tahan tubuh tersebut membuat orang yang memiliki banyak teman memiliki umur lebih panjang daripada orang yang memiliki sedikit teman. Memiliki banyak teman walaupun berjauhan saja sudah memberi dampak yang baik. Apalagi memiliki teman yang dekat dalam lingkungan sehari-hari, pasti lebih baik lagi.
            Secara kesehatan, hasil penelitian dapat diterima oleh akal. Menurut Taufik Pasiak dalam bukunya Brain Management menyatakan bahwa rasa saling menyayangi dan mencintai dapat menghindari kerusakan otak dan kebusukan hati. Sebaliknya sifat permusuhan dan iri hati dapat merangsang hormon stres yang berpotensi merusak tubuh. Jadi benar, jika dikatakan bahwa memiliki banyak teman dapat memperpanjang usia kita.
            Dengan memiliki banyak teman kesehatan mental kita lebih baik daripada kita yang memiliki teman sedikit. Dengan banyak teman kita dapat bermain bersama mereka, dapat berbagi kegembiraan, dapat saling bercerita, dapat saling membantu, dan sebagainya. Dengan banyak teman beban kita lebih ringan daripada memiliki teman sedikit. Dengan kata lain, orang yang memiliki banyak teman lebih bahagia daripada yang memiliki teman yang sedikit.
            Mau tahu rahasia kedua? Ternyata rahasia kedua memiliki banyak teman membuat kita lebih pandai. Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Research of Adolescence menyatakan bahwa siswa yang memiliki banyak teman di sekolah memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi daripada yang memiliki sedikit teman. Penelitian tersebut dilakukan oleh psikolog dari Willamette University. Mengapa kita yang memiliki teman yang banyak dapat meningkatkan prestasi hasil belajar kita? Penelitian tersebut menjawab bahwa teman-teman di sekolah cenderung berorientasi pada prestasi sehingga tercipta persaingan sehat di dalam kelas dan saling mendukung kegiatan yang menunjang prestasi tersebut seperti kegiatan belajar kelompok dan ekstra kurikuler sekolah.
            Apa rahasia ketiganya? Mau tahu lebih lanjut? Baiklah, rahasia ketiga, ternyata dengan memiliki banyak teman kita lebih banyak pula menikmati rejeki daripada teman yang memiliki sedikit teman. Tidak perlu jauh-jauh, contoh kamu sendiri ketika lupa tidak membawa uang jajan sekolah. Karena kamu memiliki banyak teman, kamu tidak akan kehausan dan kelaparan di sekolah. Karena teman-teman kita tidak akan membiarkan kita menderita. Benarkan? Hal ini belum ada yang membuktikan dalam bentuk penelitian, tapi secara nyata terbukti dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita baik di sekolah maupun di  sekitar rumah.
            Coba baca puisi karya Khalil Gibran berikut. Ada suatu pesan yang disampaikannya melalui puisi. Dapatkah kamu menemukan pesan tersebut secara gamblang?

Sajak Persahabatan

Dan seorang remaja berkata, bicaralah pada kami tentang persahabatan.
Dan dia  menjawab: sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa inginkan kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana dia diam, hatimu berhenti dari mendengar hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam  persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan disatukan dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung dari pada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta,  tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika  kau senantiasa mencarinya untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu. Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan kegembiraan. Karena dalam tetesan kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar dan gairah segar kehidupan.
(Khalil Gibran)


Dalam puisi tersebut Khalil Gibran memberikan gambaran tentang teman yang seperti apa yang layak kamu cari. Teman yang layak kamu cari menurutnya adalah teman yang bisa menghidupkan waktu, bukan hanya sekedar mengisi waktu. Menghidupkan waktu maksudnya benar-benar mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Misalnya belajar bersama, berdiskusi, dan merencanakan penelitian sederhana tentang hal-hal yang menarik. Bukan sekedar mengisi waktu tanpa kegiatan berguna seperti bergunjing atau menceritakan kejelekan teman yang lain. Teman yang kita cari adalah teman yang bersama-sama membuat kita kreatif, membuat kita saling dukung, teman yang saling memperhatikan, teman yang mengerti dan mau saling berbagi, teman yang tidak pelit membagi keterampilan dan pengetahuan, dan teman yang mengajak kita pada perbuatan yang baik dan menyenangkan. Sudahkan kamu temukan teman yang seperti itu?